KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
82


__ADS_3

Joe sudah sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh geng musuhnya itu. Tubuhnya baru saja mau berdiri, namun di tahan oleh Edward dengan mencengkeram pundaknya.


"Sabar Bang. Kita lihat saja dulu, kalau ada yang tidak beres maka kita bisa lapor polisi, kita cari bukti saja dulu," ucap Edward pelan yang bersembunyi di balik semak-semak.


Kedua mata Mikael mencari-cari bayangan hitam yang sempat membuatnya merasa sedang diikuti oleh seseorang. Cerutu yang masih panjang dan sedang dihisapnya itu pun dibuang ke sembarang arah. Lalu Mikael mengambil batu yang berukuran sedang dan melempar ke arah yang diyakini memang berasal dari sana sesuai instingnya. Feeling-nya tidak pernah salah dan selalu saja tepat. Saat batu itu dilempar dan terdengar suara nyaring mengaduh.


"Awww ... Aduh," teriak Edward keras dan lantang saat batu itu mengenai kepalanya yang membuat seluruh tatapannya berbayang dan sangat pusing sekali.


Joe langsung menutup mulut Edward dengan telapak tangannya agar teriakan itu segera terhenti dan tidak terdengar oleh Mikael yang memang sudah mencium ada orang lain selain Mikael dan Burhan di tempat gelap itu.


Telinga Mikael benar-benar sangat tajam, bisa mendengar suara seluruh apapun. Mikael bersiap dan mengambil senjata api yang disimpan di selipan celana panjangnya pada bagian perutnya.


Langkah kakinya pelan berjalan menuju semak-semak yang dirasa tempat bersembunyi orang yang sedang mengikutinya.


Kepala Edward begitu sakit dan terasa sangat pening sekali. Semuanya terasa berputar dan keduanya pun terasa sangat buram dan pandangannya langsung menggelap begitu saja.


"Bang, aku tidak bisa melihat. Kenapa semua terasa sangat gelap?" suaranya sangat lirih sambil memegang tangan Joe dengan erat.


"Edward, kamu kenapa?" tanya Joe setengah berbisik.


"Gelap Bang. Aku tidak bisa melihat apa-apa," lirih Edward yang merasa ketakutan dan terus memegang lengan Joe agar tidak kehilangan arah.

__ADS_1


"Diamlah, Mikael tahu akan keberadaan kita," ucap Joe setengah berbisik.


Edward hanya mengangguk pelan menjawab ucapan Joe.


Mikael berjalan pelan menuju semak-semak yang sejak tadi menggoda pikirannya. Ada siapa disana, makhluk berwujud, atau tidak berwujud atau hanya binatang. Tapi, saat batu itu mungkin mengenai seseorang, terdengar jelas suara teriakan dengan suara yang sangat nyaring secara spontan, dan itu pembuktian bahwa bayangan itu adalah makhluk berwujud.


'Tapi, siapa yang berani mengekor keberadaan Bang Burhan,' batin Mikael didalam hatinya. Kedua matanya tetap fokus sambil membawa senjata api yang sudah berada di tangannya.


Jari-jarinya sudah siap, menarik pelatuk jika ada hal-hal yang mencurigakan sesuai arahan Burhan sejak mendidiknya ada awal ikut bersama geng besar Bram.


Burhan masih belum lelah, walaupun sudah dua kali mengeluarkan cairan kelakiannya dengan sempurna. Tubuh wanita hamil itu nampak sangat seksi dan berisi, ditambah wajah Anggie yang memang cantik luar biasa, dengan tubuh putih bersih membuat Burhan semakin kalap menerkam tubuh itu hingga meninggalkan jejak merah di setiap inchie tubuh Anggie.


Anggie masih tidak sadarkan diri, tubuhnya hanya lemas dan lemah dengan kedua mata terpejam seperti orang yang pasrah mengikuti kendali Burhan. Kedua tali di tangan dan kakinya sudah dilepaskan, agar Burhan lebih mudah menggagahi wanita hamil itu dengan sempurna.


Aktivitasnya ingin di hentikan, namun sudah kepalang tanggung, hasratnya sudah mulai memuncak lagi hingga ubun-ubun, hanya perlu konsentrasi beberapa saat hingga cairan itu membasahi gua sempit milik Anggie untuk kesekian kalinya.


'Tidak sia-sia aku mengkonsumsi obat kuat, benar-benar ampuh hingga pagi. Tidak terasa lelah sedikitpun, hanya saja, aku merasa bersetubuh dengan patung,' batin Burhan di dalam hatinya.


Posisinya kini sudah berada di atas tubuh Anggie dengan kaki menahan tubuhnya agar tidak mengenai perut buncit itu. Wajah Anggie itu benar-benar membuatnya tekah bernafsu, andaikan wanita hamil ini mau dinikahi, tentu Burhan dengan senang hati menikahinya tanpa syarat apapun. Tapi sayang, wanita ini adalah istri dari musuh besar bos Bram, tentu akan bermasalah di kemudian hari jika Burhan tidak membuang wanita hamil itu ke jalanan dan malah akan menyusahkan dirinya.


Makanya malam ini adalah kesempatan besar untuk bisa melampiaskan semuanya dengan baik. Besok pagi waktunya istirahat baru mencari dan mengeksekusi Edward dan Joe. Begitu kira-kira rencana yang sudah ada di otak Burhan, lelaki licik dan licin seperti belut itu.

__ADS_1


Sudah tiga jam berlalu, dengan pencapaian klimak sudah mau yang ketiga, benar-benar luar biasa kuat. Burhan mengabaikan keadaan disekitar, dipikirannya ada Mikael yang pasti berjaga dengan baik dan pasti setia menunggu Burhan yang masih berkutat pada tubuh cantik Anggie.


Leguhan Anggie pun lolos dari bibir tipisnya dan itu sukses membuat Burhan terkejut bukan main, obat tidur itu sudah diberikan dengan dosis tinggi yang akan membuat Anggie tertidur pulas lebih dari waktu dua belas jam, tapi leguhan itu membuatnya terkejut, tapi membuat Burhan semakin bernafsu. Anggie menggelengkan kepalanya dan berusaha membuka kedua matanya perlahan sambil mendorong tubuh yang masih berada di atasnya yang masih menciumi wajah Anggie yang cantik.


Leguhan itu makin keras saat Burhan terus menggoyangkan pinggulnya dengan menggerakkan gerakannya ke leura dan ke dalam secara cepat.


"Joe, ekhmmm, kamu datang Joe?" Lirih Anggie dengan kedua mata sulit terbuka. Kondisi Anggie masih dalam efek obatbtidur, pikirannya masih melayang dan menganggap yang melakukan itu adakah Joe.


Bagi Burhan ini adalah angin segar, saat bisa melampiaskan Anggie yang bisa mengekspresikan perasaan nikmatnya tentu membuat Burhan semakin ingin memuncak berkali-kali lagi. Tubuhnya masih terasa segar dan kuat, entah setan apa yang merasuki Burhan hingga tega membuat Anggie yang sedang hamil besar itu ikut menikmati surga dunia malam itu walaupun dalam keadaan setengah sadar.


Anggie yang masih di alam bawah sadar ikut menikmati semua permainan Burhan. Dirinya seolah sedang bermain-main dengan Joe, orang yang dirindukan selama ini.


Makin lama, leguhan itu pun makin keras dan keringat membasahi kedua tubuh manusia yang sedang menikmati pencapaian surga dunia itu.


Burhan semakin menggila dan kalap ketika Anggie memegang kedua lengan Burhan d sangat erat dan seolah mengatakan untuk terus dan jangan berhenti. Anggie seperti kesurupan dan terkena sihir Burhan yang terus menagih untuk terus dinikmati tubuhnya oleh Burhan.


Area intimnya yang mengganjal namun terasa nikmat dan makin mengeras itu sangat sulit untuk dilupakan oleh Anggie. Begitu buas Burhan menikmati setiap inchi tubuh Anggie dengan hisapan dan gigitan kecil yang menjejakkan tapak merah kebiruan di sekujur tubuh anggie yang mulus dan polos itu.


"Terus Joe, kamu kuat sekali, ini yang aku inginkan selama ini. Aku sangat menikmati dan berikan aku kepuasan," ucap Anggie mulai meracaubtidak jelas.


Burhan tersenyum lebar, dirinya di puji dengan kekuatannya yang kuar biasa itu, membuat terus menekan kepemilikannya hingga ujung buntu karena intim Anggie.

__ADS_1


Secara bersamaan kedua tubuh berkeringat itu meracau dan meremang hingga keduanya mencapai puncak surga dunia yang sangat memuaskan. Tubuh Anggie melemas seketika dan tidak sadarkan diri kembali setelah teriakan dan leguhan nikmat mencelos begitu saja dari bibirnya hingga membuat Burhan bahagia.


__ADS_2