KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 77


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Dokter Ahmad sudah menunggu Dokter Raina untuk membicarakan suatu masalah yang sangat penting.

__ADS_1


"Assalamualaikum Dokter Ahmad. Ada apa? Bagaimana kondisi pasien Baihaqi? Apa ada progres yang baik?" tanya Raina pelan namun tetap terlihat cemas.


"Waalaikumsalam ... Dokter Raina ... Maafkan saya, saya sudah berusaha semampu saya untuk membantu dan menyelamatkan Baihaqi. Namun, sudah setengah jam ini detak jantungnya berhenti hanya saja nafasnya masih ada. Saya khawatir ini juga tidak dapat menyelamatkan Baihaqi." ucap Dokter Ahmad pelan sambil melihat ke arah Baihaqi yang masih dibantu agar jantungnya berdetak kembali.


Raina menoleh ke arah Baihaqi dan melihat betapa tersiksa tubuh Baihaqi dipaksa untuk bisa berdetak lagi jantungnya.


"Apa sudah maksimal Dokter? Apakah kemungkinan itu sangat kecil?" tanya Raina dengan antusias.


Dokter Ahmad hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Tidak ada harapan lagi untuk Baihaqi, Dokter Raina." ucap Dokter Ahmad pelan lalu meninggalkan Raina yang berdiri dekat pintu kamar ruangan ICU itu.


'Apakah ini arti teriakan histeris Aisyah di bawah alam sadarnya. Baihaqi akan pergi untuk selamanya. Apakah ini takdir dan jalan terbaik darimu Ya Rabb, kalau memang iya, bantu kami mengikhlaskannya. Aku yakin Aisyah akan lebih tegar dan tabah karena Engkau lebih mencintai Baihaqi.' batin Raina dalam hati. Air matanya luruh begitu saja, menetes di pipi dan terus saja tanpa mau berhenti.


"Rainaaaaa!!!" teriak Fathan dari arah pintu masuk ruang ICU.


Raina menoleh ke arah pintu masuk dan menatap ke arah Fathan yang terlihat sangat panik dan cemas. Raina langsung menghampiri Fathan dan menarik napas dalam agar terlihat tenang, padahal dalam hatinya sangat bingung dan takut.


"Ada apa Mas Fathan?" tanya Raina pelan dan lembut.


"Aisyah ... Aisyah Raina... Tolong Aisyah .... " ucap Fathan sedikit keras dan terbata-bata.


"Ada apa sebenarnya ini Mas Fathan? Apa yang terjadi dengan Aisyah, Mas Fathan?" tanya Raina pelan dan hampir tidak terdengar.


Fathan tetap saja terdiam dan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Raina.


DI TEMPAT LAIN


Di sudut kota yang ramai dengan hiruk pikuk orang-orang berjalan dan berlalu lalang menjalankan aktivitasnya.


Seperti biasa pagi ini Joe yang tinggal di sekitar perkampungan kumuh dengan pakaian seadanya dan sudah terlihat lusuh. Duduk bersandar di dinding ruangan sempit dan gelap sambil menikmati kopi panas yang diberi oleh tetangga sebelahnya.


Joe yang menutupi jari dirinya dengan melebatkan kumis dan menggunakan sorban di kepala hingga menutup bahunya.


Terlintas dalam pikirannya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Saat dirinya akan ditembak oleh dua orang bertubuh besar dan hitam, malah justru tembakan itu meleset ke arah orang lain dan langsung terjatuh dengan darah yang mengalir deras dari dalam tubuh pria itu. 'Sungguh malang nasibnya, tapi aku tidak tahu, kemana harus mencari pria itu.' batin Joe dalam hatinya.


Joe tidak tahu bila pria yang tertembak itu adalah Baihaqi, mantan suami Anggie yang selama ini dicari Anggie untuk meminta maaf. Waktu itu, seperti neraka, setelah penembakan itu, Joe langsung berlari sekencang-kencangnya mencari tempat persembunyian, hingga tidak memperdulikan keadaan sekitar apalagi menolong pria yang tertembak itu. Itu hal yang paling mengenaskan bagi Joe, melihat darah keluar dari dadanya dan tembus keluar dari punggungnya juga. Sungguh mengerikan bila mengingat kejadian itu.


Lalu bagaimana keadaan Anggie dan bayiku. Seharusnya sebentar lagi aku bisa menggendong buah hatiku dan hidup bahagia bersama Anggie. Tapi semuanya sirna dan hilang, semuanya hanya seperti harapan yang tak tercapai, angan-angan yang terlalu tinggi dan tidak pernah bisa tergapai. Semoga kamu bisa bahagia kembali hidup bersama mantan suamimu Anggie. Kamu berhak mendapatkan semuanya yang terbaik, bukan laki-laki bejat seperti aku.


Kenapa dulu aku terlalu bodoh dan mudah dimanfaatkan oleh Bram. Kini disaat aku ingin menyudahi permainannya malahan aku yang tersiksa dan disiksa batinku secara perlahan.

__ADS_1


'Anggie apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana kondisi anak kita, maafkan aku yang meninggalkanmu, kamu tidak akan aman bersamaku, lebih baik kamu bersama Aisyah dan mantan suamimu, tentu mereka akan menjaga kamu dengan baik.' batin Joe di dalam hatinya.


Joe sudah mengetahui jika Bram sudah datang ke negara ini untuk mencari dirinya dan membunuh dirinya karena tidak ada satu pun misi yang terselesaikan dengan baik dan sempurna. Selama ini Joe hanya memperlambat waktu agar bisa menunda penyelesaian semua misi tersebut.


Hidupnya kini bagi buronan. Sudah tentu anak buah Bram, cepat atau lambat akan menemukannya.


"Maaf permisi, saya menumpang bersembunyi. Saya sedang dikejar polisi." ucap pria bertubuh kurus dan tinggi menutup pintu dengan rapat.


Joe yang terlihat kaget akhirnya melebarkan senyumannya.


"Kamu Edward?" tanya Joe pelan sambil berdiri menghampiri Edward.


"Bang Joe? Alhamdulillah Bang akhirnya kita bertemu." ucap Edward dengan penuh bahagia.


"Kamu bisa melarikan diri dari kejaran polisi?" ucap Joe pelan lalu mengintip dari sela-sela dinding kamarnya melihat keadaan di luar.


"Ceritanya panjang Bang Joe. Bos Bram sudah ada disini, Dia mencari Abang?" ucap Edward pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Aku tahu itu Edward. Aku pasrah jika aku harus mati ditangannya. Yang paling penting Anggie tidak terbawa dalam masalah ini." ucap Joe pelan.


"Justru itu Bang masalahnya. Anggie sudah ditangkap dan menjadi tawanan Bram." ucap Edward pelan.


"Apa?!! Anggie ditangkap dan menjadi tawanan mereka. Apa yang harus aku lakukan?" ucap Joe dengan keras karena frustasi.


"Maka dari itu Bang Joe. Kita harus mengatur siasat baru untuk menyelamatkan Anggie." ucap Edward singkat.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


__ADS_2