Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
BERTEMU 2


__ADS_3

❤ Terimakasih sudah mampir membaca ❤


................................................


Karena hari sudah malam Septiyan dan Khoiruddin berpamitan untuk pulang.


“bro ini dah malam, kita lanjut besok. Oke”


“oke.”


“okelah kalo gitu aku pulang dulu.”


“hem hati-hati.”


“ya..”


Di luar kost-an Lukman.


“din aku antar ya?”


“hem boleh”


Mereka akhirnya pulang dengan naik mobil punya Septiyan. Di dalam mobil mereka berbincang-bincang masalah sepele, namun pada topik tertentu Khoiruddin menjadi aneh menurut Septiyan.


“hem bro menurut kamu gimana gadis yang bernama Putri itu.”


“hem cantik”


“ehm kamu nggak mau nge-gebet dia gitu, secara kan dia cantik, solehah, dan pintar.”


“ehm gak deh buat kamu aja.”


“lah kok buat aku, tapi btw makasih ya tawarannya.”


“hem…” Khoiruddin hanya menganggukan kepalanya saja dan sesekali ia kelihatan tersenyum. Septiyan yang melihat itu merasa ada yang aneh ia pun bertanya.


“din kamu kenapa sih? Kok senyum-senyum gitu kayak menang lotre.”


“nggak ada.” Ucapnya tak acuh


“hem aku tahu, pasti kamu naksir cewek ya, hayo cepat bilang siapa dia!”


“hah siapa sih? nggak ada kok beneran.”


“halah ngaku aja.”


“iya deh tapi nanti kalo udah jadi.”


“jadi?”

__ADS_1


“hem.”


Khoiruddin langsung turun dari mobil setelah berhenti di depan rumahnya.


“makasih ya bro.”


“sama-sama”


“hati-hati”


Septiyan hanya mengangkat jempolnya sebagai jawaban. Setelah itu Septiyan menjalankan mobilnya kembali ke rumahnya.


Di dalam rumah Pak Soleh yang mendengar suara deru mobil bergegas keluar.


“eh nak sudah pulang, kenapa malam sekali hari ini?”


“iya Yah soalnya ada tugas tambahan yah.”


“ohh ya sudah kalo begitu, buruan masuk dan cepat tidur.”


“iya Yah.”


Setelah bersih – bersih Khoiruddin bergegas untuk tidur. Sebelum tidur ia mengecek ponselnya mengharap seseorang dengan nomor tidak dikenal menghubunginya. Namun nihil tidak ada notifikasi apapun. Karena Lelah menunggu ia pun terlelap dalam mimpinya.


Keesokan paginya Khoiruddin bangun dan melakukan aktivitasnya seperti biasanya. Karena tidak ada jadwal kuliah, Khoiruddin berencana untuk pergi ke kebun untuk membantu ayahnya.


“assalamualaikum, ayah khoir bantu ya.”


“wa’alaikumsalam iya nak. Tolong kamu angkat pisang ini dan taruh di gubuk sana.” Perintah Pak Soleh


“iya yah.” Khoiruddin melakukan pekerjaanya dengan baik.


Di lain tempat seorang pelayan cantik sedang mondar – mandir untuk menerima dan mengantar pesanan.


“hufftt… akhirnya bisa istirahat.” Ucapnya dengan menyeka keringat yang ada di dahinya.


Tulalit… tulalit.. tulalit


Ia segera mengambil ponselnya dan segera menggeser ke warna hijau.


“ halo”


“ halo kak, apa kabar?”


“ alhamdulillah baik, kamu dan ayah bagaimana?”


“ kami baik kak. Mmm…”


“ ada apa? Apa ada yang ingin dibicarakan?”

__ADS_1


“ ehmm tidak kok kak.”


“ ada apa? bicaralah!”


“ ehmm… sebenarnya aku harus membayar uang spp kak. Karena aku mau ujian dan syaratnya harus lunas. Sedangkan spp bulan lalu dan bulan ini belum dibayar. Aku sudah minta tadi sama ayah, tapi hanya Cuma diberi 500 ribu. Itu masih tidak ada setengahnya kak. Apa kakak ada uang?”


“ huft.. iya nanti kakak carikan kalo sudah ada nanti kakak hubungi lagi.”


“ beneran nih kak?”


“ iya insyaallah nanti kakak usahakan.”


“ ahh makasih kakakku sayang. Kalo begitu aku tutup dulu kak. Assalamualaikum.”


“ wa’alaikumsalam.”


Setelah menutup teleponnya. Wanita itu segera kembali bekerja.


Jam demi jam berlalu, sekarang matahari berada di sisi barat bersiap untuk menyembunyikan dirinya. Banyak para pekerja kantoran yang mulai berlalu lalang di jalan untuk segera pulang.


Namun tidak untuk gadis pelayan itu, ia masih sibuk dengan tangan yang membawa beberapa piring kotor yang ditinggalkan para pembeli. Setelah selesai ia berencana untuk menemui managernya.


Tok.. tok.. tok..


“ permisi pak.” Ucapnya dengan sopan.


“ hem masuklah.”


Ia pun melangkah maju


“ duduklah, ada keperluan apa datang kemari?” ucap pria itu to the point.


“ ehm.. begini pak, apakah saya bisa meminta gaji saya bulan ini diberikan hari ini pak?”


Pria yang berhadapan dengannya saat ini mengernyitkan dahinya tanda keheranan.


“ maksud kamu?”


**************


jangan lupa


.


like 👍


komen 💓


Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2