
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Hidayah Hijrahku
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Kesucian Syahadat
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
Pagi ini, Baihaqi sudah bersiap diri untuk ke kampus, jadwal mengajar di pagi hari mengharuskan Baihaqi untuk datang lebih pagi dan menghindari macet di jalanan yang pastinya padat.
"Mas, mau sarapan atau di bawa aja bekalnya?" tanya Aisyah pelan.
"Mas bawa saja boleh? Mas minum teh manis saja. Nanti bekalnya akan Mas makan setelah mengajar sesi pertama." ucap Baihaqi lembut.
"Aku siapin dulu ya Mas. Ini dasinya pakai yang merah maroon ya." ucap Aisyah pelan, memberikan satu buah dasi berwarna merah maroon kepada suaminya.
"Kenapa kamu memilihkan dasi berwarna ini?" tanya Baihaqi pelan dan mengecup kening Aisyah dengan lembut.
"Aku lagi ingin saja Mas." ucap Aisyah pelan dan singkat.
Aisyah pun segera merapikan jas dan dasi Baihaqi kemudian keluar kamar dan menyiapkan bekal sarapan untuk Baihaqi.
"Non Aisyah, ini kotak makannya." ucap Mbok Surti yang menyerahkan kotak makan berwarna merah maroon.
Aisyah pun tersenyum, dan menerima kotak makan itu. Lalu diisinya dengan nasi goreng dan telor mata sapi di atasnya, tidak lupa irisan tomat kesukaan Baihaqi. Sebotol teh manis hangat pun sudah disiapkan di dalam tas bekal kecil itu.
__ADS_1
Baihaqi pun menghampiri Aisyah ke meja makan dan menyeruput teh manis hangat di dalam cangkir yang sudah disediakan Aisyah.
"Hati hati Mas. Ini kotak bekalnya." ucap Aisyah pelan.
"Ini isinya apa Humairah?" tanya Baihaqi.
"Rahasia, pokoknya membuatnya penuh cinta." ucap Aisyah pelan.
"Baiklah, apapun dari Humairahku akan aku santap dengan penuh cinta juga." ucap Baihaqi menjawil hidung Aisyah dengan lembut.
Baihaqi pun berpamitan dan pergi meninggalkan pekarangan rumah.
"Pak Amin... sudah siap? antar say ke butik sebentar." ucap Aisyah menitan Pak Amin dengan sopan.
"Non Aisyah. Hari ini mau belanja gak?" tanya Mbok Surti yang berlari tergopoh-gopoh mengejar Aisyah.
"Astaghfirullah Mbok, untung diingetin. Tolong ambil pesanan buah di Mas jangkung ini uangnya. Hari ini saya akan pesan makanan dari luar. Saya kok pingin seafood Mbok." ucap Aisyah pelan.
"Iya Non, nanti saya ke Mas jangkung. Wah Non, jangan jangan lagi isi?" ucap Mbok Surti menebak.
"Saya gak mau senang dulu Mbok, saya tunggu dulu sampai akhir bulan. Baru saya cek ke dokter kandungan." ucap Aisyah pelan sambil memberikan uang untuk Mbok Surti.
"Saya doakan yang terbaik ya Non Aisyah." ucap Mbok Surti pelan.
Perjalanan menuju Butik Aisyah bisa memakan waktu empat puluh lima menit. Cukup lama, Butik itu berada di Pusat Kota Semarang.
"Bu Aisyah kita lewat jalan alternatif saja. Sepertinya macet, denger denger mau ada demo di dekat simpang lima." ucap Pak Amin memberikan solusi.
Aisyah terus saja memandang ke arah luar jendela mobil melihat seorang perempuan dengan pria tua, itu persis orang yang aku lihat di rumah makan malam itu.
Wanita muda itu ditampar dengan sangat keras. Aisyah yang melihatnya pun ikut miris dan pipinya pun ikut terasa perih. Wanita muda itu didorong dengan kasar, hingga terjatuh di aspal yang hitam pekat.
"Pak Amin, berhenti sebentar, di ujung sana ada yang bertengkar tempat ini sepi sekali. Kita lihat, saya takut terjadi apa-apa dengan wanita itu." ucap Aisyah pelan.
Matanya tetap tertuju pada wanita muda itu. Pria tua itu pun masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi meninggalkan wanita sendirian terduduk di jalan.
Asiyah pun turun dan menolong wanita itu.
"Assalamualaikum.... maaf, saya hanya ingin membantumu." ucap Aisyah pelan.
Wanita itu hanya terdiam dan menatap wajah Aisyah dengan tatapan sendu.
Tangan Aisyah pun terulur untuk menarik tangan wanita itu agar dapat berdiri. Wanita itu pun menerima uluran tangan itu, dan segera berdiri tepat di hadapan Aisyah.
"Aku Aisyah, kebetulan lewat, dan aku lihat kamu duduk di jalan, aku pikir habis jatuh atau kenapa." ucap Aisyah mejelaskan.
"Aku... Anggie... " ucapnya pelan dan datar. Anggie menerima jabatan tangan Aisyah tanda perkenalan. Kemudian merapikan bajunya dan membersihkan dari kotoran dan debu yang menempelnya.
"Disini jalanan sepi dan tidak ada kendaraan umum, bila tidak keberatan mari ku antar pulang. Dan luka di sudut bibirmu akan ku obati, ada kotak P3K di mobilku." ucap Aisyah lembut sambil menunjuk luka di sudut bibir Anggie.
__ADS_1
Anggie hanya menatap heran dengan wanita di depannya ini. Anggie pun hanya mengangguk pasrah dan mengiyakan ajakan Aisyah. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, Aisyah pun dengan cekatan mengobati luka pada sudut bibir Anggie, serta lecet pada kakinya akibat gesekkan pada aspal tadi.
Sepatu dengan hak tinggi, pakaian terbuka hanya ditutupi cardigan, dengan tas selempang dengan ukuran sedang, rambutnya yang hitam dan panjang dengan potongan segi pun membuat Anggie terlihat modis dan masa kini. Satu hal yang membuat Aisyah pun tersenyum, ada kalung berbandul salib bertengger indah di leher jenjangnya. Anggie pun tersenyum kepada Aisyah dan mengucapkan terima kasih.
"Kak Aisyah... terima kasih atas bantuannya. Maafkan Anggie, bila jadi merepotkan Kak Aisyah." ucap Anggie pelan.
"Sesama Manusia harus saling tolong menolong, siapapun itu tidak terkecuali. Mau ku antar kemana?" tanya Aisyah lembut.
"Aku ingin pulang Kak Aisyah. Aku memang bukan seorang muslim, tapi mampirlah ke rumahku." ucap Anggie pelan.
"Baiklah Anggie. Alamat rumahmu dimana?" ucap Aisyah pelan.
"Dekat Kampus UT. Sebelumnya ada gang perumahan masuk saja." ucap Anggie pelan.
"Kampus UT?" tanya Aisyah pelan.
"Iya. Anggie kuliah disana semester akhir. Kenapa Kak Aisyah." tanya Anggie pelan.
"Ihhhh tidak apa-apa." ucap Aisyah pelan.
Anggie pun tampak membuka tas selempangnya dan mencari sesuatu di dalamnya. Anggie pun mengeluarkan sebuah kotak makan berwarna merah maroon dan meletakkan diatas pangkuannya.
"Kak Aisyah... aku punya sandwich enak, ini buatan Mama ku. Belia sibuk bekerja, namun hari ini khusus membawakan aku bekal sandwich karena aku tak sempat sarapan tadi pagi." ucap Anggie pelan.
"Baiklah akan ku coba, ehmmmm halal bukan? aku tidak memakan yang haram." ucap Aisyah mengingatkan.
"Keluarga kami adalah vegetarian, jadi aku pastikan aman." ucap Anggie mantap.
Anggie pun membuka kotak makannya dan membelalakkan kedua bola matanya. Isi kotak makan itu berubah. Aisyah pun melihat perubahan wajah Anggie yang terlihat kecewa.
"Kenapa Anggie?" tanya Aisyah pelan.
"Maafkan aku Kak Aisyah. Tadi aku menutup kotak makankudan isinya sandwich, tapi ini setelah aku bukan kenapa isinya nasi goreng." ucap Anggie pelan.
Aisyah pun tersentak kaget. Kotak makan itu memang mirip dengan kotak makan miliknya, tapi apakah benar isinya nasi goreng dan telur serta irisan tomat.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
__ADS_1
Terima Kasih ....