KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 76


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Sudah dua jam lamanya, Aisyah tidak sadarkan diri. Tubuhnya terlihat sangat lemas dan wajahnya pucat. Terlihat Raina dan Fathan menemani Aisyah dan menunggu hingga adik bungsunya itu tersadar kembali.


Fathan yang terlihat panik berjalan-jalan disekitar ruangan rawat inap Aisyah untuk menghilangkan rasa takut dan kecemasan yang melanda dirinya.


Pikiran Fathan melayang entah kemana, banyak kejadian yang saling berkaitan namun, Fathan sendiri belum menemukan siapa otak dari ini semua.

__ADS_1


Teman-teman Fathan sudah bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing. Mereka mencari tahu keberadaan Anggie yang terculik tadi malam, dan apakah ada hubungannya dengan penembakan Baihaqi.


"Mas Fathan?" panggil Raina lembut.


Fathan yang masih saja berjalan-jalan dengan pemikirannya sendiri sampai tidak mendengar panggilan dari Raina istrinya.


"Mas Fathan!!" panggil Raina sedikit berteriak.


Fathan langsung menoleh ke arah Raina dengan wajah kaget.


"Ada apa?" tanya Fathan yang sedikit gugup.


"Seharusnya Raina yang tanya, Mas Fathan kenapa? Sedari tadi berjalan mengelilingi ruangan seperti cemas menutupi sesuatu?" tanya Raina pelan dan lembut.


Raina bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Fathan yang masih berdiri dan terdiam.


"Kamu kenapa Mas Fathan. Jujurlah denganku, masalah apa yang sedang mengganggu pikiranmu." tanya Raina dengan penuh kelembutan. Satu tangan Raina mengusap bahu Fathan dengan pelan.


Fathan hanya terdiam lalu memeluk Raina dengan cepat dan sangat erat. Terasa bahu Fathan bergetar hebat dan suara sesegukan dari balik bahu Raina.


"Mas ... Ada apa? Tolong ceritakan, kamu tidak ingin melihatku mati penasaran kan? Hemmm?" ucap Raina pelan melepaskan pelukan itu.


"Aku takut kehilanganmu untuk kedua kalinya Raina. Aku tidak ingin kamu jauh dari sisiku." ucap Fathan pelan dan sangat lirih.


"Aku akan tetap disini menemanimu dan menemani Aisyah serta Baihaqi yang sedang Kritis." ucap Raina pelan.


"Insya Allah kamu adalah yang terakhir baik di dunia dan di akhirat untukku Mas Fathan." ucap Raina dengan tegas namun tetap lembut.


"Terima kasih Raina. Sayangku ..." ucap Fathan yang sedikit romantis namun tetap saja terlihat kaku.


"Mas Fathan, kamu itu gak cocok berkata romantis. Cukup dengan perlakuan kamu, perhatian kamu dan rasa sayang serta cinta kamu secara nyata itu sudah membuatku bahagia." ucap Raina pelan dan tersenyum manis.


"Pintarnya istriku kalau memuji. Makin cinta nih" ucap Fathan lembut sambil mencolek dagu Raina.


"Mas Fathan, kenapa ujian Aisyah begitu berat. Baru saja merasakan kebahagiaan dengan keluarga kecilnya. Namun, ujian itu datang kembali. Aku ikut prihatin dengan keadaan Aisyah. Hal terburuk yang ada dipikiran aku di kemudian hari, bagaimana mental Aisyah menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya. Itu sulit dan tidak mudah bahkan menyakitkan." ucap Raina pelan sambil mengusap-usap kepala Aisyah.


"Kamu jangan risau dan cemas seperti itu Raina. Aisyah adalah perempuan yang tangguh dan sabar. Ketabahan hatinya sungguh luar biasa. Menerima pahit kenyataan hidup, Aisyah masih bisa tersenyum dan menebarkan kebaikan. Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang sabar dan memasrahkan dirinya hanya kepada Allah SWT." ucap Fathan dengan lembut.


"Ajari aku sabar Mas Fathan. Agar kelak kita bertemu lagi di Surga." ucap Raina pelan.


"Kamu sudah berhijrah dan sudah Istiqomah. Pertahankan itu semua Raina. Jangan merasa bangga dengan apa yang kamu miliki di dunia ini, sejatinya Allah SWT bisa mengambil semua milikmu kapan saja dengan satu kedipan mata." ucap Fathan pelan menjelaskan.


"Tapi Mas ..." ucap Raina pelan.


"Ilmu sabar itu pasti dimiliki setiap orang, mungkin caranya saja yang berbeda dan respon tentang kesabaran juga berbeda. Ingat Ilmu Sabar itu unlimited ya, tidak ada batasnya." ucap Fathan mengingatkan dengan tegas.

__ADS_1


"Mas Baihaqi ... Mas ... Jangan tinggalkan aku Mas .... Mas ...." ucap Aisyah dengan lirih dengan mata masih terpejam. Di sudut matanya terlihat buliran kristal yang sudah menumpuk disana.


"Aisyah ... bangun Aisyah ... Aisyah !!!" teriak Raina sedikit keras karena terkejut dengan ucapan yang terlontar dari bibir Aisyah yang kering dan memucat.


"Aisyah ... Ini Kakak... Aisyah sadarlah sayang." ucap Fathan lembut.


Raina langsung memeriksa keadaan Aisyah yang semakin melemah. Detak jantungnya nyaris tidak terdeteksi, namun masih terasa hembusan nafasnya. Selang oksigen masih terpasang di hidungnya untuk membantu Aisyah.


"Bagaimana keadaan Aisyah, Raina?" tanya Fathan sedikit cemas.


"Saat ini, kondisi Aisyah lemah Mas Fathan. Sepertinya Aisyah benar-benar terpukul dengan keadaan ini, hingga mentalnya juga ikut terganggu. Batinnya sudah pasti bergejolak, ini sangat mempengaruhi kondisi tubuhnya Mas Fathan." ucap Raina yang juga cemas dan panik, namun bisa menutupi kecemasannya dengan tenang.


Terdengar suara langkah memasuki kamar rawat inap Aisyah dengan tergesa-gesa.


"Dokter Raina, Anda dipanggil Dokter Ahmad, perihal kondisi pasien atas nama Baihaqi yang semakin memburuk." ucap salah satu perawat dengan sopan dan agak panik.


"Baik, saya akan kesana." ucap Raina singkat.


"Pergilah dan selamatkan Baihaqi untuk Aisyah." ucap Fathan lembut memotivasi Raina.


"Iya Mas Fathan. Bismillahirrahmanirrahim, aku pergi dulu. Jaga Aisyah, jangan ceritakan hal yang sebenarnya jika nanti Aisyah tersadar." ucap Raina mengingatkan.


Raina dan perawat tersebut dengan segera berjalan menuju ruang ICU, dimana Baihaqi dirawat dan diisolasi.


Dalam hati Rania sudah tak karuan, entah apa yang sebenarnya terjadi hingga Dokter Ahmad memanggilnya. 'Apa benar kondisi Baihaqi sangat buruk. Apa masih bisa tertolong. Ya Allah berikan keajaiban.' batin Raina sepanjang jalan menuju ruang ICU.


DI TEMPAT LAIN


"Assalamualaikum Than, target sudah ditemukan. Tunggu kabar aku selanjutnya ..." ucap David sahabat Fathan.


"Waalaikumsalam ... baik Vid. Tolong jaga Anggie, dan cari tahu keterkaitannya apa dengan masalah ini." ucap Fathan dengan tegas.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...

__ADS_1


Terima Kasih ....


__ADS_2