KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 30


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Anggie ada apa? Ceritakan padaku. Anggaplah aku kakakmu, tapi makanlah demi kesehatan anakmu." ucap Aisyah dengan penuh kelembutan dan rasa kasih sayang.


Anggie hanya menatap Aisyah dengan nanar dan kembali menangis tanpa suara. Hanya air matanya saja yang terus turun tanpa mau berhenti. Memegang tangan Aisyah dengan erat.


"Aaaiissyyahhh ... Maafkan aku .... " ucap Anggie dengan suara yang sangat pelan. Suaranya serak dan terlihat sulit.


Aisyah pun mengerti dan paham dengan keadaan Anggie pun mengganggukkan kepalanya dengan pelan. Lalu membisikkan sesuatu di telinga Anggie.


"Kita hamba Allah hanya bisa berpasrah dan bersabar. Sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkan kamu Anggie." ucap Aisyah pelan, kedua matanya pun berkaca-kaca melihat keadaan Anggie yang begitu mengenaskan dengan luka di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Anggie pun seketika menangis lagi hingga kedua matanya pun sudah bengkak. Mendengar ketulusan Aisyah yang memaafkan kesalahannya.


"Hukum aku, jika itu mau kamu Aisyah." ucap Anggie kemudian.


"Hanya Allah SWT yang akan menghukum hambaNya. Sekarang makan dulu, demi anak kamu." ucap Aisyah pelan.


"Aku tak menginginkan anak ini!!" teriaknya dengan histeris.


"Istighfar Anggie. Jangan katakan itu. Anak itu adalah amanah, titipan terindah dari Allah SWT yang harus kita jaga. Jangan salahkan mereka dengan kehadirannya. Salahkan perbuatan kita yang tidak baik." ucap Aisyah lembut dan menenangkan.


"Aku tidak mau Aisyah .... Aku ingin gugurkan kandungan ini. Aku benci anak ini... Aku benci....!!" ucapnya dengan lantang dan keras.


Seketika Aisyah pun memeluk Anggie dan memberi kenyamanan disana. Aisyah pun melantunkan ayat ayat suci Al-Quran dan melantunkan Sholawatan dan mengusap kepala Anggie dengan lembut dan meniupnya beberapa kali di atas kepala Anggie dan air yang akan di minumkan nanti kepada Anggie.


Air putih di dalam gelas yang sudah di doakan pun di usapkan di kepala Anggie lalu ke wajahnya dan terakhir di minumkan agar Anggie pun tenang.


"Mbok ... tolong nyalakan murottal itu." titah Aisyah kepada Mbok Surti yang sejak tadi menemani sang majikan.


Baihaqi sudah pergi sejak tadi untuk melaporkan kejadian ini pada pihak uang berwajib.


"Makan dulu ya ... Duduk yang tegak, sini aku bantu." ucap Aisyah pelan kepada Anggie.


Anggie sudah tampak tenang dan tidak menangis lagi seperti tadi. Anggie hanya bisa mengangguk badan menggelengkan kepala saja.


Setelah selesai menyuapi Anggie, Aisyah pun mengambil air minum untuk Anggie. Lalu menyuapkan potongan buah dan membuatkan susu hamil untuk Anggie.


"Aisyah ... Hatimu begitu mulia. Aku orang jahat, bahkan aku menginginkan suamimu dengan cara yang menjijikkan." ucap Anggie dengan lirih. Anggie benar-benar menyesali perbuatannya untuk menuruti semua keinginan ibu kandungnya sendiri.


Tapi saat ini ibunya malah pergi entah kemana dengan semua harta milik Anggie dari Ayahnya. Disaat Anggie membutuhkan Ibunya, tapi Ibunya tidak ada. Ibunya hanya memikirkan kepentingan pribadinya saja. Tanpa memikirkan nasib Anggie.


"Anggie ... Semua itu sudah takdir. Jalani saja, aku pun kecewa dengan ini semua, tapi aku tahu sejatinya kamu adalah wanita yang baik." ucap Aisyah dengan lembut.


"Aaisyaaah ... Anak ini memang bukan anak suamimu. Suamimu adalah pria dan dosen yang baik. Sekali aku bertemu dengannya dan aku kagum pada beliau, hingga banyak foto ku tempelkan pada dinding kamarku, berharap aku bisa mendapatkan suami sebaik Pak Baihaqi." ucap Anggie memutuskan ucapannya.


Aisyah tampak tersenyum bahagia, akhirnya Anggie pun berkata jujur bahwa ini semua tidak ada hubungannya dengan Baihaqi suaminya. Kejujuran itu pun sudah membuat Aisyah mengokohkan kembali puing-puing cintanya yang sempat berserakan.


"Anak ini adalah anak dari ayah kandungku sendiri .... Aku diperkosa sewaktu Ibu tidak ada, dan aku menjadi budak pemuas nafsu ayahku sendiri hingga aku mengandung. Ayahku mengatakan sejujurnya dengan Ibu." ucap Anggie pun terputus kembali. Tangisannya mulai terdengar tapi sebisa mungkin Anggie kuat untuk menahannya agar air matanya tidak terus menetes.


Aisyah pun mendegar semua penuturan Anggie, sudah tidak kaget karena semua yang di ceritakan Mama Ana memang suatu kebenaran dan fakta sesungguhnya.


"Kamu tidak kaget Aisyah ... " tanya Anggie yang melihat Aisyah tampak biasa saja.

__ADS_1


Aisyah hanya tersenyum lalu menjawab pertanyaan Anggie.


"Kebenaran akan terkuak dengan sendirinya." ucap Aisyah dengan menutupi ketenangannya. Sebisa mungkin Aisyah tidak menceritakan kalau dirinya sudah mengetahui kebenarannya.


"Ohh ... Aisyah maafkan Ibuku ... Ibu yang menyuruhku menikah dengan Pak Baihaqi dengan alasan itu adalah orang yang aku kagumi, kedua Pak Baihaqi bisa membahagiakan aku dengan harta. Ketiga aib kehamilanku bisa tertutupi dengan sempurna." ucap Anggie menyesali semua perbuatannya.


"Kamu tahu Anggie ... Kamu dan Ibumu bahagia diatas tangisan dan kehancuran aku saat itu. Aku terluka dan perih mendegar semua pengakuan anak yang kamu kandung. Aku bahkan tidak bisa berpikir jernih hingga aku menyalahkan suamiku terus-menerus. Aku saat ini juga sedang mengandung, aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap Aisyah dengan hati dan pilu. Air matanya sudah kering untuk menangisi kejadian itu.


"Maafkan aku Aisyah ...... " ucap Anggie pelan dan memegang kedua tangan Aisyah dengan erat.


Aisyah hanya tersenyum tipis dan kecut. Sakit itu pasti yang dirasakan, kecewa itu pasti namun Aisyah yakin ada hikmah dari setiap ujian yang telah dilewati.


"Aaiisyahh ... Kamu mau memaafkan aku?" ucap Anggie lirih matanya masih basah sudah turun lagi air matanya dengan deras.


"Semua sudah terjadi Anggie. Minta ampun kepada Allah SWT. Karena perbuatan kamu, banyak orang terluka dan tersakiti hatinya. Aku dan Mas Baihaqi Insya Allah sudah ikhlas memaafkanmu dan Ibumu." ucap Aisyah pelan dan mengeratkan genggaman tangannya pada Anggie.


"Aku sudah sangat berdosa Aisyah sudah membohongi kalian. Aku malu terhadapmu dan Pak Baihaqi. Kalian masih bisa menerimaku dengan baik dan dengan tangan terbuka. Aku malu sangat malu." ucap Anggie dengan sangat menyesal.


"Apakah bubur bisa jadi nasi kembali?" tanya Aisyah pelan.


Anggie pun menggelengkan kepalanya. Tentu anak gadis sepintar Anggie tidak bodoh menelaah kata-kata yang menjadi pertanyaan Aisyah.


"Kalaupun bisa, akan aku lakukan Aisyah, untuk menebus kesalahanku." ucap Anggie lirih.


Hidupnya kini hanya sebatang kara, tidak tahu esok akan bagaimana. Ayahnya pasti akan mencari tahu keberadaannya. Memang tempat teraman adalah rumah ini, tapi pasti sebentar lagi Anggie akan di ceraikan, karena kejujurannya, gumamnya di dalam hati.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


💚💚💚💚💚


__ADS_2