KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 42


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat


Amanah Terindah


Kalam Hikmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Ana akan pikirkan Bib. Tidak semudah itu bukan?!" ucap Baihaqi yang mulai gusar dan panik.

__ADS_1


Rasanya ingin pergi mengikuti Aisyah, agar bisa bersama dengan wanita kesayangannya itu. Debaran jantungnya pun masih berdetak keras seakan degubnya ingin berpindah ke pemilik hatinya.


Lamunannya pun buyar saat Habib Quraisy menepuk pelan paha Baihaqi.


"Apalagi yang antum pikirkan, jalani sesuai kehendak hati antum, jangan dijadikan beban?! Makanya ana hanya kasih pandangan bukan saran kepada antum. Kalau ana kasih saran, mana ada kucing mengelak bila dikasih daging?!" ucap Habib Quraisy dengan senyum dan kekehan kecil yang membuat Baihaqi pun kikuk.


"Cinta ana untuk Aisyah sangatlah besar, jauh dari lubuk hati ana menjauhi yang namanya berpoligami, banyak hal yang harus dipersiapkan. Ana akan terus mencintai Aisyah dan pergi mencarinya, walaupun hanya jasad yang ana temukan Bib." ucap Baihaqi pelan.


"Carilah istrimu selagi antum mampu, namun disaat antum sudah tidak sanggup carilah pengganti Aisyah." ucap Habib Quraisy begitu lembut dan meneduhkan.


Perbincangan ini membuat Baihaqi pun merasa yakin untuk mencari Aisyah dan semakin mantap untuk tetap mencintai Aisyah. Kalau memang hasilnya tidak memuaskan, mungkin apa yang dikatakan Habib Quraisy adalah hal yang tepat dan benar.


Senyum Baihaqi kini mulai terbit, wajahnya sudah tidak sepucat dan setegang tadi. Hatinya mulai tenang, emosinya pun mulai labil. Butiran tasbih pun masih melekat pada jari-jari dan telapak tangannya, entah sudah putaran yang ke berapa buliran tasbih itu diputar secara berulang-ulang.


Baihaqi pun pulang menuju rumahnya pada sore hari. Baihaqi berniat mampir ke Butik Aisyah. Mobil yang ditumpanginya pun sudah terparkir cantik di depan pintu masuk Ruko Butik Aisyah.


Bangunan Ruko dengan tiga lantai. Lantai satu digunakan untuk menjual hasil karya Aisyah dan perancang lain yang ikut menitipkan karyanya. Lantai kedua adalah ruang kerja Aisyah dan tempat untuk menjahit beberapa karyawan yang di percayakan. Lantai ketiga adalah dapur untuk membuat makanan dan minuman dan ada satu kamar untuk sholat dan istirahat para karyawannya.


Butik ini kini di kelola oleh dua orang kepercayaan Aisyah dengan total jumlah karyawan sebanyak 8 orang. Lima orang bertugas untuk menjahit sesuai model dan tiga orang bertugas untuk menjaga butik dan merapikan ruko tersebut.


Baihaqi pun turun dari mobil dan masuk ke dalam Butik. Semua karyawan menunduk dengan sikap hormat. Semua sedang berduka atas kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa waktu silam.


Baihaqi memandang semua piagam dan sertifikat yang diraih oleh Aisyah. Beberapa foto Aisyah dengan para desainer senior dan terkenal di luar maupun dalam negeri pun banyak terpampang besar di tembok Butik. Hasil kerja kerasnya benar-benar membawa hasil yang berkah bagi banyak orang.


Tangan dan jari-jari Baihaqi pun menyentuh satu foto Aisyah yang sedang tersenyum. Dirabanya foto itu seakan hidup dan bisa merasakan betapa halusnya wajah Aisyah saat disentuh. Senyumnya yang tulus dan ikhlas menampakan wajahnya yang ayu dan bijaksana. Sosok Aisyah adalah idaman bagi kaum hawa yang mengenalnya dan sosok yang dijadikan contoh bagi semua karyawannya. Sikapnya yang ramah dan penuh kasih sayang, selalu rendah diri dan mudah bergaul.


Hatinya pun makin teriris pedih dan perih i. Luka batinnya yang belum sembuh pun makin menganga kembali melihat semua kenangan manis itu.


Ingatan Baihaqi pun mulai berkembang. Saat itu Aisyahnya merengek manja meminta dibuatkan sebuah butik karena ingin mengembangkan karya karya yang Aisyah ciptakan menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Baihaqi hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat menolak halus permintaan Aisyahnya itu.


'Aisyah, aku hanya ingin kamu menjadi istri yang baik dan Sholehah. Biarlah aku yang mencari nafkah, mintalah apapun yang kamu inginkan, Insya Allah aku akan memberikan sesuai kemampuanku.'


Bibir Aisyah terus saja mencebik kesal. Sikapnya yang merajuk berusaha membuat Suaminya pun luluh untuk membuatkan Aisyah sebuah Butik.


'Aku ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Aku ingin membagi ilmuku untuk orang lain. Aku ingin karyaku digunakan oleh orang lain sesuai manfaatnya. Tidak ada yang sia-sia. Dan aku berjanji tidak akan melupakan tugasku menjadi seorang istri. Aku akan pulang sebelum suamiku pulang. Dan menyiapkan segala keperluannya. Boleh ya Mas?!' ucap Aisyah dengan manja dan merajuk.

__ADS_1


Tidak berhenti disitu, Aisyah pun terus mencari cara agar Baihaqi mengabulkan permintaannya. Satu kecupan dengan tulus pun mendarat di pipi Baihaqi. Lalu tanpa malu-malu Aisyah pun menjawil hidung mancung Baihaqi.


Baihaqi pun meremang dan mendekatkan bibirnya ke telinga Aisyah. Lalu membisikkan kata-kata yang membuat Aisyah pun tertegun bahagia.


'Aku akan mengabulkan permintaanmu Aisyah, dengan satu syarat, malam ini kamu harus menjadi nahkodanya, dan itu harus berhasil hingga lima ronde.' ucap Baihaqi dengan senyum lebar diiringi kekehan kecil di akhir kalimatnya.


Bola mata Aisyah pun membulat seketika mendengar ucapan Baihaqi yang meminta jatahnya.


Baihaqi pun langsung berlari menuju kamar tidurnya dan menarik pergelangan tangan Aisyah dengan lembut agar mengikutinya ke kamar.


Baihaqi hanya menghela napas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan. Ditatapnya senyum indah di foto itu yang membuat hatinya semakin berdesir dan rindu dengan Aisyahnya.


Risa dan beberapa karyawan lainnya melihat pemandangan itu pun ikut merasakan kesedihan teramat dalam. Mereka ikut iba melihat Baihaqi yang terlihat kusut dan sembab.


Baihaqi seakan tidak memperdulikan keadaan disekitarnya yang sedang memperhatikan gerak-geriknya. Foto itu di ciumi dan dipeluk seakan Aisyah benar-benar dihadapannya.


"Pak Baihaqi mau minum apa?!" ucap Risa pelan dan sopan.


Pertanyaan Risa pun sontak membuat Baihaqi pun tersentak kaget. Leleran air matanya sudah bersatu dengan air yang keluar dari hidungnya. Sudah bisa dipastikan bagaiman sedihnya Baihaqi mengingat kenangan indah bersama Aisyah tercinta.


"Pak Baihaqi, mau ke atas?! Ke kamar Bu Aisyah?!" tanya Risa kembali.


Baihaqi masih setengah sadar mendegar pertanyaan Risa. Risa pun mengulang kembali pertanyaan itu dan mendapat jawaban anggukan pelan dari Baihaqi.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...

__ADS_1


Terima Kasih ....


__ADS_2