
Ketawa - ketiwi dulu, menangis kemudian...
Selamat Membaca
...
"Dia apa? Apapun masalah pertengkaran kalian. Tidak bisakah kau memperlakukannya dengan lebih baik. Kau menyakitinya! Tak ku sangka dirimu akan menjadi seperti ini?" Ucap Khoiruddin
"Apa..." Ucap Maira dengan nada lemah
Beberapa saat mereka berdua terdiam. Dan tiba - tiba saja Maira merasa suasana di luar rumahnya sangat senyap.
"Ya... baru kali ini aku melihatmu mengamuk seperti ini! Ada masalah apa?" Ucap Khoiruddin dan setelah itu. Ia menggandeng tangan Maira untuk menuju ke ruang tamu.
Didudukannya istrinya, lalu ia berikan minum. "Atur dulu napasmu!" Ucap khoiruddin
"Hufft... hah... hufftt... hah..." Setelah tenang barulah Maira bercerita.
"Mas... mas... ternyata dia... dialah yang menjebakmh di malam itu. Hikss... aku sungguh tak percaya dia melakukan ini hikss.." Jelas Maira
"Hufftt... sudah ku duga." Gumam Khoiruddin
"Mas... mas... kenapa? Kenapa dia tega?" Histeris Maira
"Sudah ya.. cup..." Khoiruddin berusaha menenangkan istrinya dengan memeluknya.
__ADS_1
"Ssttt... tenangkan dirimu!" Ucap Khoiruddin
"Sudah tenang?" Tanya Khoiruddin lagi
Maira mengangguk pelan. "Dengar! Aku sendiri tak tahu mengapa adikmu bisa seperti ini. Seperti tidak ada pria lain saja. Tapi yang jelas aku akan setia kepadamu. Aku janji." Ucap Khoiruddin
"hem..." Jawab Maira
...
Sudah satu bulan semenjak kejadian itu. Dan kondisi masih baik - baik saja. Anisa juga sudah tidak pernah datang ke rumah Maira.
Hari ini adalah hari ulang tahun Syifa. Maira tengah sibuk memasak banyak makanan karena ia sudah menyebarkan undangan ke tetangga. Sedangkan Khoiruddin, ia kini sedang sibuk membeli balon juga membungkus beberapa kado untuk putri kecilnya.
...
5 menit lagi acara akan dimulai. Maira sudah menata rapi semua makanan di atas meja. Juga saat ini ia juga memakai pakaian yang cantik dan tak ketinggalan make up yang menambah aura kecantikannya.
Suara deru mesin terdengar. Anak - anak berloncatan ria menyambut kedatangan Khoiruddin. Khoiruddin masuk dengan membawa kue tart yang telah ia beli. Di angkatnya tinggi - tinggi supaya tidka jatuh karena ditarik oleh gerombolan anak - anak.
Dengan susah payah akhirnya ia bisa memecah kerumunan itu. "Ini mi." Ucapnya sambil memberi bingkisan berbentuk kotak itu pada Maira.
...
Kue sudah siap, dan lilin juga sudah dipasang serta menyala. Semua orang bernyanyi dengan riang terutama anak - anak.
__ADS_1
Selamat ulang tahun kami ucapkan,
Selamat sejahtera kita 'kan doakan...
Sampai pada puncak acara...
Tiup lilinnya 2×
Tiup lilinnya sekarang juga...
Tanpa pikir panjang Syifa segera meniup lilinnya. Semua orang bertepuk tangan. Acara dilanjut dengan pemotongan kue. Suapan pertama Syifa berikan pada uminya, kedua abinya, dan yang terakhir kakaknya Gafar. Setelah itu barulah, Maira memotong kue secara merata dan membagikannya kepada semua orang.
...
Malam harinya, semua anggota telah tidur. Khoiruddin yang daritadi tidak bisa tidur. Ia memilih untuk turun ke bawah mengambil air.
Namun saat, ia akan kembali ke kamar. Terdengar ketukan pintu, awalnya Khoiruddin tidak menghiraukan suara tersebut. Menurutnya siapa yang akan bertamu malam - malam begini.
Namun suara ketukan itu terdengar lagi. Karena risih akhirnya Khoiruddin membuka pintu itu. Terlihat Anisa berdiri di luar dengab gaun merah meronanya. Tanpa disadari Khoiruddin terpana akan hal itu.
Perlahan namun pasti. Anisa berhasil membawa Khoiruddin ke dalam kamar tamu. Di sana mereka akan mengulang kembali malam lalu.
"Kau begitu cantik malam ini hem. Biarkan aku memilikimu sepenuhnya malam ini." Ucap Khoiruddin dengan nada penuh nafsu.
Bersambung...
__ADS_1
Terima Kasih😅