
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Hidayah Hijrahku
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Kesucian Syahadat
Amanah Terindah
Kalam Hikmah
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
"Sini aku pakaikan Humairah." ucap Baihaqi pelan menatap wajah cantik istrinya.
Kalung itu sudah melingkar di leher jenjang Aisyah yang berwajah cantik. Senyumnya mengembang bahagia dan sesekali melihat ke arah kaca yang ada di samping tempat tidurnya. Aisyah puas bahkan sangat puas. Kebahagiaannya sangatlah sempurna.
Satu Minggu Kemudian ...
__ADS_1
Baihaqi dan Aisyah pun sudah bersiap untuk pergi ke Jepang. Rencana awal memang untuk acara Fashion Show namun Baihaqi menginginkan liburan bersama selama satu minggu disana dan terakhir mampir ke Turki untuk bertemu Mas Fathan dan Kak Raina.
Kedua kakak Aisyah itu langsung kembali ke Turki setelah setahun menikah. Kak Raina mendapat panggilan di Rumah Sakit untuk dijadikan Dokter Tetap disana sebagai Dokter Kandungan. Sedangkan Fathan membuka kembali usaha restorannya yang sempat terbengkalai karena tidak ada yang mengurusnya.
Mereka pun senang mendapatkan kabar bahwa Aisyah sudah mengandung dan akan berlibur di Turki. Kebetulan sekali Zhein dan Suci pun sedang berada di sana. Karena Zhein mendapatkan kontrak untuk menjadi tenaga pengajar sementara rekomendasi dari universitas di Yogyakarta.
Lengkap sudah kebahagian tiga bersaudara itu. Mereka memang berjauhan tetapi untuk urusan kabar berkabar itu tidak pernah terlewatkan.
Namun ada satu hal yang tidak diketahui yaitu tentang pernikahan kedua Baihaqi dengan Anggie. Karena tidak ada keterlibatan satu keluarga pun tentang pernikahan itu.
Aib itu akan ditutup Aisyah hingga akhir hayatnya. Kesalahan untuk memberikan kepercayaan kepada orang lain dan berbagi suami itu malah menyulitkan dirinya sendiri saat ini.
Jujur Baihaqi baru pertama kali ini datang ke luar negeri. Awal pernikahan hanya melakukan umroh bersama Aisyah dan tidak berlibur sama sekali karena kesibukan Baihaqi pada saat itu.
Jadi kali ini waktu yang tepat untuk mereka berdua menenangkan pikiran sambil melakukan bukan madu untuk kesekian kalinya.
"Aisyah .. sudah siap semua?" tanya Baihaqi yang sudah siap sejak subuh.
"Sudah Mas. Pesawatnya juga berangkat setelah Dzuhur." ucap Aisyah pelan dan memakai kerudungnya hingga rapi.
"Entahlah Aisyah. Aku begitu senang pergi kali ini. Terlebih ada ini." ucap Baihaqi me perut buncit Aisyah pelan.
"Geli Mas. Aku malah mau tertawa kamu jadi manja begini." ucap Aisyah pelan kepada Baihaqi.
Asisten Aisyah sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Mulai dari hotel, transportasi dan mencari Tour Guide untuk berjalan jalan setelah acara besar itu selesai.
"Bukankah semuanya sudah dipersiapkan dengan baik?" tanya Baihaqi pelan kepada Aisyah.
"Sudah Mas. Bahkan tiket untuk ke Turki saja sudah dibelikan. Mereka tahu aku sedang mengandung jadi malas untuk urus ini itu." ucap Aisyah pelan dan terkekeh sendiri.
Perjalanan Aisyah dan Baihaqi sekitar dua minggu dengan acara liburan ke Turki. Kebutuhan rumah tangga pun sudah beres dan dipenuhi. Uang belnja harian sudah dititipkan Mbok Surti agar tetap masak untuk Anggie dan mempersiapkan semua kebutuhan Anggie.
Anggie sendiri sudah tahu dengan rencana kepergian Suaminya dan Aisyah ke Jepang. Rasa iri pasti ada. Mereka sama-sama istri namun yang membedakan benih yang ternanam dirahim mereka itu ada yang miliknya ada yang bukan. Tentu saja hal ini yang menjadi dasar Baihaqi tetap menjadikan Aisyah prioritasnya dan yang paling utama.
"Aisyah ... Ayok kita makan dulu. Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu dan kandunganmu hanya karena kamu tidak makan dan tidak memakan makanan yang sehat." ucap Baihaqi pelan yang sudah mengambilkan makanan ke dalam piring untuk Aisyah.
Aisyah yang masih sibuk mengecek barang-barang yang akan dibawanya ke Jepang dan berlibur pun masih tampak semangat dan antusias.
"Aisyah ...!!" panggil Baihaqi dengan suara yang mulai meninggi.
Rasa cemas dan khawatir Baihaqi benar-benar mulai berlebihan, bahkan Anggie pun terkadang iri untuk bisa menjadi seorang Aisyah yang begitu dicintai oleh Baihaqi.
__ADS_1
Aisyah pun tersentak kaget mendengar panggilan suaminya yang terkesan tidak biasa. Aisyah pun menoleh ke arah Baihaqi dan tersenyum manis bagaikan gulali. Hanya itu obatnya, tersenyum manis akan meluluhkan hati seorang Baihaqi.
Aisyah pun menyudahi aktivitasnya dan berjalan menuju meja makan. Aisyah pun duduk berhadapan dengan Baihaqi. Satu piring nasi goreng dengan telur dadar dan nugget ayam pun sudah tertata rapi di atas piring dan siap disantap. Tidak lupa tiga gelas air minum yang berdiri sejajar di depan Aisyah. Ada air mineral, ada teh madu dan ada susu hamil yang harus terus diminumnya selama mengandung.
Aisyah pun mulai menyuap makanannya ke dalam mulut dan mengunyah dengan pelan agar makanannya terolah menjadi lembut. Sedangkan Baihaqi sudah menghabiskan setengah piring nasi goreng dengan telur mata sapi setengah matang.
Tidak lama Anggie pun ikut duduk bersama Aisyah dan Baihaqi. Sudah terlihat rapi dengan dress hamil panjang yang sama persis milik Aisyah. Mereka membeli baju hamil yang sama dengan warna yang berbeda.
"Kak Aisyah berapa lama akan pergi?" tanya Anggie pelan dan satu tangannya mengambil nasi goreng ke dalam piringnya.
Selama mengandung dan setelah kejadian pengakuan itu. Anggie terlihat lebih pendiam dan kalem. Tidak mengeluh, tidak ikut campur dan tidak neko-neko. Anggie hanya pergi ke kampus, lalu di rumah membantu Mbok Surti memasak atau menanam kembang di kebun belakang rumah.
Anggie sadar bahwa dirinya hanyalah menumpang, dan setelah bayinya lahir sesuai dengan kesepakatan mereka bertiga, Anggie akan di ceraikan oleh Baihaqi. Namun tetap akan dibantu masalah biaya hidup keduanya hingga Anggie mampu secara finansial sendiri.
Aisyah berjanji akan memberikan rumah kecil dan membantu Anggie untuk membuka usaha di depan rumahnya untuk menambah penghasilannya. Semoga saja semua bisa berjalan sesuai dengan harapan mereka bertiga.
"Aku di Jepang hanya lima hari lalu aku akan lanjut ke Turki untuk menemui kedua kakakku disana." ucap Aisyah yang nampak berbinar dan bahagia.
"Hati hati Kak Aisyah jaga kandunganmu selama perjalanan jauh." ucap Anggie pelan dan sekilas menatap Baihaqi yang tersenyum melihat kedua istrinya yang terlihat akur.
Sebenarnya Anggie pun ingin mengucapkan kata hati-hati pada Baihaqi, namun ia urungkan takut ada salah paham diantara Anggie dan Aisyah. Anggie tidak sampai hati menyakiti hati Aisyah untuk ke sekian kalinya hanya untuk rasa egoisnya.
"Maafkan Aku Anggie, aku tidak bisa mengajakmu kali ini." ucap Aisyah pelan dan mengusap punggung Anggie.
"Tidak apa-apa Kak Aisyah. Tugas kampusku juga banyak jadi aku akan serius pada tugas-tugas ku." ucap Anggie pelan kepada Aisyah.
"Jaga rumah Anggie. Jaga kesehatan dan jaga kandunganmu." ucap Aisyah pelan dan menyelesaikan makannya hingga habis.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
__ADS_1
Terima Kasih ....