KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 29


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Sepertinya Mama Ana mulai gemes dengan kebaikan hati Aisyah yang malah menyakiti dirinya sendiri. Ada orang yang masih perduli walaupun itu semua terlambat, dan semuanya sudah terjadi. Tapi bagi Aisyah informasi ini sangat penting, setidaknya Aisyah memiliki alasan untuk seorang parasit pergi dari rumahnya dan meninggalkan Baihaqi selamanya.


Apakah itu bisa terjadi sesuai harapanku?, batin Aisyah di dalam hatinya.


Sudah tiga jam berlalu, tapi Aisyah dan Mama Ana masih saja berada di tempat itu. Mereka masih asyik dengan pembahasan mereka.


Baihaqi yang sejak tadi menyimak melalui kamera yang dipasangnya pun mulai jenuh dan bosan. Karena bagi Baihaqi informasi terpentingnya sudah ia dapatkan. Tinggal mengecek kebenaran dari informasi tersebut.


Banyak hal yang bisa diketahui sebenarnya, namun Baihaqi tidak perduli dengan urusan keluarga Mama Ana. Baihaqi saat ini hanya ingin Anggie jujur sesuai kenyataannya.


"Baiklah Mama Ana. Hari sudah mulai gelap. Saya pribadi masih banyak urusan dan aktivitas lainnya. Ini uang lima juta sesuai dengan perjanjian kita." ucap Aisyah sopan dengan menyodorkan amplop coklat berisikan uang tunai untuk Mama Ana.

__ADS_1


Mama Ana pun menggelengkan kepalanya dengan cepat. Amplop biru di dorong kembali ke arah Aisyah.


"Aku memiliki banyak uang Aisyah. Aku tidak meminta sepeser pun uang untuk informasi ini. Aku hanya iba melihatmu Aisyah dibohongi mentah-mentah oleh wanita parasit seperti Margaretha. Anggie pun hanya korban karena kegilaan harta Margaretha." ucap Mama Ana menjelaskan dengan pelan.


"Aku ikhlas Mama Ana. Aku harus konsekuen dengan janjiku." ucap Aisyah pelan.


"Hatimu sungguh baik Aisyah. Dengan makanan ini pun sudah cukup bagiku. Simpan uang itu untuk keperluan lain yang lebih penting." ucap Mama Ana pelan dan lebih terdengar lembut.


"Baik sekali hatimu Mama Ana." ucap Aisyah memuji kebaikan Mama Ana.


"Aku banyak belajar darimu hari ini Aisyah. Mungkin memang awalnya aku ingin mencari keuntungan pribadi. Namun aku tidak tega melakukan itu. Aku hanya ingin kebenaran itu terungkap." ucap Mama Ana dengan senyum lebar yang khas.


Selesai juga pertemuan hari itu antara Mama Ana dan Aisyah. Kebenaran terungkap dengan sendirinya karena iba dan kebaikan.


-Di Rumah Aisyah-


Sudah menjelang maghrib, Aisyah badan Baihaqi pun datang di rumah dengan beriringan.


Asiyah pun turun dan melihat ada seseorang yang tergeletak di lantai teras rumahnya. Aisyah dan Mbok Surti langsung menuju teras.


"Astaghfirullah ....!!" teriak Aisyah dengan sangat keras hingga Baihaqi dan Pak Amin pun datang menghampiri kedua wanita itu yang histeris.


"Ada apa Aisyah?" tanya Baihaqi pelan lalu melihat orang yang tergeletak itu dipenuhi luka lebam dan ada darah kering di sudut bibirnya.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun .... Pak Amin dan Mbok Surti tolong bantu angkat. Aisyah kamu bantu ke dalam. Aku ingin menelepon dokter untuk datang dan memeriksa Anggie dan kandungannya." ucap Baihaqi pelan.


Sekesal-kesalnya dan kecewanya Baihaqi, Anggi tetaplah istri SAH nya yang perlu ia jaga dan ia lindungi, jangan sampai ada yang memfitnah Baihaqi menelantarkan Anggie.


Anggie pun di rebahkan di tempat tidurnya. Alas kakinya dilepas dan luka-lukanya pun di kompres dengan air hangat. Darah kering yang menempel di sudut bibirnya pun di lap dengan handuk kecil yang sudah dibasahi.


Aisyah dengan telaten merawat Anggie dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Rasa kecewanya terhadap Anggie pun seakan sirna dari hatinya. Yang ada saat ini adalah perasaan iba dengan kondisinya saat ini. Apa yang terjadi denganmu Anggie?, batin Aisyah di dalam hatinya.


Dokter sudah datang sekitar setengah jam yang lalu. Masih memeriksa keadaan Anggie dan bahkan di ulang, untuk memastikan agar tidak salah dalam mendiagnosa.


Dokter wanita itu hanya menghela napasnya dengan kasar. Aisyah dan Baihaqi pun hanya menatap dokter itu yang masih diam dan tidak bicara lalu menatap Anggie dengan perasaan seperti was-was.


"Ada apa dokter dengan Anggie?" tanya Aisyah pelan memberanikan diri bertanya pada dokter itu.


Dokter itu tersenyum menatap sekilas Asiyah yang tampak cemas dan khawatir dengan kondisi Anggie.


"Pasien Anggie baik-baik saja. Kandungannya pun sehat. Hanya saja kondisi psikisnya setelah sadar bisa saja membuat Anggie seperti orang trauma dan ketakutan. Ini adalah penyiksaan tapi untung saja tidak melukai janinnya." ucap Dokter itu pelan dan tetap terlihat tersenyum ramah.


"Lalu kapan Anggie akan sadar?" tanyanya pelan dengan rasa penasarannya.

__ADS_1


"Ekhmmm paling lama dua jam lagi." Ucap Dokter itu pelan.


Aisyah pun mendekati Anggie dan duduk di pinggiran ranjang itu. Lalu memegang tangan Anggie seperti memberikan kekuatan agar selalu kuat dan tegar.


"Siapa yang tega melakukan ini Anggie." ucapnya pelan.


Semua orang pun saking pandang termasuk dokter itu pun yang kaget dengan penuturan Aisyah.


Parasit saja masih di urus bagaimana jika itu berlian????


Sesuai dengan ucapan dokter. Anggie pun sadar setelah dua jam. Matanya memang sudah terbuka tapi tatapannya kosong melihat ke arah langit-langit.


"Anggie ... Ayo makan dulu. Kamu belum makan sejak tadi. Kasihan anak yang ada di dalam kandungan kamu, anak itu butuh nutrisi dari Ibunya." ucap Aisyah dengan sangat pelan.


Tatapan Anggie pun beralih pada Aisyah yang ramah dan lemah lembut. Tatapannya sangat teduh dan menenangkan hingga membuat hati Anggie mulai tenang dan merasa aman.


Saat ini Anggie berada pada orang yang tepat dan benar. Setelah kemarin tubuhnya di siksa karena tidak mau melayani Ayah kandungnya. Ayah kandungnya mencoba membunuh anak dalam kandungan Anggie agar bisa terlepas dari Baihaqi dan bebas kembali seperti dulu.


Anggie melarikan sejak malam berlari dan mencari tempat bersembunyi hingga akhirnya pulang ke rumah Baihaqi dan Aisyah adalah tujuan utamanya.


Hanya disinilah Anggie bisa tenang dan melupakan semua kejadian buruk yang sudah menimpa dirinya. Penyesalan yang tidak terhingga melingkupi dirinya. Rasa malu terhadap Aisyah yang tetap baik dan berhati mulia.


Anggie pun hanya bisa menangis menatap Aisyah.


"Anggie ada apa? Ceritakan padaku. Anggaplah aku kakakmu, tapi makanlah demi kesehatan anakmu." ucap Aisyah dengan penuh kelembutan dan rasa kasih sayang.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


💚💚💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2