KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 66


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Aisyah ... Kamu lihat apa?" tanya Baihaqi pelan sambil menepuk pundak Aisyah dengan lembut.

__ADS_1


Nadya sudah duduk di kursi secara terpisah sambil menikmati es krim strawberry. Baihaqi duduk di sebelah Aisyah di kursi panjang taman itu.


"Astaghfirullah ... Mas Bau. Kamu membuat aku kaget. Itu Mas, anu itu eh tadi aku ketemu sama Anggie." ucap Aisyah pelan dan sekilas menatap jalan yang dilalui oleh Anggie dan Edward.


"Anggie?! Ada di Kairo?! Untuk apa dia kesini?" ucap Baihaqi sedikit keras. Wajahnya tampak memerah karena kesal.


"Mas, Anggie sudah punya kehidupan sendiri. Perutnya sudah besar mungkin sebentar lagi dia akan melahirkan dan menjadi Ibu." ucap Aisyah menjelaskan.


"Cukup Aisyah. Kelembutan hatimu jangan membutakan kedua matamu. Anggie itu bukan orang baik. Aku tidak mau mendengar nama itu lagi, hatiku sakit Aisyah." ucap Baihaqi pelan.


"Kenapa Mas. Walau bagaimana pun juga, Anggie itu sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dia juga mantan istrimu Mas." ucap Aisyah menjelaskan.


"Istri macam apa? Istri yang mencari kesenangan sendiri di saat aku terpuruk kehilangan kamu Aisyah." ucap Baihaqi yang semakin meninggi.


"Apa katamu Mas?? Bukankah memang kamu tidak mencintainya dan kamu tidak peduli dengan Anggie??" tanya Aisyah yang sempat bingung dengan pernyataan Baihaqi.


"Aku memang tidak mencintainya Aisyah. Saat itu aku berusaha membuka hatiku untuk Anggie, di saat aku terpuruk dan aku hampir gila kehilangan dirimu, tapi aku lebih gila mendengar dia hamil dengan orang lain, di saat dia masih SAH menjadi istriku. Aku bagaikan suami tidak memiliki harga diri dan tidak bisa membimbing istriku sendiri menjadi lebih baik." ucap Baihaqi kesal.


"Mas ... Maafkan aku, karena sudah berpikiran buruk terhadapmu." ucap Aisyah yang sedikit salah paham dengan maksud Baihaqi.


"Tidak apa-apa Aisyah. Aku pergi mencari ketenangan diri bersama Nadya di Ponpes, aku mencari solusi untuk pernikahanku tapi hanya ada kata talak dan menceraikan Anggie. Mungkin kalau waktu itu tidak seperti itu aku tidak tahu apa yang terjadi antara aku dan Anggie. Pastinya aku akan sangat menyesal sekali karena telah menggadaikan cinta sejati ku hanya untuk seorang Anggie." ucap Baihaqi tegas.


"Jangan modusin aku Mas Bai." ucap Aisyah yang tersipu malu di balik cadarnya.


"Cintailah aku sewajarnya Mas, jangan sampai rasa cintamu kepadaku itu lebih besar dari pada cintamu kepada Allah SWT." ucap Aisyah lembut. Satu tangannya mengusap rambut Baihaqi dengan pelan.


"Astaghfirullah ... Ini yang aku suka darimu Aisyah. Kamu selalu mengingatkan aku disaat hatiku mulai goyah dan kurang yakin terhadap Allah SWT. Kamu itu berlian yang harus terus aku simpan dan aku jaga. Aku takut, berlianku ini suatu saat menemukan kenyamanan yang baru." ucap Baihaqi pelan.


"Astaghfirullah Mas. Berucaplah yang baik-baik. Ucapan itu adalah doa. Jangan sampai kita mendahului atau mengatur Allah SWT." ucap Aisyah pelan.


"Iya Aisyah, Humairah sayang. Yuk kita pulang, matahari mulai panas, kasihan Azan mulai tidak nyaman. Mau mampir membeli sesuatu?" tanya Baihaqi pelan kepada Aisyah.


"Iya Mas. Kita mampir ke supermarket di seberang jalan ya. Ada beberapa kebutuhan yang sudah habis." ucap Aisyah pelan.


Baihaqi sudah menggendong Nadya sedangkan Aisyah mendorong kereta bayi Azan menuju ke luar taman dan menyebrangi jalan. Mereka berjalan menuju supermarket di sekitar apartemen yang ditinggali oleh Anggie dan Joe.


Bunyi sirine polisi yang sangat keras dan nyaring sangat memekakkan telinga orang-orang yang sedang berlalu lalang.


Aisyah dan Baihaqi melihat dari kejauhan karena instruksi dari pihak yang berwajib agar semua orang tetap diam di tempat dan tidak bergerak yang menimbulkan gesekan antara pihak yang berwajib dengan tersangka yang akan ditangkap.


Beberapa polisi sudah turun dan membawa senjata api ditangannya sambil memasuki apartemen tersebut. Satu per satu orang yang menjadi tersangka pun ditangkap hingga polisi menangkap salah satu orang yang tidak asing lagi bagi Aisyah.

__ADS_1


"Astaghfirullah ... itu ... bukankah itu bodyguard Anggie. Mas Bai, itu bodyguard Anggie, tadi aku ketemu dengannya di taman." ucap Aisyah pelan.


"Mana mungkin Aisyah. Aku tahu betul siapa Joe, dia pria yang baik dan pasti bisa menjaga Anggie. Mungkin kamu terlalu lelah Aisyah, jadi salah orang." ucap Baihaqi dengan santai.


"Masya Allah, Mas Bai itu bodyguard Anggie. Dimana Anggie, apa yang terjadi sebenarnya. Percaya denganku Mas Bai." ucap Aisyah lirih.


Saat Edward menjadi salah satu tersangka yang dibawa oleh pihak yang berwajib tatapannya menatap ke arah Aisyah yang tepat berada di depannya. Tatapan tajam yang mengisyaratkan untuk tutup mulut dan tidak membongkar rahasia Anggie.


"Itu yang kamu bilang bodyguard Anggie, kenapa menatapmu seperti itu?" tanya Baihaqi yang sejak tadi ikut menyimak.


"Entahlah mungkin ada sesuatu rahasia, agar aku tidak membongkar karena telah bertemu dengan Anggie." ucap Aisyah singkat setengah berbisik.


Baihaqi membelalakkan kedua matanya dan menatap penuh ke arah Aisyah.


"Maksudmu Anggie juga dalam bahaya??" tanya Baihaqi pelan.


"Bisa jadi. Segala sesuatu bisa saja terjadi." ucap Aisyah pelan.


Polisi sudah pergi membawa beberapa orang kepercayaan Joe. Tentu saja hal ini sudah di antipasi oleh Joe, karena Edward adalah tangan kanan Joe.


DI TEMPAT LAIN


Bima dan beberapa anak buahnya tertawa puas mendengar berita tentang Joe dan anak buahnya. Beberapa orang sudah ditangkap dan akan ditahan beberapa waktu. Dengan begitu, Joe akan meminta bantuan Bima untuk mengeluarkan anak buahnya itu dan ini kesempatan Bima untuk melancarkan aksinya.


"Sudah ada berita terbaru Bos." ucap Reza singkat kepada Bima.


"Aku suka kerja kalian. Buat hidup Joe itu menderita." ucap Bima dengan tegas.


Semua menganggukan kepalanya dengan penuh hormat. Tugas ini bukanlah tugas yang sulit, namun bila terlena bisa jadi senjata makan tuan.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.

__ADS_1


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


__ADS_2