KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 47


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....

__ADS_1


💚💚💚💚💚💚


Anggie sedari tadi menggerutu kesal. Kotak bekal yang ia bawa susah payah untuk suaminya itu pun ditolak mentah-mentah. Hatinya terasa sangat perih melihat perlakuan suaminya itu kepada dirinya.


'Percuma aku menggunakan gamis dan hijab ini hanya untuk menyenangkan hatimu dan mengambil simpatimu Baihaqi. Tapi ... tapi apa yang aku dapat. Perlakuanmu saja seakan menganggapku tidak pernah ada, tidak pernah hadir dalam kehidupanmu.' teriak Anggie dalam mobilnya sambil memukul-mukul setir mobil itu hingga tangannya pun terluka.


'Apa hebatnya Aisyah?! Aku pun bisa menjadi seperti Aisyah, tapi nyatanya kamu hanya menutup matamu untuk diriku. Bahkan kamu tidak bisa membuka hatimu untukku yang jelas-jelas adalah istrimu yang SAH secara agama dan negara. Apa kamu lupa Baihaqi !!!' teriak Anggie dengan keras didalam mobilnya.


'Wanita itu sudah mati dan aku tidak akan pernah memberitahukan kepadamu jika Aisyah masih hidup dan sudah ditemukan. Aku akan diam dan seolah-olah tidak tahu menahu tentang hal ini.' ucap Anggie yang terus saja meracau.


Kekesalan, kekecewaan dan kemarahannya sudah tingkat tinggi hingga Anggie pun harus meluapkan segala kemarahan dan emosinya itu dengan mendatangi sebuah kafe favoritnya seperti dulu.


Anggie pun melepaskan hijabnya dan menggeraikan rambutnya yang dicat berwarna pirang. Bajunya pun dilepaskan dan hanya memakai tank top dan rok pendek diatas lutut. Anggie pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam kafe tersebut.


Banyak mata kaum Adam pun memandang takjub wanita yang sudah lama tidak bermain ke kafe ini. Anggie memilih duduk di pojok dekat kaca dan memesan minuman beralkohol tinggi yang bisa membuatnya mabuk.


Satu jam berada disana, Anggie sudah menghabiskan tiga botol bir. Kepalanya mulai berat dan pusing. Joe adalah pemilik kafe yang sejak dulu menaruh hati kepada Anggie pun sejak tadi sudah mengamati gadis pujaannya itu.


Joe berjalan mendekati Anggie dan duduk disamping Anggie yang sudah tidak sadarkan diri dengan meracau tidak jelas. Bayangan Aisyah yang selalu ada dalam pikirannya pun membuat Anggie semakin emosi.


Anggie pun mendongakkan kepalanya dan menatap Joe dengan samar karena matanya sudah mulai berbayang akibat pening dikepalanya.


"Haii Baihaqi ... Loe Baihaqi kan?!! Loe mau jemput gw!! Dengan senang hati Bai, gw kan istri loe, sudah seharusnya loe jemput gw, loe cari gw kalau gw gak ada dirumah. Loe itu gak usah pikirin Aisyah." ucap Anggie meracau tidak jelas.


Senyum smirk yang ditampilkan oleh Joe membuat Joe pun ingin berbuat yang lebih. Mengingat betapa kasarnya dulu Anggie menolaknya dan meludahinya dengan ketus dan sombong.


'Baihaqi ... I'm sorry. I have to taste your wife's body.' batin Joe dalam hatinya.


Joe pun menggendong Anggie ala bridal style ke kamar pribadinya di tempat itu. Kamar VIP yang khusu dibuat Joe untuk melampiaskan nafsunya dengan wanita manapun yang ia inginkan. Termasuk dengan Anggie wanita yang pernah ia cintai.


Anggie pun direbahkan di kasur empuknya. Dikunci kamar itu dan dinyalakan AC hingga ruangan itu menjadi dingin maksimal. Seluruh hordeng ditutup dan semua lampu pun dimatikan hingga ruangan itu menjadi gelap dan senyap.


Joe pun mulai melucuti satu per satu pakaian Anggie dengan bebas dan tanpa penolakan. Lalu pakaiannya pun dilepaskan semua hingga tak bersisa sehelai benang pun di tubuhnya.


Anggie yang terus saja meracau nama Baihaqi pun membuat Joe pun semakin gencar untuk menikmati tubuh wanita yang selama ini ia idamkan.


Pelan namun pasti, Joe pun memulainya dari menciumi wajah, pipi, bibir, leher dan seluruh tubuh Anggie pun tanpa terlewatkan satu inchi pun. Tubuh Anggie pun menggelinjang hebat, rasanya semakin bernafsu untuk beradegan panas dengan Joe yang ia anggap sebagai Baihaqi. Dinginnya AC pun sudah tak terasa karena kerinaht sudah mengucur di seluruh tubuh keduanya.

__ADS_1


"Ini malam pertamaku denganmu Baihaqi, aku tahu kamu pasti kuat, aku akan mengimbangi permainanmu sayang." ucap Anggie yang terus meracau tidak sadarkan diri.


Tubuhnya sudah ditindih dan merasakan kenikmatan dunia di beberapa area sensitifnya yang membuatnya pun menjadi basah di sekujur tubuhnya. Hingga Joe pun kalap dan mengulanginya beberapa kali hingga terkulai lemas.


Anggie yang masih dalam pengaruh mabuk pun mengucapkan terimakasih laku tertidur lelap sambil memeluk Joe hingga tengah malam itu menjadi saksi beradunya mereka untuk kesekian kalinya.


Mereka pun tertidur dengan nyenyak dan pulas hingga pagi pun menyambut hari yang baru. Tubuhnya pun masih polos dan hanya ditutupi selimut tebal karena dinginnya AC mulai menusuk kulit dan tulang.


Anggie pun merasakan tubuhnya pun berat karena ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Dirinya mulai sadar dan mengerjapkan kedua matanya hingga terbuka dengan sempurna. Kepalanya masih pening dan Anggie pun merasakan nyeri di bagian intimnya. Anggie pun berbalik badan dan menemukan Joe berada dalam satu selimut yang sama, dibukanya selimut itu hingga Anggie pun berteriak dengan sangat keras.


"Arghhh brengsek kamu Joe!! Apa yang kamu lakukan padaku. Aku sudah memiliki suami." ucap Anggie dengan sangat murka. Amarahnya pun memuncak dan memukuli dada Joe yang sama sekali tidak terasa sakit bagi Joe. Malahan pria berdada bidang itu pun tertawa lepas dan bahagia.


"Aku bisa menikmatinya sayang. Apa kamu mau mengulanginya kembali?" tanya Joe dengan senyum mengembang tanda kemenangan.


"Gak Sudi!! Beraninya kamu menipuku!! Laki-laki Brengsek!!" teriak Anggie dengan kencang.


Joe pun dibuat gemas dengan wanita didepannya ini kemudian ditarik pergelangan tangannya dan dibalikkan tubuh Anggie hingga posisinya pun dibawa dan Joe diatas.


"Aku ingin mengulanginya lagi. Aku rindu dengan desahanmu tadi malam. Teriak sekeras-kerasnya tidak akan ada yang mendengarnya. Ruangan ini kedap suara sayang." ucap Joe pelan dan tersenyum lalu mengecup bibir Anggie yang sudah tidak bisa berontak karena tenaganya tidak sebesar Joe.


Dan dengan tenangnya Joe pun mengulangi perbuatannya lagi hingga Joe benar-benar puas sebelum mencampakkan wanita sombong ini.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


__ADS_2