KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 61


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Jangan gila. Jangan sampai kamu di cap sebagai pelakor. Terima saja kalau kamu sudah diceraikan, dan aku siap menikahimu." ucap Joe antusias.


"Persetan dengan semuanya. Hanya Baihaqi yang aku inginkan." teriak Anggie semakin menggila.

__ADS_1


"Sadar diri Anggie. Lihat surat ini!!" ucap Joe sambil melempar amplop berkas tersebut kepada Anggie.


Anggie menatap surat itu dengan nanar. Dirinya frustasi saat surat itu sudah datang lagi untuk kedua kalinya. Dibukanya surat itu yang berisikan lusa untuk datang sidang perceraian yang kedua.


"Aku tidak mau cerai Joe. Aku masih ingin bersama Pak Baihaqi. Aku bahagia walaupun menjadi yang kedua, Aku tidak apa-apa." ucap Anggie pelan.


"Pak Baihaqi tidak memilihmu Anggie. Seharusnya kamu jangan sekeras ini. Terimalah keputusan Pak Baihaqi, hargai semuanya." ucap Joe pelan.


Anggie menitikkan air matanya. Semua hilang, ibunya sudah pergi entah kemana, sekarang Baihaqi pun ingin menceraikannya. Ayahnya selalu mencari keberadaannya.


"Aku takut Joe. Aku takut dengan Ayah ku. Aku nyaman bersama Pak Baihaqi, walaupun sampai detik ini, dia belum menyentuh aku. Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik. Tapi, aku tidak terpilih." ucap Anggie sesegukan.


Joe mendekati Anggie menghapus air mata yang jatuh ke pipinya. Lalu memeluk Anggie dengan rasa sayang.


"Ada aku yang akan selalu menemanimu Anggie. Kamu dan anak kita." ucap Joe pelan sambil mengusap perut Anggie.


"Aku gak cinta sama kamu Joe." ucap Anggie dengan jujur.


"Pak Baihaqi menikahimu karena cinta? Apa dia mencintai kamu?" tanya Joe pelan.


Anggie hanya menggelengkan kepalanya. Anggie terdiam dan memejamkan kedua matanya. Cintanya kepada Baihaqi terlalu dalam, hingga sulit melepaskan.


"Dengarkan aku. Kita akan datang lusa ke pengadilan agama untuk mengurus perceraianmu dengan Pak Baihaqi. Kemudian kita menikah, kamu boleh pilih mau berlibur ke kita mana saja." ucap Joe memberikan pilihan.


"Antar aku ke Pengadilan Agama lusa Joe. Bantu aku mengurus perceraian ku dengan Pak Baihaqi. Satu hal, setelah kita menikah aku ingin ke Kairo." ucap Anggie dengan mantab.


"Cari kota atau negara lain, aku tidak mau ke Kairo." ucap Joe pelan. Dirinya tahu, bahwa Baihaqi ada disana.


"Aku hanya ingin kesana atau tidak ada perceraian dan pernikahan." ucap Anggie mengancam.


"Oke akan aku tepati demi kamu dan anak kita. Tapi setelah aku menikahimu." Joe memberikan pilihan.


"Baik. Aku mau." ucap Anggie dengan senyum smirknya.


Sedangkan Joe sedang merasakan kebahagian yang teramat sangat karena Anggie sudah bersedia bercerai dengan Baihaqi dan menerima Joe sebagai calon suaminya.


"Akan aku persiapkan pernikahan sesuai keinginanmu." ucap Joe dengan mantap.


"Up to you Joe. Yang terpenting bawa aku ke Kairo." ucap Anggie dengan wajah sumringah.


Dua Hari Kemudian ...


Joe dan Anggie sudah berada di Pengadilan Agama untuk memenuhi panggilan sidang perceraiannya dengan Baihaqi. Sedangkan di pihak Baihaqi hanya di wakilkan Pak Amin. Mereka duduk di ruang tunggu untuk menunggu giliran untuk masuk ke dalam ruang sidang.

__ADS_1


Joe berjalan ke arah Pak Amin dan duduk di sebelahnya.


"Pak Amin ... Lusa saya akan menikahi Anggie, dan kami akan ke Kairo untuk berbulan madu. Tolong kabari Pak Baihaqi, agar beliau mengetahui hal ini dan waspada." ucap Joe pelan dan singkat.


"Baiklah nanti akan saya kabari tentang hal ini kepada Pak Baihaqi." ucap Pak Amin dengan santai.


Hal ini sudah sempat terpikirkan oleh Baihaqi sebelumnya dan ternyata benar itu semua terjadi. Keinginan Anggie sangat kuat untuk mendapatkan Baihaqi kembali apapun caranya.


Jadwal Sidang pun segera dilaksanakan, semua sudah mempersiapkan diri untuk menjalani acara sidang dengan baik. Sidang perceraian hari itu berjalan sangat lancar. Anggie pun terlihat santai menerima keputusan yang ada. Tidak ada kesedihan dan tidak ada perasaan kecewa. Jiwanya yang keras dan hatinya yang sudah beku membuat apa yang dia alami saat ini adalah hal biasa.


Ketuk palu pun mengakhiri pun mengakhiri semuanya. Perceraian antara Anggie dan Baihaqi sudah terjadi. Surat Cerai pun sudah ditandangani kedua belah pihak dan salinannya sudah dibawa oleh masing-masing pihak.


Pak Amin menerima surat itu dan langsung kembali pulang. Di tengah perjalanannya Pak Amin menghubungi Baihaqi dan menginformasikan bahwa sidang perceraian itu sudah selesai, dan hasilnya adalah mereka bercerai.


"Assalamualaikum Pak Baihaqi, maaf keputusannya adalah bercerai. Lusa mereka akan menikah dan akan terbang ke Kairo. Tuan Joe bilang, Pak Baihaqi harap waspada." ucap Pak Amin pelan.


"Waalaikumsalam ... baik Pak Amin terima kasih informasinya. Lusa istriku akan melakukan operasi. Mungkin setelah itu kita kembali ke Indonesia. Tolong jangan beri tahu tentang hal ini." ucap Baihaqi pelan.


Sambungan telepon sudah terputus. Baihaqi dan Aisyah hanya saling berpandangan dan melempar senyum.


"Kamu dengar sendiri Humairah? Aku sudah bercerai dengan Aisyah, dan aku akan menjadikan kamu satu-satunya Humairahku, bidadari surgaku." ucap Baihaqi pelan mengecup kening Aisyah yang masih bermanja di dada Baihaqi karena gempa sesaat yang mereka buat tadi.


"Aku percaya Mas Bai. Kesabaranmu sudah teruji, dan aku akan menjadi milikmu selamanya. Kita dan anak-anak, adalah keberkahan yang diberikan Allah SWT." ucap Aisyah lembut.


Mereka tersenyum bahagia dan melanjutkan keromantisan yang sudah lama hilang karena kondisi dan keadaan.


Hari ini mereka sudah melangkah dalam kehidupan rumah tangga yang utuh dan sempurna. Dimana hanya ada satu Imam, satu Istri dan anak-anak sebagai makmumnya.


Semakin tinggi keimanan kita, ujiannya pun akan semakin beragam. Tapi yakinlah Allah SWT akan memberikan solusi terbaik bagi hambanya yang taat.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...

__ADS_1


Terima Kasih ....


__ADS_2