KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 34


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat


Amanah Terindah


Kalam Hikmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Jaga rumah Anggie. Jaga kesehatan dan jaga kandunganmu." ucap Aisyah pelan dan menyelesaikan makannya hingga habis.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Anggie pun sudah berangkat ke kampus dan meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan ke bandara.


Pak Amin dan Mbok Surti pun sudah siap untuk mengantarkan kedua majikan kesayangannya itu pergi ke Jepang untuk urusan pekerjaan.


Baihaqi dan Aisyah pun sudah duduk di kursi tengah. Kedua tangan mereka saling bertautan dan enggan berpisah. Padahal mereka berdua pun akan pergi bersama dan berlibur bersama. Tapi hati dan perasaan seolah-olah akan ada sesuatu yang dahsyat terjadi dan memisahkan keduanya.

__ADS_1


Beberapa hari ini Baihaqi bermimpi mengejar bidadari yang pergi tanpa menolehnya saat memanggil. dan mimpi itu selalu datang dan muncul berulangkali.


Perjalanan menggunakan pesawat adalah perjalanan yang penuh dengan resiko terlebih bila pasangannya sedang mengandung, harus butuh perhatian dan perlindungan yang extra dan lebih.


Bandara Adisutjipto Yogyakarta adalah salah satu bandara internasional terbaik di Indonesia. Keberangkatan Aisyah dan Baihaqi tinggal satu jam lagi. Persiapan kembali di cek untuk tiket dan paspor.


Mereka berdua berpamitan dengan kedua asisten rumah tangganya. Lalu masuk ke dalam bandara untuk menunggu keberangkatannya pesawat ke Jepang.


Perjalanan dari Indonesia menuju Tokyo Jepang sekitar hampir sepuluh jam. Waktu selama itu pasti akan terasa jenuh dan pegal bagi Ibu hamil seperti Aisyah.


"Kamu kuat Aisyah? Aku jadi cemas begini. Atau batalkan saja sebelum terlanjur. Lagipula sudah ada asistenmu disana. Mereka akan mengerti kondisimu Aisyah." ucap Baihaqi yang tampak cemas dan panik untuk kepergian kali ini.


"Mas ... Aku harus tetap berangkat. Aku tidak mungkin meninggalkan mereka berjuang sendiri tanpa aku. Aku ingin melihat acara besar itu. Itu hanya terjadi lima tahun sekali Mas. Dan ini baru pertama kalinya untukku tentu akan menjadi sejarah bagi karir dan pengalaman hidupku." ucap Aisyah pelan menjelaskan secara detail kepada Baihaqi.


Baihaqi mendengarkan alasan istrinya yang tetap bersikukuh untuk berangkat ke Jepang. Alasannya cukup masuk akal dan diterima baik oleh Baihaqi, namun memang di sisi lain Baihaqi cemas dengan kondisi kesehatan Aisyah dan kandungannya. Terlebih ini adalah anak yang di nantikan tentunya akan selalu dijaga sejak tumbuh di rahim Aisyah.


Mereka berdua pun memutuskan dengan tekad bulat untuk berangkat. Walaupun Baihaqi masih dengan berat hati, namun melihat kegigihan dan semangat Aisyah yang berkobar membuat hati Baihaqi pun luluh.


Aisyah dan Baihaqi sudah duduk di kursi penumpang pesawat. Aisyah memilih dekat dengan jendela sedangkan Baihaqi setia di samping Aisyah dan memegang satu tangan istrinya itu dengan erat. Sudah lama mereka tidak naik pesawat ada rasa panik dan was-was saat pesawat akan mulai terbang.


Baihaqi pun tidak henti-hentinya berdzikir dan memandang wajah cantik istrinya. Tubuhnya duduk agak menyamping hingga tangannya bisa menggapai perut buncit istrinya itu lalu di usap dengan lembut. Ada pergerakan halus yang terasa disana, seperti tendangan mungil dari kaki atau tangan makhluk kecil di dalam perut istri tercintanya itu.


"Apakah tendangan ini tidak menyakitimu Aisyahku?" tanya Baihaqi pelan.


Sungguh semua itu adalah kekuasaan Allah SWT. Kehidupan yang ada di dalam perut istrinya pun tidak luput dari nikmat kebesaranMu Ya Rabb.


"Aku mencintaimu Aisyahku ... Mencintaimu ..." ucap Baihaqi pelan dan terdengar sangat lembut dan penuh ketulusan.


Sudah dua jam berlalu. Aisyah pun mulai terlihat tidak nyaman duduk di kursi itu. Sesekali tubuhnya di miringkan ke kiri atau ke kanan. Posisi kepalanya pun bersandar ke sandaran kursi atau ke bahu suaminya.


"Kenapa sayang? Kamu tak nyaman?" tanya Baihaqi pelan.


Aisyah pun tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya pelan.


"Mau dengarkan ini biar kamu tenang." tanya Baihaqi menyodorkan alat pemutar USB.


Aisyah pun hanya mengangguk pasrah. Perutnya pun mulai terasa keram, kakinya mulai pegal dan pinggangnya pun terasa sakit sekali.


Aisyah menerima kotak speaker itu dengan alat pendengar di telinganya. Lalu dipasangnya ke telinga dan menyalakan kotak itu. Ada murottal suara suaminya disana. Memang benar pelan-pelan perutnya pun mulai mengendur tenang tidak keram sekencang tadi.


Aisyah pun menikmati suara murottal khas suaminya itu. Aisyah pun mulai tenang dan terlihat nyaman hingga tertidur pulas.


Sudah tiga jam Aisyah pun tertidur dengan musik murottal tersebut. Hingga tak terasa tinggal dua jam lagi perjalanan pun akan berakhir di Bandara Tokyo Jepang.

__ADS_1


Sesekali Baihaqi menyuapi Aisyah agar tidak melupakan makan dan minum susunya. Aisyah pun dibangunkan per satu jam sekali untuk minum atau sekedar mengunyah cemilan ringan untuk buah hatinya yang menantikan dari makanan dari Ibunya.


"Sudah kenyang sayang? Tidurlah lagi perjalanan tinggal sebentar lagi." ucap Baihaqi pelan dan mengusap punggung tangan istrinya dan menciumnya berkali kali.


Aisyah pun tersenyum dan merasa kegelian melihat tingkah Baihaqi yang semakin manja dan posesif terhadapnya.


Kepalanya pun disandarkan ke bahu suaminya dan sangat nyaman sekali. Ditambah murottal yang membuat hatinya semakin tenang dan adem. Usapan lembut di perutnya pun membuatnya semakin lelap dan pulas dalam alam mimpi indahnya.


Cuaca diluar sangatlah buruk menjelang satu jam perjalanannya menuju Jepang. Menurut perkiraan cuaca dan informasi yang diterima saat ini sedang terjadi Badai Tornado di Kota Tokyo Jepang. Badai ini pun sudah meluluh lantahkan sebagian kota Jepang. Diharap semua penumpang tetap waspada dan tenang. Begitu informasi yang terlontar dari salah satu Pramugari memberikan penjelasan.


Terlihat awan mendung dan hujan lebat dari kaca pesawat. Hembusan angin yang meliuk-liuk itu terlihat sangat dekat dan jelas.


Pesawat pun mulai sedikit goyang, semua penumpang yang tertidur pulas pun terbangun dan mulai berteriak histeris.


Dua Pramugari pun bersiap memberikan pelampung kepada seluruh penumpang agar cepat memakainya. Karena Badai itu diperkirakan akan muncul tiba-tiba.


Baihaqi pun menengok ke arah Aisyah yang masih tertidur pulas. Pelampungnya pun dipakaikan secara perlahan agar tidak menggangu tidurnya.


Baihaqi melafalkan ayat-ayat suci dan berdzikir mohon keselamatan dan perlindungan untuk keluarga kecilnya ini.


Baru saja berdoa dan memejamkan mata, hantaman kuat dari luar pesawat pun terasa sangat mengagetkan seluruh penumpang. Pesawat pun seperti lemah dan tak berdaya mengikuti arah angin yang begitu dashyat memporak-porandakan badan pesawat.


Semua penumpang pun berterima histeris bersamaan


ALLAHUAKBAR ..... ALLAHUAKBAR .....


Baihaqi memeluk Aisyah dan memegang kuat tangan istrinya itu agar mereka tetap bersama apapun yang terjadi.


Aisyah pun sayup-sayup membuka matanya pelan. Sangat jelas tubuhnya ada dipelukan Sang Suami. Teriakan histeris di dalam pesawat membuat jantungnya pun langsung berdegup dengan kencang.


Innalilahi wa innailaihi rojiun ....


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.

__ADS_1


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


__ADS_2