
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Hidayah Hijrahku (Tamat)
Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)
Angkringan Cinta (Tamat)
Kopi Paste
Kesucian Syahadat ( Tamat)
Amanah Terindah
Kalam Hikmah
Bulan dan Bintang
Kang Tatang dan Asmah
Selamat Membaca ....
__ADS_1
💚💚💚💚💚💚
"Dosa yang aku lupakan?? Dosa terhadap suamiku??" tanya Aisyah dengan penuh semangat.
Raina hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan dan menatap Aisyah dengan wajah sendu.
"Coba aku ingat-ingat sebentar. Apa dosa besar yang sudah aku perbuat pada suamiku." ucap Aisyah pelan sambil memejamkan kedua matanya.
Tubuh Aisyah disandarkan di kursi tunggu dan kepalanya disandarkan ke dinding hingga kepalanya menengadah ke atas. Memori dalam kepalanya diputar kembali untuk mengingat suatu kesalahan besar yang tidak disadari oleh Aisyah namun berakibat fatal.
Sepuluh menit Aisyah memejamkan kedua matanya hingga Aisyah malah tertidur pulas dengan posisi yang masih sama. Tubuhnya letih dan lelah, belum lagi pikirannya selalu terkuras untuk mencari cara menyembuhkan Mas Baihaqi suaminya.
Suara sepatu yang terhentak di lantai dan jejak kaki para dokter dan perawat yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan ICU milik Baihaqi. Aisyah membuka kedua matanya dengan jantung berdegup kencang karena kaget dan panik. Kedua matanya membola dan menatap tajam ke arah dinding kaca yang membatasi antara penunggu dan pasien.
Aisyah bangkit berdiri dan berlari menuju kaca besar itu. Kedua tangannya direkatkan pada dinding kaca dan kedua matanya fokus menatap aktivitas para dokter dan perawat di dalam ruangan tersebut.
Entah siapa yang bisa Aisyah tanya saat ini, ada apa sebenarnya ini. Aisyah hanya bisa berpasrah dan berdoa untuk yang terbaik bagi Mas Baihaqi. Tiba-tiba Aisyah teringat Kak Raina yang tentu sejak tadi menunggu jawaban Aisyah namun Aisyah malah tertidur pulas.
Kepalanya menengok ke arah bangku disebelah Aisyah duduk tadi. Namun, kursi itu sudah kosong, tidak ada siapapun disana. Aisyah menengok ke kanan dan ke kiri berharap menemukan Kak Raina di sekitar sini.
Ya, awalnya Kak Raina akan menemani Aisyah menjaga Baihaqi. Namun, karena kondisi Kak Raina yang sedang kurang sehat maka Kak Fathan menjemputnya untuk dibawa pulang dan beristirahat. Lalu yang tadi menemuiku itu siapa, kenapa sangat mirip dengan Kak Raina, batin Aisyah frustasi.
Dirinya menjadi tidak fokus dengan aktivitas para dokter dan perawat di dalam ruangan Baihaqi Suaminya. Aisyah kini malah fokus mencari sosok yang menyerupai Kak Raina.
Satu dokter spesialis keluar dari ruangan dengan raut wajah yang terlihat panik dan pucat pasi. Dokter itu melangkahkan kakinya dengan cepat dan menemui Aisyah.
"Assalamualaikum, Aisyah ... Kondisi Baihaqi sudah benar-benar kritis. Kami sudah berusaha semampu kami, tapi kita hanya bisa mencari keajaiban yang diberikan oleh Allah SWT. Usianya menurut medis memanglah tidak akan bertahan lama lagi, semua fungsi tubuhnya sudah lemah dan belum bisa normal kembali. Benturan keras di kepalanya mengakibatkan Baihaqi mengalami buta permanen seumur hidup. Saya dan teman-teman yang lain hanya bisa mendoakan yang terbaik. Kamu harus sabar, dan jangan putus dalam doa." ucap Dokter spesialis itu dengan pelan dan tegas. Lalu dokter itu meninggalkan Aisyah begitu saja dengan kekakuan dan kaki yang lemas tidak kuat menahan beratnya.
Hidupnya bagai tersambar petir yang sangat keras. Hatinya sakit dan perih seperti ditusuk-tusuk dengan pisau yang sangat tajam.
"Kedua matanya buta, seluruh organ tubuhnya belum menunjukkan progres yang baik. Hidupnya tidak akan lama lagi. Dosa apa aku ini terhadap suamiku. Kedurhakaan apa yang telah aku lakukan terhadap suamiku Ya Allah hingga Engkau menghukum aku seperti ini. Ampuni aku Ya Rabb." teriaknya di sisi ruangan ICU itu.
Aisyah menyandarkan tubuh dan kepalanya di dinding sisi kiri, tubuhnya sudah luruh ke bawah karena lemas. Dirinya tidak ada kekuatan untuk berdiri dan menghampiri Baihaqi suaminya.
"Maaf Bu, sebaiknya jangan masuk lebih dulu. Pasien sedang kritis." ucap seorang perawat wanita kepada Aisyah.
Aisyah sudah tidak bisa mendengar suara apapun, kepalanya seperti berputar dan terasa berat. Kedua matanya mulai berkunang-kunang dan akhirnya Aisyah tidak sadarkan diri dilantai.
__ADS_1
Beberapa perawat langsung membantu Aisyah dan mendapatkan pemeriksaan pertama. Ketidaksadaran Aisyah karena kelelahan dan pikiran ditambah syok karena panik dan kaget dengan kondisi Baihaqi yang sebenarnya saat ini.
DI TEMPAT LAIN
"Katakan dimana Joe berada? Atau Kamu dan bayimu akan mati ditanganku." ucap Bram dengan sangat tegas dan kasar.
Anggie hanya bungkam dan tidak menjawab. Tubuhnya sudah lemas dan banyak mengeluarkan peluh di sekujur tubuhnya.
"Kamu diam itu tandanya Kamu tahu dimana dia." ucap Bram pelan di dekat telinga Anggie sambil membawa pisau lipat kesukaannya yang telah ditempelkan di pipi Anggie.
Anggie hanya bergidik ngeri dan merasakan nyeri yang sangat hebat di perutnya yang telah membuncit.
"JAWAB !!!" teriak Bram menarik jilbab Anggie dan melempar ke segala arah.
"Demi Allah Rasullullah, aku tidak tahu dimana Joe. Selama ini aku bersama Aisyah, istri pertama mantan suamiku." ucap Anggie pelan dan terbata bata.
Anggie hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini. Kalaupun harus mati di tangan para preman jahanam ini, mungkin itu semua sudah kehendak Allah. Ini semua adalah balasan dari segala perbuatan buruk yang selama ini dilakukan oleh Anggie terutama kepada Aisyah dan Baihaqi.
Memang benar Allah SWT itu Maha Besar dan Maha Adil. Semua perbuatan itu harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat.
"Kamu ingin bermain main denganku. Lihat itu, banyak lelaki hidung belang yang haus akan macan betina seperti kamu. Dan aku tidak perduli kamu sedang hamil besar ataupun lelah, anak buahku siap menerkam tubuhmu kapan saja." ucap Bram dengan kasar lalu meninggalkan Anggie di gudang gelap itu sendirian.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....
__ADS_1