Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Pasar Malam


__ADS_3

❤ Selamat Membaca ❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>


Pukul 08.00 malam


Khoiruddin menunggu Maira diluar ia sedang duduk di atas sepeda motornya. Setelah lama menunggu akhirnya ia melihat sosok yang ia tunggu - tunggu.


" Mai.. " panggil Khoiruddin.


Maira yang merasa namanya dipanggil menoleh ke sumber suara. Ia melihat Khoiruddin sedang duduk di atas sepeda motornya melambaikan tangannya. Dengan segera Maira melangkahkan kakinya kearah Khoiruddin.


"hai... Sedang apa kamu disini?" tanya Maira kepada Khoiruddin.


"aku? Tentu saja sesuai dengan yang aku ucapkan tadi. Menjemputmu. Ayo naik" ajaknya.


"ehm... kan aku sudah bilang tidak usah repot - repot. "


"aku tidak merasa repot kok. Ayo naik. "


"ehm baiklah. " maira menaiki sepeda motor milik Khoiruddin. Setelah itu Khoiruddin menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.


*****


35 menit kemudian...


"sudah sampai yuk turun. " ajak Khoiruddin


"eh tapi inikan belum sampai? " ucap Maira


" ayo turun. Aku mau turun, kalo kamu nggak mau aku tinggal disini." ancam Khoiruddin.

__ADS_1


"eh.. Eh.. Iya aku turun. "


" gadis pintar." ucapnya sambil turun dari sepeda motor.


"ayo" ucap Khoiruddin dengan memberikan tangannya.


"eh.. " dengan ragu - ragu ia menerima uluran tangan Khoiruddin. Mereka saling menggenggam satu sama lain dengan erat layaknya sepasang kekasih.


Mereka memasuki kawasan yang penuh dengan wahana, disana juga ada yang menjual jajanan manis hingga pedas.


Khoiruddin mengajak Maira untuk menaiki beberapa wahana. Hingga yang terakhir mereka menaiki wahana bianglala. Setelah selesai mereka mampir di kedai yang menjual makanan ringan seperti permen kapas.


Mereka saat ini sedang duduk di kursi sambil makan permen kapas. Khoiruddin yang memegangi permennya dan Maira saat ini sibuk dengan ponselnya. Ia memosting beberapa foto yang sempat ia ambil tadi.


" hufftt.. Capek ya.. Tapi seru. " ucapnya sambil memakan permen kapasnya.


"hem kamu suka?" tanya Khoiruddin.


"ya sangat suka.. Btw terimakasih sudah ngajak aku kemari. Aku udah la....ma.... nggak datang ke pasar malam. "


"ohh ya? Kenapa? " tanya Khoiruddin.


"ya karena aku sibuk cari uang. Kamu tahu aku setelah lulus sma langsung cari kerja. Karena bapak sakitnya tambah parah dan adikku juga butuh biaya untuk sekolahnya. "


" ehmm ibu kamu? "


Maira langsung menundukkan kepalanya.


"ibu aku udah lama meninggal. " ucap Maira lirih.


"ops maaf aku nggak tahu. " ucap khoiruddin merasa bersalah

__ADS_1


Maira menangis sesegukan membuat Khoiruddin bingung. Karena bingung ia pun memeluk Maira berharap bisa membuatnya menjadi lebih tenang.


"hikss... Hiksss.. Hikss.. "


"husstt... Cup jangan menangis. Beliau pasti sudah bahagia disana. Tugasmu saat ini adalah mendoakan yang terbaik untuknya. Ya cupp.. " ucapnya sambil menghapus air mata Maira dengan jarinya.


"ii... ii... iiya. Hikss. "


"husst sudah yuk pulang sudah malam. "


Maira hanya menganggukan kepalanya.


*****


15 menit kemudian mereka telah sampai di depan kost - nya Maira. Maira segera turun.


"makasih ya sudah jemput aku dan untuk pasar malamnya. " ucapnya dengan tersenyum malu.


"oh iya besok aku jemput kamu lagi. Udah gih sana masuk udah malam. " ucapnya


"kenapa jemput lagi. "


" mulai hari ini aku jadi ojek kamu tapi nggak usah bayar. Oke"


"tapi.. "


"husst udah malam. Kamu masuk gih. Aku pamit pulang dulu. "


"hem" maira melangkahkan kakinya memasuki kamar kost - nya. Setelah memastikan Maira sudah masuk ke dalam, Khoiruddin segera melajukan sepeda motornya menuju rumahnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang letih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=>

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir membaca ❤


__ADS_2