KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 45


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Istighfar Mas Fathan. Jangan ikut campur lebih dalam dengan urusan rumah tangga Aisyah." ucap Raina pelan dan lembut. Seolah-olah ingin berkata sudah biarkan saja, urusan kita adalah membantu Aisyah hingga persalinan nanti.


Raina pun dengan gesit mengambil air untuk diminumkan kepada Aisyah. Aisyah pun sudah sadar dan tampak lebih tenang dari pada tadi. Wajahnya yang pucat pun hilang terganti dengan senyuman manis yang mengembang karena kebahagiaannya bertemu dengan keluarganya.


Fathan menghampiri Aisyah dan mengusap kepala Aisyah dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Aisyah, aku akan membantumu hingga dirimu melahirkan nanti. Setelah itu, kami akan membawamu ke dokter spesialis kulit untuk membantu agar kulit dan wajahmu bisa kembali seperti sebelumnya." ucap Fathan pelan.


Raina yang berdiri di sisi Fathan pun mengangguk pelan agar Aisyah sepemikiran dengan Fathan.


"Lalu Anggie itu siapa? Betul istri kedua Baihaqi?!" tanya Fathan yang terus saja mendesak dan menyelidik. Tatapannya seolah-olah benar benar penasaran dan ingin tahu masalah rumah tangga yang sedang dihadapi adiknya ini.

__ADS_1


Deg ...


Deg ...


Deg ...


Sungguh pertanyaan yang tidak ingin Aisyah dengar. Dengan mendegar nama Anggie saja, hatinya seperti tercabik cabik, penyesalan Aisyah kembali muncul karena memaksa Baihaqi untuk menikahi Anggie tapi sekarang hatinya begitu sakit melihat Baihaqi yang tinggal satu rumah dengan Anggie.


Air mata Aisyah pun luruh tidak terbendung lagi. Wajahnya kembali terlihat pucat mendegar nama Anggie si Parasit dalam rumah tangganya.


"Aisyah ... Jadi benar, Anggie adalah istri Baihaqi?" tanya Raina yang mulai gemas karena Aisyah hanya diam dan menangis.


"Ceritakan apa yang terjadi Aisyah. Bukankah rumah tanggamu dengan Baihaqi bahagia dan baik-baik saja." ucap Fathan yang ikut menimpali.


"Aku akan ceritakan semuanya, tolong rahasiakan ini semua dari Eyang Atmojo dan Ayah Tito." ucap Aisyah pelan. Fathan dan Raina pun menganggukan kepalanya tanda setuju, walaupun gimana nanti jika rahasia itu sudah terbongkar.


Aisyah mulai menceritakan kejadian kurang lebih tujuh bulan yang lalu. Saat dirinya dan Baihaqi mulai di uji dengan suatu masalah. Aisyah pun menceritakan dengan runtut dan detail. Fathan dan Raina pun menyimak baik apa yang diceritakan Aisyah tanpa sanggahan.


Pagi yang cerah Baihaqi terbangun dari tidurnya. Tadi malam Baihaqi menginap di ruko Butik Aisyah bersama Pak Amin setelah asisten dan semua karyawan pulang.


Sebisa mungkin Baihaqi menghindari untuk pulang ke rumah. Niat awal pagi ini akan menghubungi dekan, dan membuat janji karena ada hal penting yang ingin disampaikan Baihaqi.


"Pak Baihaqi ini sarapannya, hanya ini yang ada di pantry atas."


Pak Amin membawa semangkuk mie rebus special pake telur dan kopi hitam serta air putih.


"Makasih Pak Amin." ucap Baihaqi pelan dan langsung menyantap makanan yang ada didepannya bersama dengan Pak Amin.


"Sudah siap semua Pak Amin. Ayo kita berangkat." ucap Baihaqi pelan.


Baihaqi dan Pak amin pun membuka ruko dan beberapa karyawan sudah datang menunggu ruko dibuka dari dalam. Semua karyawan menunduk dengan hormat saat Baihaqi mulai keluar dari ruko tersebut dan menyerahkan kunci kepada salah satu karyawan tersebut.


"Ini kuncinya Risa. Tolong beli kebutuhan sehari-hari dan beberapa cemilan dan makanan untuk saya. Sementara saya akan menginap di ruko ini bersama Pak Amin. Tolong jangan beri tahu siapapun jika saya tidur disini." ucap Baihaqi menitah kepada salah satu asisten kepercayaan Aisyah sambil memberikan uang untuk belanja.


Dengan gerakan cepat, Baihaqi dan Pak Amin sudah berada di dalam mobil. Tujuan pertama adalah ke kampus untuk bertemu dengan dekan.


"Pak Amin mampir ke konter sebentar untuk membeli charger, ponsel saya mati sejak malam." titah Baihaqi pelan dan sopan.


"Baik Pak Baihaqi." ucap Pak Amin pelan.


Baihaqi benar-benar harus bergerak dengan cepat, karena batinnya selalu berkata Aisyah masih hidup. Rencananya Baihaqi ingin meminta cuti tambahan untuk segera kembali ke Turki dan meminta bantuan kedua kakaknya untuk mencari keberadaan Aisyah.


Pertemuan dengan dekan pun sudah dilakukan. Baihaqi mendapatkan ijin satu bulan untuk tidak mengajar karena alasan kondisi yang belum pulih betul. Selain itu, niat baik untuk mencari istrinya pun disampaikan juga agar alasan ijin pun menjadi tepat.


Di tempat lain, Anggie menunggu kedatangan Baihaqi di tempat tunggu kampus itu. Gadis itu ingin menanyakan kenapa tidak pulang dari semalam. Hati Anggie pun mulai berdesir tatkala melihat Baihaqi keluar dari pintu keluar kampus itu dan bangkit berdiri untuk menghampirinya.


"Pak Baihaqi ... " Panggil Anggie setengah berteriak agar Baihaqi pun mendengar.


Merasa namanya dipanggil, Baihaqi pun menoleh ke arah sumber suara. Baihaqi melihat Anggie sedang berlari kecil ke arahnya.


"Assalamualaikum ... Pak Baihaqi, maaf saya lancang datang ke kampus. Niat saya hanya ingin membawakan bekal ini untuk Pak Bai." ucap Anggie pelan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam ... terimakasih. Maaf saya sedang banyak urusan. Pulanglah." ucap Baihaqi dengan suara datar dan dingin.


Baihaqi pun segera meninggalkan Anggie terpaku sendirian disana. Sedikitpun Baihaqi tidak ingin memberikan celah untuk Anggie kembali mencintainya. Cinta Anggie itu salah, dan hanya obsesi dan kagum kepada Baihaqi membuat semuanya pun runyam.


Sesaat Hanyfah dan Suaminya pun menelepon Baihaqi dan meminta untuk bertemu sebentar di restaurant dekat kampus. Ada rencana untuk merayakan ulang tahun Nadya yang ke enam tahun. Nadya menginginkan Baihaqi dan Aisyah pun ikut dalam acaranya. Namun, sulit menjelaskan kepada anak kecil itu bahwa Aisyah sudah berada di Surga, karena dugaan tak bersalah mengarah Aisyah telah meninggal.


Tidak lama, Baihaqi pun sampai di restaurant yang dijanjikan. Disana Hanyfah dan suaminya pun sudah menunggu, Nadya pun ikut serta disana menunggu Papa Baihaqi.


"Assalamualaikum ... Maaf saya terlambat." ucap Baihaqi pelan.


"Waalaikumsalam tidak apa-apa, kami juga baru saja datang." ucap Hanyfah dengan lembut.


"Papa ... Umi Aisyah kemana?!" tanya Nadya pelan dengan kedua bola mata mencari-cari Aisyah yang mungkin masih tertinggal di belakang.


Baihaqi pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan anaknya itu.


"Umi Aisyah sedang pergi. Nadya mau kesana menjemput Umi?!" tanya Baihaqi pelan.


"Nadya mau Papa Bai. Nadya ikut jemput Umi. Boleh kan Bunda?" tanya Nadya kepada Bundanya.


"Boleh sayang, tapi kan kita mau ke pantai dulu hari ini." ucap Bunda Hany kepada Nadya lembut.


"Papa ... tunggu Nadya pulang ya. Nadya ingin ikut menjemput Umi Aisyah." ucap Nadya merengek manja.


"Iya sayang. Papa akan tunggu Nadya pulang ya baru berangkat ya. Boleh saya bawa Mbak Hany?!" tanya Baihaqi pelan.


"Kamu yakin akan membawa Nadya mencari Aisyah. Aku takut Nadya akan merepotkanmu Mas." ucap Hanyfah pelan.


"Untuk teman diperjalanan. Nadya selalu memberikan senyum untukku." ucap Baihaqi pelan sambil mengusap kepala Nadya pelan.


"Bawalah Mas, kalau memang tidak merepotkan. Hanyfah harus istirahat total, kemarin penyakitnya kambuh lagi." ucap Suami Hanyfah menjelaskan.


Pertemuan itu cukup singkat dan mengambil intinya saja. Siang itu Nadya minta diantar ke pantai lalu acara ulang tahun akan dilanjutkan di sebuah ballroom hotel ternama di Semarang.


Mereka pun berpisah di depan restaurant itu, Baihaqi pun melanjutkan perjalanannya menuju mall untuk membeli sebuah kado untuk Nadya.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


__ADS_2