KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 19


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Dua hari itu bukan waktu yang lama untuk mempersiapkan sebuah pesta pernikahan. Walaupun hanya pesta sederhana tetapi tetap harus di manage dengan baik agar semuanya berjalan dengan baik.


Hari ini Aisyah sibuk menjahit kebaya yang akan di pakai saat akad oleh Anggie. Dengan melihat postur tubuhnya saja, Aisyah sudah bisa membuat kebaya yang pas sesuai ukuran tubuh Anggie.


Mbok Surti juga sibuk memesan katering di salah satu tempat favorit Aisyah bila memesan makanan untuk acara-acara besar dengan keluarga besarnya.


Sedangkan Pak Amin mempersiapkan tenda dan kursi serta perlengkapan pelaminan di rumah Anggie.


Acara pernikahan akan dilangsungkan di kediaman mempelai wanita. Hanya mengundang beberapa teman dan sahabat. Keluarga Besar Aisyah tidak ada satu pun yang di kabari tentang masalah ini. Biarkan ini menjadi masalah pribadi sendiri Aisyah dan keluarga kecilnya.

__ADS_1


Baihaqi hanya termenung dan berdiam diri, saat semua sibuk mempersiapkan pernikahannya. Baihaqi hanya tidak pernah menyangka hal sebesar ini terjadi dalam kehidupannya dan menjadi masalah yang pelik dalam rumah tangganya.


"Mas Bai... Ayok makan dulu, nanti kamu sakit sayang. Besok adalah hari pernikahan kamu dan Anggie. Bagaimana bisa mempelai pria nya sakit dan terlihat pucat saat akan melakukan ijab kabul. Itu sama saja membuatku malu, tandanya aku tidak bisa mengurus kamu dengan baik." ucap Aisyah pelan dengan menyuapkan makanan ke dalam mulut Baihaqi.


Tatapan Baihaqi begitu sendu dan terlihat nanar. Tatapan kesedihan, kekecewaan dan penyesalan yang teramat dalam. Baihaqi hanya pasrah menerima suapan itu dari Aisyah. Kali ini Baihaqi tampak lebih menurut kepada Aisyah.


"Kamu sakit Mas? Minum obat ya? Lalu istirahat." ucap Aisyah pelan dan lembut.


"Aku hanya lelah Aisyah. Jangan sepeti ini Aisyah, hatiku semakin sakit dan sulit menerima kenyataan ini." ucap Baihaqi dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku hanya mencari solusi terbaik Mas. Mungkin setelah Anggie melahirkan kamu bisa menceraikannya. Bukankah yang terpenting menutup aibnya saat ini." ucap Aisyah menjelaskan.


"Tidak semudah itu Aisyah. Menceraikan itu perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT, apapun alasannya. Kalau alasan kita membantu, kenapa harus menceraikan. Lebih baik tidak perlu di nikahkan." ucap Baihaqi dengan tegas.


Kedua mata Aisyah pun membuka, betul yang di katakan Baihaqi. Menceraikan itu bukan sesuatu hal yang mudah. Perceraian bukan dilarang oleh agama tetapi perceraian sebenarnya tindakan yang tidak di sukai oleh Allah SWT. Kenapa hal ini tidak pernah terpikirkan oleh Aisyah, gumamnya dalam hati.


Aisyah pun seketika tampak pucat, bayangan dua wanita dalam satu rumah yang sama sama mencintai Baihaqi. Lalu Aisyah harus bagaimana?.


"Kenapa? kamu tidak bisa menjawab bukan. Keputusan yang kamu ambil itu berat Aisyah. Berat untukmu dan untukku juga. Kalau hanya sekedar memberi uang saja dan membantu membiayai anak Anggie mungkin aku mampu, tapi bila aku harus berbuat adil itu sulit Aisyah. Pernikahan itu SAH, bukanlah main main, bukan kontrak di atas kertas saja. Tapi pernikahan itu, kontrak kita dengan Allah SWT. Mungkin niat kita Baik, tapi..... " ucap Baihaqi terputus. Hatinya sesak kembali, pikirannya buyar dan sakit hati karena fitnah keji itu sungguh membuat hidupnya pun hancur.


Cara Allah SWT menegur hambaNya terkadang dengan cara cara yang kebanyakan tidak kita sukai. Tapi teguran ini membuat seseorang akan semakin bijak menyikapi suatu masalah yang dihadapinya.


Bukan tidak mungkin Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita dengan hal hal yang menyakitkan terlebih dahulu. Disini iman dan kedewasaan kita di uji. Hanya Hamba Allah yang taat yang bisa melalui ini semua dengan baik. Dengan cara apa? Hanya KESABARAN, KEIKHLASAN dan KETULUSAN.


"Tapi apa Mas?" tanya Aisyah pelan. Pandangannya terus menatap wajah Baihaqi penuh cinta.


"Jangan pernah mencampuradukkan antara Niat Baik dan Rasa Kasihan, ujung ujungnya pasti ada yang tersakiti. Ini yang dari awal aku hindari Aisyah." ucap Baihaqi menatap jendela kamar. Baihaqi tidak ingin menatap wajah istrinya, bukan karena benci atau salah paham, semua ini sudah jalan takdir kehidupan keluarganya yang harus dijalani.


Aisyah menatap Baihaqi dengan rasa iba. Aku saja tidak sanggup menerimanya, apalagi Suamiku yang akan menjalani rumah tangga ini, gumam Aisyah dalam hati. Hatinya menangis perih. Kenapa bisa mengambil keputusan konyol seperti ini, yang akhirnya by malah menjadi boomerang bagi rumah tangganya sendiri.


"Jangan kamu sesali Aisyah, kau tidak menyalahkan kamu. Aku hanya bisa pasrah, walaupun aku berharap ini semua batal dan tidak pernah terjadi." ucap Baihaqi pelan. Satu tetes air matanya lolos dari kelopak matanya yang mulai membengkak.


Aisyah hanya tertunduk lemas, rasanya ingin mengulang kembali hati itu agar tidak pernah terucap 'Aku ikhlas kamu menikah dengan Suamiku Anggie. Aku rela memiliki madu.dalam rumah tanggaku.' Aku bodoh, teriaknya dalam hati hingga membuat dadanya semakin sesak.


Baihaqi pun menarik tubuh Aisyah dan memeluknya dengan erat. Punggungnya pun di usap dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Tetaplah disini Humairah, jangan pernah tinggalkan walaupun ini semua terjadi karena takdir." ucap Baihaqi lirih. Dadanya yang terbuka pun terasa hangat dan basah karena hembusan nafas Aisyah dan air mata yang deras mengalir di sana.


"Ana uhibbuka fillah ... " ucap Aisyah lirih. Kepalanya ditenggelamkan di dada bidang Baihaqi.


"Ana uhibbuki fillah ... Humairah... " ucap Baihaqi dengan suara yang serak.

__ADS_1


Mereka berpelukan sangat erat, saling mendukung dan mensupport bukan saling menyalahkan kesalahpahaman yang ada.


Walaupun ini semua berat, tapi dengan Kesabaran dan Keihklasan serta Ketulusan maka semua akan berjalan dengan baik-baik saja.


"Apa kamu juga mencintai Anggie?" tanya Aisyah pelan dengan posisi masih memeluk Baihaqi.


"Pertanyaan macam apa itu yang kamu ajukan kepada Dosen Agama?" ucap Baihaqi mengacak-acak rambut Aisyah.


"Jawab Mas Bai." ucap Aisyah dengan rasa penasaran yang tinggi.


Baihaqi melepaskan pelukannya dan bertatap wajah dengan Aisyah.


"Satu hal permintaanku padamu Aisyah. Jangan paksa aku untuk mencintai Anggie. Biarlah dia hidup bersama kita tidak dengan jiwa dan ragaku." ucap Baihaqi dengan tegas dan mantap.


Aisyah pun tersenyum lebar. Itu tandanya Baihaqi hanya mencintai Aisyah.


"Tapi kamu akan menjadi suami SAH untuk Anggie, dan kamu harus memenuhi kewajibanmu sebagai seorang Suami." ucap Aisyah menjelaskan.


"Aisyah kamu jangan memojokkan aku dengan dalil yang kamu ketahui. Ini masalah perasaan. Aku menikahinya atas keinginan kamu. Betul? Jadi jangan buat seolah-olah aku yang yang bersalah dalam hal ini." ucap Baihaqi pelan. Wajahnya mulai geram dan kesal.


"Aku hanya ingin mengingatkan, Anggie itu sedang mengandung, tentu kamu tahu bagaimana sikap seorang wanita yang sedang mengandung." ucap Aisyah menjelaskan.


Hari ini mereka masih bisa bercanda dan bercengkrama dalam satu kamar, apakah hari esok masih akan sama seperti ini. Atau memang semuanya akan berubah, karena akan ada dua Nyonya Baihaqi setelah ini.


Senyum Aisyah pun menyiratkan goresan luka yang semakin menganga dan pastinya akan sulit di obati.


Waktuku hanya tinggal hari ini dan malam ini. Bagaimana dengan hari esok? Apakah semua akan baik-baik saja atau malah sebaliknya.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...

__ADS_1


Terima Kasih ....


__ADS_2