KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 41


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat


Amanah Terindah


Kalam Hikmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


'Anggie kenapa rupa dan akhlakmu kini menyerupai Aisyahku. Kenapa semesta membuatku semakin tidak bisa melupakan Aisyahku. Aisyah dimana kamu ... Aisyah ...', gumam Baihaqi dalam batinnya.


Pagi ini perjalanan menuju kampus pun terasa sangat lama. Baihaqi masih mengingat tatapan Anggie saat mengganti dasi yang sudah terikat rapi di lehernya.


Tatapan itu mengingatkan tatapan kepemilikan Aisyah. Bola mata yang bulat dan pupil mata yang berwarna hitam legam. Buku mata yang lentik menambah kecantikan pada wajahnya. Yang membedakan adalah gaya bicara Anggie yang terkesan canggung dan takut.

__ADS_1


Kini pikirannya malah tertuju pada Anggie. Senyumnya yang teduh dan sendu sama seperti senyum Aisyah. Rasa masakannya pun sama seperti masakan Aisyahku.


'Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?! Anggie pun juga istriku yang SAH. Tapi memang tidak pernah ada cinta diantara kita. Cintaku hanya ku pupuk untuk Aisyahku.' gumamnya pelan di dalam hatinya.


"Pak Amin, putar balik saja. Kita ke tempat Habib Quraisy, saya sedang membutuhkan pencerahan dan saran." ucap Baihaqi pelan.


"Baik Pak Baihaqi." jawab Pak Amin dengan sopan.


Mobil pun sudah putar balik untuk kembali ke arah Ponpes milik Habib Quraisy. Pelataran itu sangat luas sehingga banyak pohon yang tertanam rapi di pinggiran halaman itu. Mobil pun berhenti dan parkir ditempat yang sudah disediakan.


Baihaqi pun turun dan langsung masuk ke gerbang Ponpes menuju padepokan Habib Quraisy. Derap langkah kaki Baihaqi pun seakan melayang dan sama sekali tidak terdengar hingga sampailah Baihaqi di depan padepokan milik Habib Quraisy.


"Assalamualaikum ... Bib .." panggil Baihaqi sambil mengucap salam.


"Waalaikumsalam ... antum Baihaqi?! Apa kabar antum?!" ucap Habib Quraisy pelan dan terdengar lembut.


"Ana baik Bib, hati ana yang sedang tidak baik." ucap Baihaqi pelan sambil memeluk erat keturunan Rasulullah itu.


"Kenapa antum menangis, ceritakan padaku Baihaqi." ucap Habib Quraisy pelan.


Habib Quraisy pun melepaskan pelukan dari Baihaqi kemudian menatap Baihaqi dengan bingung. Lalu mengajaknya duduk bersila diatas karpet berbulu yang sangat empuk dan nyaman.


"Antum sendiri?! Aisyah mana?! Harim ana rindu pada Harim antum." ucap Habib Quraisy pelan.


"Aisyah tidak ditemukan dalam kecelakaan pesawat itu Bib. Ana merasa bersalah dan ana merasa Aisyah itu masih hidup saat ini. Ana pernah memimpikan Aisyah yang berteriak minta tolong kepada ana, Bib." ucap Baihaqi pelan. Dadanya sesak sekali rasanya, seperti ditusuk-tusuk oleh tusukan sate.


"Kecelakaan pesawat yang di Jepang?! Antum salah satu penumpang yang masih hidup?!" tanya Habib Quraisy pelan.


"Iya Bib. Ana masih hidup, ceritanya panjang Bib." ucap Baihaqi dengan suara yang mulai serak.


"Ana akan mendengarkan cerita dan keluh kesah antum. Ana paham antum kesini bukan saja ingin menceritakan tentang Aisyah, namun ada perihal lain yang ingin antum katakan kepada ana." ucap Habib Quraisy pelan sambil tersenyum.


Deg


Deg


Deg


Kalam seorang Habib itu sangat berbeda dengan kita insan biasa. Makom atau level tingkatan keimanannya pun juga jauh berbeda. Yakinnya seorang Habib berbeda dengan yakinnya kita sebagai manusia.


"Baiklah Bib ... ana akan ceritakan semuanya. Kebingungan ana sekarang pun akan ana bahas." ucap Baihaqi pelan.

__ADS_1


Habib Quraisy hanya menganggukkan kepalanya pelan pertanda paham. Dengan seksama Habib Quraisy pun mendengarkan curhatan Baihaqi dari awal hingga akhir.


Kurang lebih satu jam lamanya Baihaqi menceritakan masalahnya dan kepahitan hidupnya. Rasa kehilangan yang teramat sangat dalam pun dirasakan oleh Baihaqi.


"Begitu Bib permasalahannya. Kira-kira ana harus bagaimana?!" tanya Baihaqi dengan rasa kebingungan.


"Ana hanya memberikan pandangan saja, bukan saran ataupun kritikan. Silahkan antum simak, ambil positifnya saja dan yang sesuai dengan hati antum." ucap Habib Quraisy pelan dan bijak.


"Baiklah Bib, ana paham. Ana akan mendengarkan pandangan dari antum, jika mengalami hal yang sama seperti ana." ucap Baihaqi pelan.


"Kalau antum yakin dengan masalah Aisyah yang masih hidup, berdoalah minta petunjuk dan ridho dari Allah SWT agar kalian dipertemukan kembali. Lalu masalah antum dengan istri kedua antum. Kalian itu hidup satu atap, mau di sengaja atau tidak disengaja kalian itu sudah SAH secara hukum dan agama. Tapi lebih baik antum bawa kesini istri antum untuk penyempurnaan ijab kabul." ucap Habib Quraisy pelan.


"Lalu Bib?" tanya Baihaqi yang masih bingung.


"Akan menjadi suatu kesalahan bila antum tidak memberikan nafkah batin maupun lahir kepadanya. Bukan hanya salah satunya tapi keduanya. Ini sudah tanggung jawab antum sebagai suami. Jangan mencintai makhluk Allah melebihi rasa cintamu kepada Allah SWT." ucap Habib Quraisy menjelaskan dengan detail.


Baihaqi hanya terdiam, apa yang Baihaqi tangkap itu berati mau tidak mau, suka tidak suka memang Baihaqi harus bisa berlaku adil. Anggie tetaplah menjadi istrinya secara SAH.


"Antum paham?!!" tanya Habib Quraisy pelan kepada Baihaqi.


"Paham Bib. Tapi ana tidak mencintainya, kalau ana ceraikan bagaimana?!" tanya Baihaqi kemudian.


"Disaat antum sudah kehilangan istri antum, ada istri lain yang ingin Sholehah dan mencari pahala, apa iya antum diamkan, bahkan antum ceraikan?! Jalani saja takdir antum, Baihaqi. Allah SWT itu memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan." ucap Habib Quraisy pelan.


Baihaqi pun mengangguk pasrah walaupun hatinya masih belum bisa terima.


"Ana akan pikirkan Bib. Tidak semudah itu bukan?!" ucap Baihaqi yang mulai gusar dan panik.


Rasanya ingin pergi mengikuti Aisyah, agar bisa bersama dengan wanita kesayangannya itu. Debaran jantungnya pun masih berdetak keras seakan degubnya ingin berpindah ke pemilik hatinya.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.

__ADS_1


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


__ADS_2