KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 27


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Aku ingin di tempat lain yang lebih netral bawa bukti yang kamu punya. Aku membawa asisten dan supir sebagai saksi. Kalau informasi yang kamu berikan akurat dan lengkap akan aku beri uang itu secara cash." ucap Aisyah yang semakin penasaran dengan keadaan yang sebenarnya.


Wanita itu tampak berpikir dan diam sejenak lalu mengerutkan keningnya dan mengangguk dengan pasrah.


Hanya ada tempat netral untuk bernegosiasi selain rumah pribadi yaitu restoran.


Wanita paru baya itu pun meminta ijin masuk ke rumahnya sebentar dan mengambil beberapa bukti yang ia miliki untuk di berikan kepada Aisyah. Wanita itu pun pergi bersama Aisyah menuju restoran sesuai janji Aisyah tadi.


"Siapa namamu Ibu?" tanya Aisyah dengan sopan yang duduk di kursi tengah.


"Aku Anastasia, panggil saja Mama Ana." ucapnya pelan dengan tersenyum tipis.


"Seberapa dekat hubunganmu dengan Nastitie dan Ibu Margaretha?" tanya Aisyah pelan. Tatapannya tertuju kepada Mama Ana, mungkin disana akan terlihat karakter dan sifat Mama Ana itu jujur atau hanya ingin mengadu domba demi kepentingan pribadinya.

__ADS_1


"Aku ... ekhemmm Aku .... " ucapannya pun terputus saat Aisyah menyela terlebih dahulu.


"Tidak perlu gugup, kami tidak akan membocorkan rahasia ini kepada Ibu Margaretha" ucap Aisyah dengan pelan dan meyakinkan.


"Aku adalah adik tiri Richard Yehezkiel, Ayah Nasitie." ucap Mama Ana dengan lantang.


"Adik tiri?? Aku tidak pernah tahu. Ibu Margaretha tidak pernah mengenalkan saudara saudaranya." ucap Aisyah pelan.


"Aku akan dibawa kemana?" tanya Mama Ana yang mulai gelisah dan curiga. Karena sudah banyak rumah makan dan restoran buang dilewati oleh Aisyah begitu saja, padahal tujuannya ingin ke restoran.


"Aku sudah menyewa tempat di Restoran Bintang Lima, tempatnya lebih private sehingga rahasia ini tidak bisa bocor begitu saja." ucap Aisyah menjelaskan.


Mama Ana pun tampak manggut-manggut dan tersenyum seolah penuh kemenangan. Binar bahagia dari wajahnya pun tersirat hingga senyum itu tercurah begitu saja tanpa Mama Ana sadari.


"Aku mempercayaimu Aisyah. Kamu dan Suamimu adalah orang yang baik, jika tidak baik tidak mungkin Nastitie bersikukuh hanya ingin menikah dengan Baihaqi." ucapnya semakin mantap, dan menjurus arah pembicaraan yang sesungguhnya.


Sepertinya pancingan Aisyah pun bisa membuka kedok keluarga Anggie tanpa ia sadari.


"Lalu uang lima juta untuk apa? Itu jumlah yang sedikit bukan tidak sebanding dengan resiko Anda membocorkan rahasia keluarga Anda kepada saya. Mungkin bisa-bisa nyawa taruhannya." ucap Aisyah tegas. Aisyah sengaja menakut-nakuti Mama Ana.


Seketika mata Mama Ana pun mendelik seperti tampak ketakutan. Bayangan penyiksaan yang pernah ia terima dulu sewaktu kecil membuatnya trauma itu kembali hadir membayangi kehidupannya. Namun itu semua berhasil Mama Ana tutupi dengan hanya tersenyum. Senyuman ini berbeda dengan senyuman yang Aisyah lihat tadi. Senyuman ini lebih terkontrol dan tampak hati-hati.


Satu hal yang ingin diketahui Aisyah, motif Mama Ana itu apa? Bukankah dia adik tiri Richard yang berarti adik tiri Ayah Anggie, lalu hubungannya apa? Benang merahnya dimana?


"Uang itu memang sedikit. Mungkin setelah tahu kebenarannya kamu dan suamimu akan bertindak. Pernikahan itu hanya settingan, baik dari Anggie dan Ibu Margaretha. Rumah itu pun menjadi sengketa karena rumah itu milik Richard Yehezkiel." ucapnya lantang. Kebenaran pun terungkap dengan sendirinya tanpa di sengaja.


"Bertindak untuk apa? Sedangkan aku tidak tahu apa yang terjadi. Sesuai tuduhannya waktu itu, anak yang di kandung Anggie adalah anak dari suamiku. Lalu aku bisa apa? Bila Suamiku tidak mengakuinya maka akan ditangkap dengan tuduhan pemerkosaan." ucap Asiyah pelan menjelaskan dengan tenang.


Mama Ana menyimak penuturan Aisyah dengan seksama tanpa terlewati satu kata pun.


"Itu kan keinginan mereka. Sejak dahulu Margaretha memang seperti itu, Dia itu licik dan memiliki segudang rencana." ucap Mama Ana pelan.


Secara tidak sadar Mama Ana mengumpat mantan istri dari Kakak tirinya sendiri. Hal ini tidak luput dari perhatian Asiyah. Ada apa ini sebenarnya, gumam Aisyah pelan.


Tidak terasa satu jam sudah berlalu, mobil pun sudah masuk ke parkiran sebuah hotel berbintang lima. Mobil pun menuju parkiran restoran hotel yang berada disamping hotel itu. Mobil Aisyah pun tepat terparkir di samping mobil Baihaqi yang sudah datang terlebih dahulu.


Semuanya pun masuk dan duduk di meja sesuai pesanan mereka. Baihaqi duduk agak jauh dengan laptop terbuka dan wajah yang ditutupin dengan kacamata hitam. Meja Aisyah sudah dipasang kamera untuk merekam kegiatan keempatnya.


Baihaqi dengan sengaja tidak memunculkan diri. Dia bahkan tahu betapa pintar istrinya itu tanpa harus di komando. Sesekali Aisyah melirik dan saling bertatap dengan netra Suaminya.


"Silahkan dipilih saja dulu makanan yang Ana inginkan Mama Ana. Jangan sungkan-sungkan, mau yang paling enak boleh atau mau makanan yang paling mahal juga boleh atau makanan yang menjadi andalan di restoran ini juga boleh. Mau satu, dua atau tiga porsi pun silahkan. Saya yang akan membayar semuanya." ucap Aisyah pelan dan lembut.


Mereka berempat pun sibuk memilih makanan kesukaan mereka. Mbok Surti dan Pak Amin pun saling menyenggol tidak mengerti bahasa yang tertulis pada buku menu itu. Aisyah pun tersenyum melihat kedua orang tua itu yang tampak kebingungan.


"Mbok Surti dan Pak Amin ingin makan makanan apa? Sebutkan saja, biar Aisyah yang tulis di sini." tanya Aisyah kepada keduanya bergantian.

__ADS_1


Mbok Surti dan Pak Amin pun langsung melihat gambar yang ada di belakang buku menu itu. Dan menunjuk salah satu gambar disana sepertinya menggoda lidahnya untuk mencicipi.


"Non Aisyah ... Bapak mau yang ini. Biar kayak di film romantis, makan daging yang di iris iris seperti ini, minumnya ini yang warna merah Non." ucap Pak Amin dengan kaku dan memperlihatkan gambar beef steak black papper hot plate dengan minuman Cherry Squash, berwarna merah dan terlihat segar.


"Ohh itu namanya steak Pak Amin. Oke." ucap Aisyah dengan lembut menjelaskan.


"Saya yang mau yang ini Non Aisyah." ucap Mbok Surti dengan penuh semangat memperlihatkan gambar salad sayur untuk vegetarian disana.


"Mbok itu salad sayur mentah. Mbok Surti doyan?" tanya Aisyah pelan. Sebenarnya ingin tertawa namun itu di urungkan, takutnya menyinggung perasaan Mbok Surti.


"Oh ..." hanya kata itu yang terucap dari bibir Mbok Surti hingga membentuk huruf o.


Aisyah pun tersenyum dan memberikan pilihan kepada Mbok Surti.


"Mau nasi goreng? Mie? Atau spaghetti?" tanya Aisyah pelan.


"Nasi Goreng saja Non Aisyah sama Es jeruk." ucapnya dengan polos.


"Oke Mbok ..." ucap Aisyah dan mengacungkan jempolnya.


Semua menu sudah ditulis dan diberikan kepada pelayan yang bertugas mengambil catatan pesanan dan buku menu. Aisyah pun langsung merapikan duduknya dan menyamping menghadap Mama Ana.


"Silahkan Mama Ana, kita menunggu pesanan tolong bukti itu berikan kepada saya. Tidak hanya lima juta rupiah jikalau informasi dan bukti itu benar sesuai fakta, maka uang cash akan aku tambah sebagai ucapan terima kasih. Lalu satu hal lagi yang ingin aku ketahui, apa motif Mama Ana memberitahukan hal besar ini kepada saya. Bukankah Anda bersudara walaupun bukan kandung." ucap Aisyah dengan mantap dan tegas.


"Baiklah kita sepakat." ucap Mama Ana dengan sangat mantap.


Mereka berdua berjabat tangan tanda kesepakatan pun sudah terjadi. Yang mereka lakukan hanya face to face, hanya rasa kepercayaan tanpa ada hitam di atas putih.


Aisyah mulai menyimak apa yang dijelaskan oleh Mama Ana.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


💚💚💚💚💚


__ADS_2