
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Hidayah Hijrahku (Tamat)
Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)
Angkringan Cinta (Tamat)
Kopi Paste
Kesucian Syahadat ( Tamat)
Amanah Terindah
Kalam Hikmah
Bulan dan Bintang
Kang Tatang dan Asmah
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
"Tuh ... kayaknya mulai perang nih." ucap Pak Amin mengingatkan.
"Waduh gimana ya Pak Amin. Masya Allah. Astaghfirullah .... Saya takut." ucap Mbok Surti terbata-bata.
"Sudah sana Mbok, nanti kita malah di usir." ucap Pak Amin menggoda Mbok Surti yang lagi panik.
__ADS_1
"Walah ... Pak Amin bukannya bantuin malah bikin saya stres." ucap Mbok Surti pelan.
"Mbokkk Suuurrtttiii !!" teriak Anggie lantang. Hingga teriakannya memenuhi seluruh ruangan rumah.
"Iya Non." jawab Mbok Surti keras lalu berlari tergopoh-gopoh.
Untung saja kain panjang itu tidak menyerimpet langkah larinya menuju kamar Anggie. Dengan napas masih terengah-engah, Mbok Surti masuk ke dalam kamar Anggie. Pintu kamarnya terbuka lebar sudah tentu sangat jelas terlihat dari luar kamar.
"Ada apa Non Anggie?" tanya Mbok Surti pelan.
"Sini kamu!! Jadi pembantu gak becus. Rasa apa ini? Saya minta mie goreng rasa keju bukan ditaburi keju kayak gini. Ini makan!!" teriak Anggie sambil melempar piring berisi mie goreng.
Prang .....
Piring itu pecah dan isinya pun berserakan ke lantai. Anggie berdiri kokoh dan menunjuk nunjuk ke arah Mbok Surti.
Mbok Surti hanya terdiam dan membisu, tidak dapat berkata-kata. Pilihan yang terbaik adalah diam seribu bahasa, agar tidak menyulut kemarahan yang lebih besar.
"Bersihkan ... Bersihkan sekarang juga." ucap Anggie lantang.
"Iya Non Anggie." ucap Mbok Surti terbata-bata. Dirinya benar-benar kaget dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Anggie. Sikap Anggie akhir-akhir ini betul-betul berubah seratus delapan puluh derajat.
Mbok Surti membereskan semuanya dengan baik dan bersih, sehingga kamar Anggie pun rapi seperti semula. Mbok Surti menyapu, mengepel dan membersihkan kamar itu dengan telaten. Sedangkan Anggie, hanya tiduran dan makan beberapa cemilan kemasan yang ada di kamarnya.
Sebelum Baihaqi pergi kemarin, Anggie memang di beri uang agar cukup untuk mencukupi kebutuhannya. Jadi Anggie bisa membeli keperluannya sendiri.
"Ya sudah sana pergi. Muak saya juga lihat pembantu bodoh kayak kamu. Kok Aisyah mau memperkerjakan wanita tua kayak kamu." ucap Anggie dengan ketus dan sombong sambil mengibaskan tangannya mengusir Mbok Surti dari kamarnya.
Mbok Surti hanya diam. Rasanya memang sakit dihina seperti itu, terlebih Aisyah dan Baihaqi tidak pernah berkata dengan keras ataupun mengucap kata-kata yang kasar seperti itu.
"Kenapa!! Mau marah? Marah aja, cepet." ucap Anggie ketus.
"Tidak Non Anggie. Saya cukup tahu diri siapa saya sebenarnya disini." ucap Mbok Surti pelan.
"Ohhh Bagus kalau sadar. Pergii!!" teriak Anggie dengan suara keras.
Mbok Surti langsung pergi meninggalkan kamar Anggie dengan kesal dan sakit hati. Langkahnya pelan menuju dapur, dan air matanya mulai luruh .
"Ada apa Mbok Surti?" tanya Pak Amin pelan.
"Baru kali ini saya merasa tidak betah tinggal di rumah ini. Biasanya apapun yang saya lakukan selalu mendapatkan pujian dari Ibu Aisyah. Tapi kali ini saya hanya dicaci maki seperti gembel." ucap Mbok Surti pelan.
"Sudah Mbok ... Jangan diambil hati sudah tahu karakter Bu Anggie seperti itu. Kita di amanahkan Pak Baihaqi untuk menjaga rumahnya. Ingat itu Mbok." ucap Pak Amin pelan menguatkan Mbok Surti.
Mbok Surti menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang sudah mulai keriput.
__ADS_1
Seperti biasa hampir setiap malam Anggie keluar untuk melepas penat seharian dirumah. Mencari waktu untuk bisa sekedar nongkrong bersama teman-temannya.
Pak Amin setiap malam pun diam-diam mengikuti Anggie. Pak Amin harus mendapatkan bukti tentang siapa Ayah Kandung anak yang dikandung Anggie saat ini.
Kali ini Anggie pergi menuju tempat makan favorit bersama beberapa sahabatnya. Mobilnya sudah terparkir di depan restaurant tersebut. Langkah mungilnya memasuki restauran untuk mencari tempat yang pas untuk berkumpul dengan teman-temannya.
Pak Amin pun ikut masuk ke dalam dan mengambil jarak yang cukup jauh. Pak Amin memilih duduk di dekat jendela dan membelakangi Anggie.
Satu per satu teman Anggie pun datang dan memenuhi meja yang sudah di pesan Anggie. Tidak lama ada sepasang kekasih memasuki restauran itu dan duduk tepat di samping meja Anggie. Anggie sama sekali tidak menggubris kedatangan sepasang kekasih itu.
Mereka menikmati makanan itu sambil berbincang dan tertawa lepas. Hingga Anggie pun pamit untuk ke kamar kecil, dan terjadi insiden kecil yang tidak disengaja.
Anggie bangkit berdiri dan berjalan dan tidak sengaja menyenggol lengan wanita yang duduk di meja sebelahnya. Sontak wanita itu menjerit keras karena minumannya tumpah tepat di bagian dada dan pahanya. Lelaki yang menjadi pasangannya pun menatap Anggie lalu .... melihat perbedaan pada diri Anggie karena perutnya semakin buncit karena mengandung.
"Anggie ..." ucap Joe pelan.
Anggie hanya menatap laki-laki itu dengan malas dan berlalu begitu saja tanpa minta maaf.
"Anggie !!" teriak Joe keras. Anggie pun tidak menggubrisnya.
Melihat itu, Pak Amin pun tidak tinggal diam dan tetap mengikuti, ada apa sebenarnya ini.
Joe berlari mengikuti Anggie. Tangannya ditarik hingga Anggie pun tertarik berbalik arah dan memeluk dada bidang Joe.
"Anggie ... maafkan aku. Aku mencarimu kemana-mana. Ini anak kita kan?" tanya Joe pelan sambil mengusap rambut Anggie.
Anggie yang awalnya menikmati sentuhan itu bagai tersihir dan melepaskan pelukan itu dan mendorong Joe.
"Kita gak pernah kenal. Maaf anda salah orang." ucap Anggie ketus
"Anggie ... Biarkan aku menemanimu dan tetap bersama anakku. Itu anakku Anggie." ucap Joe lantang. Suaranya membuat seisi restauran itu pun menatapnya penuh tanya.
Pak Amin pun menyimak drama ini dengan khusyuk. Rasa penasaran dengan ungkapan Joe tadi. Mungkin Pak Amin harus mengikuti Joe untuk mendapatkan informasi penting.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
__ADS_1
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....