KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 72


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku (Tamat)


Dahsyatnya SHOLAWAT (Tamat)


Angkringan Cinta (Tamat)


Kopi Paste


Kesucian Syahadat ( Tamat)


Amanah Terindah

__ADS_1


Kalam Hikmah


Bulan dan Bintang


Kang Tatang dan Asmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Apa yang kamu katakan Aisyah. Kamu punya Allah SWT. Mintalah sama Allah SWT, keajaiban untuk menyembuhkan Baihaqi." ucap Raina lembut.


Aisyah menganggukan kepalanya pelan tanda setuju dengan ucapan Kak Raina.


"Aku akan menemanimu Aisyah. Selama Baihaqi disini, dia akan aku pantau setiap hari. Kita doakan agar cepat sadar." ucap Raina pelan menguatkan Aisyah.


Aisyah memegang tangan Baihaqi lalu menggenggamnya dengan erat. Jari jemari keduanya saling bertautan. Wajahnya didekatkan ke pipi Baihaqi dan menyentuh kulit pipi itu yang terasa dingin dan kaku. Tidak ada pergerakan sedikitpun dari Baihaqi. Kedua pipi mereka saling menempel, seakan Aisyah sedang menguatkan Baihaqi yang masih tertidur pulas.


'Bangun Mas Bai. Aisyah datang jemput Mas Bai. Nanti kalau sholat siapa yang akan menjadi imam Aisyah. Aisyah sudah terbiasa berada di shaf belakang. Aisyah gak bisa hidup tanpa kamu Mas Bai. Anak-anak juga membutuhkan Abynya. Sehat lagi Mas Bai, ada Aisyah yang akan selalu menemani Mas Bai. Aisyah ingin melihat mata Mas Bai terbuka. Aisyah akan disini menunggu Mas Bai terbangun.' ucap Aisyah lirih sekali, namun Kak Raina tetap bisa mendengar.


Aisyah menautkan jari jemarinya semakin erat, diciumnya tangan Baihaqi dengan lembut dan lama. Rasa dingin dan kaku saat menyentuh bibir Aisyah.


Satu tangannya yang lain mengusap rambut Baihaqi yang sedikit licin. Perlahan jari jemarinya merapikan rambut suaminya yang berantakan.


"Aisyah ... Kita keluar dulu. Biar Baihaqi istirahat." ucap Raina lembut.

__ADS_1


Aisyah menatap Kak Raina dengan wajah sendu. Melihat Baihaqi yang terkulai lemas aja, hati Aisyah sudah tidak karuan rasanya. Bagaimana harus meninggalkannya tanpa bisa menyentuh, tentu itu sangat menyakitkan.


"Apa tidak bisa, biarkan aku disini menemani suamiku?! Bisa kan Kak Raina." ucap Aisyah pelan dengan memelas.


"Aisyah ... Biarkan Baihaqi istirahat. Kita tidak boleh egois, kita bisa melihatnya dari luar. Aku akan tetap mementingkan dirimu untuk tetap bisa menjenguk Baihaqi." ucap Kak Raina dengan lembut.


"Iya Kak Raina. Mas Bai, Aisyah tunggu di depan ya. Cepat bangun sayang. Temani Aisyah sholat." ucap Aisyah lirih lalu mengecup kening dan pipi Baihaqi.


Sungguh pemandangan yang menyedihkan. Betapa besar cinta Aisyah kepada Baihaqi. Terlihat jelas ketegaran dan ketabahan hati seorang Aisyah menjalani cobaan dalam rumah tangganya yang silih berganti. Dan ini adalah hal yang terberat, karena jawabannya adalah hidup dan mati.


Aisyah sudah berada di luar kamar ICU itu, saat ini hanya bisa melihat Baihaqi dari kaca besar itu.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....

__ADS_1


__ADS_2