KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 57


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚

__ADS_1


Pak Amin pun menyimak drama ini dengan khusyuk. Rasa penasaran dengan ungkapan Joe tadi. Mungkin Pak Amin harus mengikuti Joe untuk mendapatkan informasi penting.


Kejadian di restauran itu sungguh memalukan karena akhir cerita yang tidak mengenakkan. Kekasih Joe yang sedang makan malam bersama pun jengah melihat keduanya, kekasihnya itu bernama Ratih. Ratih berdiri dan membawa segelas minuman lalu menyiram Anggie dengan air minuman didalam gelasnya.


"Hai Jalang ... Gak usah kamu peluk peluk calon suami saya." teriak Ratih kesal.


"Ratih!! Cukup. Aku gak pernah suka dengan kamu. Kamu itu hanya pelampiasanku, aku hanya mencintai Anggie, dan malam itu aku bahagia bisa bersamanya. Lihat itu anakku, Anak yang dikandung Anggie adalah anakku." ucap Joe dengan lantang.


"Apa kamu sudah gila Joe. Aku ini calon istrimu, aku juga sudah kamu tiduri!! Seenaknya aja kamu mau sama jalang seperti dia." teriak Ratih tidak terima.


Anggie pun sudah naik pitam, hatinya sangat kesal dan tidak terima dengan hinaan Ratih. Anggie pun mendorong bahu Ratih dengan kedua tangannya.


"Loe bilang apa? Jalang!! Ambil tuh Joe, gw gak butuh. Gw udah punya suami, dan lebih segalanya dari Joe. Dan loe Joe, ini anak gw sama suami gw, jadi loe jangan berharap banyak dari gw. Dan jangan fitnah gw pernah tidur sama loe!! Loe aja gak punya bukti!!" ucap Anggie dengan lantang.


Anggie pun melenggang pergi meninggalkan Joe dan Ratih yang saling berpandangan. Dengan sigap Ratih pun menarik rambut panjang Anggie.


"Dasar cewek brengsek loe!! Gak tahu berhadapan dengan siapa??" teriak Ratih dan mengacak-acak rambut Anggie.


Anggie yang tidak memiliki kesiapan dan keseimbangan pun jatuh terduduk.


"Arrrrghhhhh .... Sakit!!" teriak Anggie keras agar semua orang menolongnya. Perutnya terasa keram dan nyeri di bagian inti.


Joe pun langsung mengangkat Anggie yang sedang kesakitan. Membopongnya untuk dibawa ke klinik terdekat. Joe sangat cekatan dan inisiatif karena memang Joe tidak ingin melihat Anggie dan bayi yang dikandungnya terjadi apa-apa.


"Joe ... Brengsek loe .... Joe!!!" teriak Ratih keras.


Tangan Ratih dikepal erat dan wajahnya memerah antara malu dan kesal. Dirinya benar-benar malu dengan kejadian tadi. 'Brengsek loe berdua, lihat pembalasan gw. Anggie loe menang hari ini tapi gak untuk besok', batin Ratih di dalam hatinya.


Joe berlari mengikuti brankar didorong dari arah parkiran hingga UGD. Anggie mengalami keram perut yang hebat dan akhirnya tidak sadarkan diri selama perjalanan menuju rumah sakit.


Joe tahu persis, apa yang dialami Anggie. Sejak dulu Joe selalu mengajak Anggie menikah namun selalu ditolak Anggie dengan alasan ingin fokus kuliah. Pernikahannya dengan Baihaqi pun Joe tahu.


Semua tentang Anggie, Joe mengetahuinya. Jadi Joe yakin anak dalam kandungan Anggie adalah anaknya. Joe berusaha merebut hati Anggie agar bisa mencintainya karena buah hati mereka.


Anggie sudah mendapatkan pertolongan pertama dan kandungannya masih baik-baik saja. Anggie pun di pindahkan ke ruang perawatan, karena perlu beristirahat beberapa hari untuk menstabilkan tubuh dan janin yang ada di dalam perutnya.


Joe menemani Anggie yang masih tertidur karena pengaruh obat yang disuntikkan untuk penguat janin.


Joe pun keluar dari ruangan itu dan berniat untuk membeli makanan dan beberapa kebutuhan yang dibutuhkan Anggie dan dirinya selama di rawat.

__ADS_1


Di area rumah sakit itu ada kantin dan ada mini market untuk pengunjung rumah sakit. Pak Amin sudah berdiri disana, sengaja menunggu di kantin karena pasti Joe akan kesana.


"Assalamualaikum ... Anda teman Non Anggie?" tanya Pak Amin dengan sopan.


Joe pun yang sempat kaget lalu ikut tersenyum ramah dan menjawab pertanyaan dari Pak Amin.


"Waalaikumsalam ... Betul. Lebih tepatnya calon suaminya, karena anak yang ada dalam kandungannya itu adalah anak saya." ucap Joe mantap.


"Ohh begitu kah?? Maaf kenalkan nama saya Pak Amin. Saya supir Pak Baihaqi suami Non Anggie. Bisa bicara sebentar mengenai hal ini." tanya Pak Amin pelan.


Joe sempat terdiam dan berpikir sejenak. Dirinya takut dijebak atau malah disalahkan atau apa saja tentang kemungkinan buruk.


"Tenang saja Pak Joe. Hanya ada satu hal yang harus saya buktikan tentang kandungan Non Anggie. Bisa kita bicara empat mata?" tanya Pak Amin pelan.


"Oke baiklah. Saya membeli makanan dulu, nanti kita bicarakan di ruang tunggu depan kamar rawat Anggie." ucap Joe pelan.


"Baiklah Pak Joe. Itu bisa diatur." ucap Pak Amin pelan.


Sudah satu jam mereka berbincang dan sesekali Joe melihat ke kamar rawat inap untuk melihat keadaan Anggie. Pak Amin mendapatkan semua bukti secara lengkap mulai dari video mereka melakukan hubungan intim, chat Anggie kepada Joe dan bukti kehamilan Anggie dan permintaan Anggie untuk tidak diganggu lagi.


Ada banyak sekali bukti yang bisa menjatuhkan Anggie. Dan disini ada dua orang yang merasa beruntung dengan kejadian memalukan tadi di restauran. Pak Amin mendapatkan semua bukti, sedangkan Joe pun bernafas lega karena Baihaqi sudah menalaknya. Surat Panggilan itu sudah diberikan kepada Joe, diharapkan Anggie mau datang menghadiri sidang perceraian yang akan digelar lusa.


"Terima kasih Pak Joe. Saya harus pamit undur diri dan memberikan informasi penting ini kepada Pak Baihaqi. Mungkin bila ada sesuatu saya akan menghubungi Pak Joe kembali." ucap Pak Amin pelan.


"Iya Pak Amin. Terima kasih juga atas semuanya. Saya akan selalu siap membantu Bapak dan Pak Baihaqi untuk masalah Anggie." ucap Joe dengan wajah berbinar dan mantap.


Joe dan Pak Amin pun berjabat tangan tanda kesepakatan mereka. Karena pertemuan ini semua ada titik terang dan semua ada solusi terbaik, dan semuanya saking di untungkan. Tapi entah dengan Anggie, bagaimana nasibnya setelah ini.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.

__ADS_1


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


__ADS_2