KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 59


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚

__ADS_1


"Aku menginginkanmu Humairahku ...." ucap Baihaqi pelan.


Ponsel Baihaqi berdering kembali dengan suara nyaring dalam genggaman Aisyah. Aisyah menoleh ke arah ponsel tersebut, satu nama yang sangat Aisyah kenal. Aisyah pun langsung mengangkat ponsel tersebut.


"Assalamualaikum ... Iya Pak Amin ada apa? Ini Aisyah." ucap Aisyah dengan sopan.


"Waalaikumsalam Ibu Aisyah. Alhamdulillah Ibu sehat-sehat saja?" tanya Pak Amin.


"Alhamdulillah Pak Amin. Ada apa Pak? Sepertinya penting?" tanya Aisyah kemudian.


"Emm anu Bu Aisyah. Saya ada keperluan dengan Pak Baihaqi, bisa bicara sebentar?" tanya Pak Amin pelan.


Baihaqi yang sejak tadi bermanja-manja pun ikut menyimak dan terkesiap saat Pak Amin ingin berbicara dengannya, pastilah ada sesuatu yang sangat penting.


"Sebentar ya Pak Amin." ucap Aisyah pelan.


Aisyah membalikkan tubuhnya dan menatap Baihaqi dengan berjuta pertanyaan yang tidak pernah terjawab lalu memberikan ponsel tersebut kepada Baihaqi.


"Nanti akan aku ceritakan semuanya Aisyah, setelah aku mendapatkan bukti semua ini." ucap Baihaqi pelan kepada Aisyah.


Aisyah hanya terdiam terpaku, ada perasaan kesal dan cemburu. Baihaqi pun duduk di dekat Aisyah dan memulai pembicaraan dengan Pak Amin.


Aisyah masih menatap Baihaqi dengan penuh tanya. Dirinya masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Humairah.. Sini duduk di dekatku." panggil Baihaqi dengan lembut sambil menepuk dudukan kursi di sebelahnya.


Aisyah pun menurut dan duduk disamping Baihaqi. Masih sama menatap ke arah Baihaqi dengan harapan jawaban.


"Aku akan menceritakan dari awal Aisyah. Tidak ada yang aku tambahin ataupun aku kurangi. Aku percaya kamu lebih bijak menyikapi ini semua. Jadi tolong, jangan mengasihani seseorang dengan berlebihan, karena itu akan menghancurkan diri kita sendiri." ucap Baihaqi mantap.


"Maksudnya Mas? Aisyah gak paham." ucap Aisyah pelan.


"Dengarkan aku dulu, jangan dibantah atau jangan bertanya, nanti kalau sudah selesai silahkan ajukan pertanyaan." ucap Baihaqi pelan.


Aisyah hanya mengangguk pasrah dan memahami setiap kata yang terlontar dari bibir Baihaqi. Baihaqi mulai menjelaskan dengan rinci dan detail. Semua dijelaskan dengan gamblang dan transparan.


Sudah satu jam lebih Baihaqi menjelaskan hal yang sebenarnya tentang Anggie saat ini. Kondisi Anggie saat ini. Kenapa Baihaqi menalaknya disaat kondisinya seperti ini. Semuanya sudah dipertimbangkan dengan matang, ditambah bukti yang akurat.


Aisyah masih mendengar semua penuturan Baihaqi dengan seksama, tidak ada satu kata pun yang terlewatkan.

__ADS_1


"Jadi seperti itu kejadiannya Aisyah. Dan ini semua bukti foto dan video yang dikirim Pak Amin. Ada yang mau kamu tanyakan?" tanya Baihaqi pelan sambil mencium pucuk kepala Aisyah.


"Mas ... Semua keputusan ditangan Mas Baihaqi. Aisyah tidak akan ikut campur lagi dengan urusan Mas Baihaqi dan Anggie. Karena Aisyah tidak pernah tahu apa yang terjadi selama Aisyah tidak ada dirumah." ucap Aisyah dengan lembut dan bijak.


"Aku sudah menalak Anggie, Aisyah. Aku harap kamu mengerti dan bisa lebih bijak menyikapi. Jangan pernah bilang kasihan Aisyah. Anggie itu bukan wanita baik." cap Baihaqi dengan tenang.


"Maafkan Aisyah. Ampuni Aisyah yang sudah bodoh menyuruh Mas Baihaqi menikah dengan Anggie. Mempertanggungjawabkan kehamilan yang sudah jelas bukan anakmu Mas. Aisyah menyesal sekali. Maafkan aku ya Mas." ucap Aisyah dengan suara pelan dan menitikkan air mata.


Satu tahun ini, dirinya pun tersiksa hati dan batin. Tinggal bersama Anggie yang jelas jelas terobsesi pada suaminya. Menjadikan Baihaqi sebagai suami Anggie. Sakit sudah pasti, perih sudah jelas. Kebodohan yang membodohi dirinya karena rasa iba. Ternyata hanya menghancurkan dirinya sendiri. Perasaan cinta dan sayang pun harus terbagi dengan sendirinya. Tapi ... Baihaqi tetaplah Baihaqi, cintanya kepada Aisyah tidak pernah goyah dan tidak pernah tergerus oleh apapun. Cintanya tetap utuh dan tulus serta suci. Cinta yang dihadirkan dan tumbuh kembang karena Allah SWT.


Aisyah pun berdiri dan duduk dipangkuan Baihaqi. Nyaman sekali saat kedua pipi mereka bersentuhan. Getaran itu masih terus terasa. Getaran gelora asmara dan rasa cinta yang melebur menjadi satu hingga menciptakan suatu kehangatan dan kenyamanan tersendiri.


"Jangan pernah menangis dan menyesali semuanya Aisyah. Itu semua proses. Proses yang harus kita jalani berdua. Proses yang menguatkan iman kita. Proses yang memberikan solusi terbaik. Proses yang lebih mendewasakan kita untuk lebih bijak menyikapi. Jadi kamu sudah tahu artinya Kasihan dan Ikhlas, itu sulit dijalani Aisyah tapi saling keterkaitan satu sama lain." ucap Baihaqi pelan sambil memeluk Aisyah.


"Aisyah pikir dengan kejadian ini Anggie bisa berubah dan hijrah karena hidayah dari Allah SWT. Aisyah pikir dengan mengikhlaskan, Aisyah mendapatkan pahala surga, ternyata tidak semudah itu. Ternyata batinku selalu menangis Mas Bai." ucap Aisyah sesegukan.


Dirinya mengakui benar-benar bodoh. Kelembutan dan kebaikannya selalu disalah artikan oleh orang lain yang memanfaatkan dirinya.


"Cukup Aisyah. Jangan menangis. Jangan buat aku pun merasa berdosa dengan keadaan ini. Aku hanya ingin bahagia bersamamu dan hanya dirimu tidak ada yang lain di dunia dan di akhirat. Akan ku bangunkan istana emas untukmu Aisyah di SurgaNya Allah. Aku ingin kita fokus dengan rumah tangga kita, Nadya dan Azan. Ini harta yang paling berharga. Kita harus menjaga Humairah." ucap Baihaqi pelan dan mencium kening Aisyah dengan lembut.


"Terima kasih Mas Bai, sudah mencintai aku dengan tulus. Aku hanya wanita biasa, yang hanya bisa menuruti apa katamu. Aku berharap ridhoMu Mas Bai." ucap Aisyah pelan.


"Cintai aku karena Allah, Aisyah. Jangan cintai aku karena ada apanya?" ucap Baihaqi tepat di telinga Aisyah dengan mendesah.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


__ADS_2