KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 50


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....

__ADS_1


💚💚💚💚💚💚


Lalu bagaimana jika berita ini sampai di telinga Baihaqi?!


"Bu Anggie lebih baik istirahat dirumah saja. Biar Pak Amin yang menyuruh Pak Baihaqi untuk kesini." ucap Mbok Surti pelan dan menenangkan wanita itu agar tidak melakukan hal-hal yang tidak biasa.


"Tidak bisa. Saya juga akan ikut dan bilang saya sedang mengandung anaknya. Jadi tidak ada pemberangkatan ke Turki. Saya dengar pembicaraan kalian semua. Saya juga istri Pak Baihaqi, saya juga memiliki hak yang sama sebagai istri, untuk diperhatikan dan dilindungi." ucap Anggie lantang. Hatinya mendidih tatkala mendengar Baihaqi akan menyusul ke Turki bersama Nadya untuk menemui Aisyah.


"Non Anggie lebih baik Anda istighfar. Jangan ganggu kebahagiaan Pak Baihaqi dengan Bu Aisyah. Mereka sudah cukup menderita karena Kedatangan Anda. Non Anggie tahu bukan tentang Bu Aisyah yang sudah ditemukan dan masih hidup hingga saat ini. Kenapa Non Anggie hanya diam saja!!" ucap Mbok Surti dengan intonasi yang cukup tinggi.


Wajah Anggie memerah seperti kepiting rebus, raut wajahnya berubah seketika karena malu. Dirinya memang sudah mengetahui kebenarannya tentang Aisyah yang sudah ditemukan karena beberapa waktu lalu Kak Fathan dan Kak Raina menelepon.


"Seharusnya Non Anggie itu malu. Bu Aisyah sudah begitu baik mengangkat Non Anggie dari dosa besar. Pergi Pak Amin, beri tahu Pak Baihaqi secepatnya." ucap Mbok Surti keras menitan Pak Amin.


"Baik, saya akan beritahukan masalah ini kepada Pak Baihaqi." jawab Pak Amin dengan cepat.


"Jangan Pak Amin. Dengarkan saya, jangan pergi Pak Amin!!" ucap Anggie yang menghalangi kepergian Pak Amin di depan pintu kamar Baihaqi.


Seketika Pak Amin pun menerobos jalan yang dihalangi oleh Anggie hingga Anggie terhuyung ke belakang. Untung saja keseimbangan tubuhnya masih bagus jadi Anggie tidak sampai jatuh.


Pak Amin seakan menutup mata dan telinganya sudah jengah melihat kelakuan Anggie yang terus menerus menginginkan Baihaqi dengan cara yang tidak terhormat.


-Restaurant, Turki-


Hari ini, seperti biasa Aisyah bekerja di restaurant milik Fathan. Aisyah hanya bertugas untuk mengantarkan makanan dan minuman yang dipesan ke meja pesanan. Pekerjaan yang sangat mudah, namun cukup sulit untuk wanita yang sedang mengandung besar seperti Aisyah.


Hanya dengan bekerja, Aisyah bisa melupakan kegundahan dan kerinduannya kepada Baihaqi.


"Aisyah duduklah. Dari tadi aku lihat kamu semangat sekali?" tanya Raina pelan.


"Aku sangat bersyukur dengan keadaanku saat ini. Anak didalam kandunganku sepertinya ikut mendukung aku bekerja." ucap Aisyah pelan.


Sejujurnya dari pagi perutnya mulas dan napasnya terasa sedikit sesak. Namun Aisyah tetap memaksakan diri untuk bekerja untuk menghilangkan rasa mulas itu. Usia kandungan Aisyah sudah memasuki usia sembilan bulan. Itu artinya sebentar lagi, anaknya akan lahir ke dunia ini.


"Arghhhh ... " teriak Aisyah tiba-tiba dengan suara amat keras. Satu tangannya berpegangan pada kursi yang akan ia duduki bersama Raina. Perutnya sangat sakit dan mulas tak tertahankan, dari arah bawah seperti ada yang mau keluar.


"Aisyah ... apa yang terjadi. Ayo kita ke rumah sakit. Aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu dan bayi yang ada dalam kandungan kamu." ucap Raina dengan panik dan cemas.

__ADS_1


Raina pun segera memapah Aisyah untuk segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kencang agar cepat sampai di rumah sakit. Gamis Aisyah pun sudah basah karena ketuban yang merembes keluar dari jalan lahirnya. Perutnya terus saja di usap agar rasa sakitnya hilang.


Sesampai di rumah sakit, Aisyah langsung mendapat pertolongan dan tindakan untuk segera melahirkan secara normal. Ketubannya sudah pecah saat diperjalanan tadi, kepala bayi pun sudah berada dibawah rahim dan terus menyodok untuk segera dilahirkan.


"Aisyah ... kondisinya sangat baik dan stabil. Kamu siap melahirkan secara normal, aku yang akan menanganinya. Cukup lakukan apa yang aku minta." ucap Raina pelan. Lalu mengusap pucuk kepala Aisyah dengan lembut.


"Jangan katakan apapun pada Mas Baihaqi. Aku tidak ingin dia khawatir dengan keadaanku Kak Raina." ucap Aisyah lirih sambil menggenggam tangan Raina.


"Aisyah ... Baihaqi itu suamimu. Dia berhak tahu keadaanmu dan saat ini kamu akan melahirkan. Baihaqi berhak tahu." ucap Raina menenangkan.


"Aku merindukannya ... tapi aku takut, aku takut egois karena ada hati lain yang juga harus dijaga oleh Mas Baihaqi. Siapa yang tidak ingin melahirkannya ditemani oleh suami disamping kita." ucap Aisyah lirih. Hatinya sangat perih tatkala Aisyah menyadari ada Anggie yang memiliki hak yang sama dengannya. Statusnya yang sudah menjadi istri SAH suaminya itu membuat Aisyah juga harus menerima kenyataan pahit itu. Ini kesalahanku, gumamnya dalam hati.


Fathan pun datang ke rumah sakit setelah di hubungi oleh Raina bahwa Aisyah akan melahirkan. Fathan membawakan perlengkapan bayi yang sudah dipersiapkan oleh Aisyah sejak satu bulan yang lalu. Fathan memberikan satu tas bayi kepada perawat yang akan mengurus bayi Aisyah.


Satu jam bertarung dengan nyawa, akhirnya Aisyah bisa mendengar bayinya menangis dengan kencang.


"Selamat Aisyah, bayimu laki-laki sehat dan sempurna serta sangat tampan seperti Baihaqi." ucap Raina pelan sambil tersenyum bahagia.


Aisyah ikut tersenyum bahagia dan tidak terasa air matanya pun ikut turun karena rasa haru dan bahagianya bisa melahirkan secara normal. Semua wanita pasti menginginkan hal seperti ini, melahirkan secara normal adalah suatu anugerah yang tidak terkira.


Tubuh Aisyah sudah dibersihkan dan dipakaikan pembalut dan kain sarung untuk memudahkan Aisyah bergerak pasca melahirkan.


Bayi kecil Aisyah sudah dibersihkan diberikan baju dan popok serta sudah di balut oleh bedong berwarna biru. Wajahnya adem hanya sesekali terlihat ingin menangis.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...

__ADS_1


Terima Kasih ....


__ADS_2