KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 20


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Malam ini seakan menjadi malam perpisahan bagi kedua insan. Mereka berdua pun mengulang dan mengulang lagi adegan panas itu. Hingga waktu malam pun segera menghilang dan terganti terbitnya matahari di ufuk timur.


Pagi ini Aisyah seperti tampak semangat menyiapkan segalanya. Tidak dengan Baihaqi yang tampak pucat dan lemas setelah menggauli istrinya tadi malam hingga memuncak berkali-kali.


"Mas Bai... sudah siap semuanya." pertanyaan Aisyah pun sontak membuat Baihaqi merasa cemas kembali.


"Sudah hafal untuk ijab kabul nanti?" tanya Aisyah kembali sambil merapikan alat make up dan baku kebaya untuk Anggie pakai di acara akad nikah nanti.


Baihaqi hanya terdiam, kedua matanya hanya menatap ke arah Aisyah dan koper kecil yang sedang dirapihkan.


"Kok diem sih. Kenapa Mas? Kamu gugup ya? Mau ijab kabul?" tanya Aisyah pelan.


Aisyah pun dengan sengaja tidak menatap balik kedua mata Baihaqi. Hatinya sebenarnya sangat perih, mengingat hari ini adalah hari pernikahan suaminya dengan istri keduanya, walaupun itu atas permintaan Aisyah sendiri.


Baihaqi pun memeluk Aisyah dari belakang. Kedua tangannya menggapai perut Aisyah dan mengusap dengan pelan. Ada buah cinta mereka disana.


Tubuh Aisyah pun di balikkan dan kini mereka saling berhadapan. Baihaqi pun mencium bibir Aisyah dengan lembut. Bibir itu terasa dingin dan kaku. Aisyah hanya pasrah di perlakukan seperti itu oleh Baihaqi. Cintanya kepada Baihaqi tidak boleh melebihi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya.


"Bisakah dibatalkan acara hari ini Humairah..." ucapnya dengan lembut dan mengecup pipi istrinya dengan lembut.


"Polisi sudah siap memborgolmu Mas." ucap Aisyah ketus.


"Tidak ada opsi lain Humairah. Aku tidak sanggup menjalani ini." ucap Baihaqi terus merengek kepada Aisyah.


Aisyah pun melepaskan pelukan Baihaqi dan berpura-pura tuli tidak mendengar ucapan Baihaqi.

__ADS_1


"Ayok Mas Bai. Nanti aku terlambat merias istri mudamu." ucap Aisyah serak. Air matanya ditahan agar tidak turun disana.


Keduanya pun sudah berada di dalam mobil. Pak Amin terlebih dahulu mengantarkan Aisyah ke rumah Anggie. Karena setelah ini Pak Amin dan Baihaqi akan menjemput Kyai yang akan menjadi penghulu pernikahan kedua Baihaqi.


Syarat lain, Anggie harus mengucap dua kalimat syahadat sebelum pernikahan di mulai. Itu adalah syarat mutlak buang di ajukan oleh Aisyah dan sudah disetujui oleh Bu Margaretha karena itu juga menjadi kemauan Anggie.


Semua sibuk dengan persiapan pernikahan yang akan dilaksanakan dua jam setelah ini. Anggie sudah cantik dengan make up sederhana dan rambut yang di Gelung dan di beri rangkaian melati. Bunga melati yang menjuntai ke bawah dan mengeluarkan aroma semerbak ke seluruh ruangan, menandakan seorang pengantin wanita telah siap menerima ijab kabul dari seorang laki-laki. Kebaya berwarna putih tulang pun terlihat pas pada tubuh Anggie yang mungil walaupun dalam keadaan mengandung. Sangat cantik dan anggun, semuanya sempurna, semoga pernikahan mereka pun lancar dan sempurna.


Ada tangis tertahan disana. Tangisan yang menyesakkan dadanya dan tidak pasti akan berakhir kapan.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Di ruang tamu sudah ramai orang yang di undang untuk menjadi saksi atas SAH nya pernikahan itu.


Penghulu sudah hadir, kyai yang akan memualafkan Anggie pun sudah datang, Baihaqi pun sudah duduk di depan meja ijab kabul dengan beberapa seserahan yang di bawa untuk pengantin wanita.


"Bisa kita mulai sekarang untuk pengucapan dua kalimat syahadat?" tanya Pak Kyai kepada Anggie.


"Saya siap." jawab Anggie pelan.


Mereka duduk berdampingan. Baihaqi dan Anggie sudah mengambil posisi duduk sempurna, ada Aisyah yang duduk di samping Anggie.


Aisyah kali ini harus berjiwa besar, melapangkan dadanya untuk bisa mengikhlaskan semua kenyataan yang memang sudah menjadi takdir dalam hidupnya.


Saat ini sudah tepat pukul sembilan pagi, yang artinya waktu pengucapan ijab kabul pun telah tiba.


Setelah sebelumnya Anggie mengucap dua kalimat syahadat yang di saksikan oleh para tamu yang hadir. Dengan begitu Anggie sudah SAH memeluk agama Islam, sekarang tinggal menunggu detik-detik SAH menjadi seorang Nyonya Baihaqi yang selalu ia idamkan. Tinggal selangkah lagi aku bisa merebut apa yang aku inginkan sejak dulu, gumam Anggie dalam hati.


Entah setan apa yang sedang menaunginya saat ini hingga Anggie begitu tega menghancurkan rumah tangga Baihaqi. Cinta yang Anggie rasakan telah membutakan segalanya. Obsesinya untuk mendapatkan Baihaqi dengan cara tidak halal pun ia lakukan demi menyandang status Nyonya Baihaqi, walaupun hanya menjadi yang kedua.


"Para hadirin semua, para saksi dan kedua calon mempelai apakah acara ijab kabul ini bisa kita mulai? Aisyah, apakah kamu ikhlas dengan pernikahan ini?" tanya seorang Kyai kepada Aisyah karena pernikahan kedua harus seijin istri pertama.


Merek bertiga duduk sejajar, Anggie duduk di apit oleh Baihaqi dan Aisyah. Bayangkan wanita mana yang sanggup melihat drama pernikahan ini. Bahkan tangisannya diusahakan agar tidak pecah, walaupun matanya sudah merah dan berkaca-kaca.


"Insya Allah saya ikhlas atas nama Allah SWT." ucap Aisyah lirih, suaranya terdengar serak dan parau. Mungkin orang-orang yang menghadiri acara ijab kabul itu akan menangis melihat kondisi Aisyah.


Tatapan Baihaqi sendu menatap wajah Sang Istri pertama. Sungguh Baihaqi tidak ikhlas dengan pernikahan terpaksa ini.


"Baiklah bisa kita mulai ... " ucap Penghulu dengan tegas.


Baihaqi tidak menjawab, hanya mengangguk pasrah. Begitupun Aisyah yang sejak tadi tertunduk meremas tissue yang ada di tangannya, jikalau air mata itu jatuh tanpa diundang.


"Saya Nikah dan Kawinkan Ahmad Baihaqi dengan Nastitie Anggraeni Bin Richard Yehezkiel dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!!!" ucap Penghulu dengan mantab dan menghentakkan tangannya saat berjabat.


"Saya terima Nikah dan Kawinnya Aisyah Maharani Bin Tito Azzam dengan mas kawin tersebut diatas." ucap Baihaqi dengan suara yang keras dan lantang.


"Maaf Pak Baihaqi ... Anda salah menyebutkan nama pengantin wanitanya." ucap Penghulu itu pelan.


Wajah Baihaqi tampak gusar, peluhnya pun terlihat mulai muncul di sekitar keningnya. Kenapa bisa nama Aisyah yang disebut padahal sejak malam Baihaqi sudah menghafal nama Anggie untuk acara Ijab Kabul pagi ini. Apakah ini pertanda Aisyah tidak ikhlas, aku pun sama tidak ikhlas, gumamnya dalam hati.


"Boleh kita ulang lagi." ucap Penghulu kepada Baihaqi pelan.


Baihaqi lagi lagi hanya mengangguk pasrah. Anggie pun sudah terlihat cemas dan gugup dengan kesalahan ijab kabul yang pertama, itu artinya tinggal dua kesempatan lagi.


Pengucapan Ijab kabul kedua pun di mulai lagi.


"Saya Nikah dan Kawinkan Ahmad Baihaqi dengan Nastitie Anggraeni Bin Richard Yehezkiel dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!!!" ucap Penghulu dengan mantab dan menghentakkan tangannya saat berjabat.


"Saya terima Nikah dan Kawinnya Aisyah Maharani Bin Tito Azzam .... " ucap Baihaqi dengan suara yang keras dan lantang kemudian terputus dengan tiba tiba dan melepaskan jabat tangan itu.

__ADS_1


Tangannya begitu dingin dan kaku, setelah dua kali salah mengucapkan nama calon mempelai wanitanya.


Aisyah pun bangkit berdiri dan duduk di samping Baihaqi yang sudah terlihat pucat dan lelah. Senyum Aisyah dipaksakan mengembang walaupun itu sulit sekali.


Satu tangannya mengusap punggung suaminya, dan berbisik di telinga suaminya.


"Lakukan yang terbaik demi aku dan anakmu disini." ucap Aisyah sambil menunjuk ke arah perutnya.


"Benarkah kamu ikhlas Aisyah?" tanya Baihaqi pelan.


Aisyah menganggukan kepalanya dan tersenyum pasrah. Air matanya pun lolos juga dari gawangnya. Air mata yang sejak pagi sudah ditahan dengan sempurna, akhirnya mendarat di pipi dengan sempurna.


"Ikhlas tidak ikhlas ini semua menjadi takdirku Mas Bai, sanggup tidak sanggup aku harus sanggup melihat prosesi ini." ucap Aisyah yang mulai terisak.


Baihaqi menghapus air mata Aisyah yang jatuh tanpa halangan ke pipi dan membasahi niqabnya.


"Lanjutkan saja ..." ucap Aisyah terbata bata.


Mata Baihaqi pun sudah memerah dan basah. Baihaqi tidak tahu harus bagaimana lagi. Semua hanya bisa dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.


"Kita mulai ya ... " tanya penghulu kepada Baihaqi.


Aisyah dan Baihaqi pun serempak menjawab.


" Iya... tetaplah di sini menemaniku Humairah." ucap Baihaqi mengiba.


Aisyah tersenyum manis dan mengangguk pelan.


"Saya Nikah dan Kawinkan Ahmad Baihaqi dengan Nastitie Anggraeni Bin Richard Yehezkiel dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!!!" ucap Penghulu dengan mantab dan menghentakkan tangannya saat berjabat.


"Saya terima Nikah dan Kawinnya Nastitie Anggraeni Bin Richard Yehezkiel dengan mas kawin tersebut diatas." ucap Baihaqi dengan suara yang keras dan lantang.


"Bagaimana para saksi SAH?" tanya penghulu kepada seluruh tamu undangan yang hadir.


SAAHHHH!!!!!


DUARRRRRRR ........ Suara petir pun menyambar dengan dahsyatnya hingga membuat para tamu undangan pun terkejut.


JAZAKALLAH KHAIRAN


Gimana part ini ... Authornya ikut nangis genks ... Berat ...... Astaghfirullah....


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


__ADS_2