
❤ Terimakasih sudah mampir membaca ❤
...................................................
Khoiruddin masih menatap wanita itu hingga ia menghilang dari balik pintu yang tertutup.
“ehem..”
“ehehehem..”
“hem”
Ucap Lukman dan Septiyan menggoda Khoiruddin.
“apa?” tanya Khoiruddin kepada kedua temannya.
“ehm kalo suka tembak aja nanti keburu diambil orang.” Ucap Lukman
“he'em iya bro aku setuju. Buruan deh bilang I love you maukah kamu jadi pacarku.” Ucap Septiyan menambah – nambahkan khalayannya.
“aisshh apaan sih, emang siapa yang suka sama dia?” ucapnya dengan salah tingkah.
“heleh pake ngeles lagi. Yang tadi ngliatin terus kenapa?” Ucap Lukman dengan nada mengejek.
“ngliatin apa?” ucap Khoiruddin pura – pura lupa.
“heleh pake amnesia mendadak lah kok.” Ucap Septiyan dengan kesal.
“sudahlah kita lanjut bahas yang tadi.”
“iya iya.”
Skip….
“jadi fix ya ini dibangun di daerah A nanti aku cari design-nya dan kalo sudah dapat aku kasih tahu ke kalian.” Ucap Septiyan
“hufft. Oke”
“kalo gitu yuk balik..” ucap Septiyan
__ADS_1
“yuk..”
Mereka akhirnya pulang ke rumah masing – masing. Pukul 9 malam wanita itu baru saja pulang dan segera membersihkan badannya karena terasa lengket.
Setelah itu ia segera berbaring ke tempat tidur dan memainkan ponselnya sebentar hingga sebuah panggilan muncul di layarnya, ia segera menggeser tombol hijau.
“halo..”
“ halo nak, apa kabar disana.”
“ alhamdulillah baik pak. Bapak di sana sehat?”
“ alhamdulillah sehat nak. “
“ alhamdulillah, ada apa pak? tumben telepon?”
“ ehm.. begini nak, kamu ada uang nggak adik kamu harus bayar spp. Ini tadi bapak dari sekolahan katanya harus dicicil walau sedikit. Apa kamu ada uang nak.” Tanya seorang bapak di seberang sana dengan hati – hati.
“ ada pak. Cuma 500 ribu nanti Mai kirim ya.”
“ ndak usah semua nak 300 aja yang kamu kirim sisanya kamu pakai untuk kebutuhanmu ya.”
“ iya nak terimakasih ya. Kamu selalu membantu bapak di masa yang sulit.”
“ iya pak, sudah kewajiban seorang anak untuk membantu orang tuanya saat kesulitan.”
“ iya nak. Kalo begitu bapak tutup dulu. Kamu disana yang hati – hati, selalu jaga diri sendiri, jangan lupa salat. Dan jaga kesehatan selalu ya nak. Disini bapak selalu mendoakan kamu yang terbaik.”
“ iya pak. Bapak juga jangan lupa minum obatnya yang rutin. Tetap jaga kesehatan ya pak.”
“ iya nak assalamualaikum.”
“ wa’alaikum salam.”
Setelah menutup telponnya ia segera mengambil jaket dan tas. Ia akan mencari minimarket yang ada atmnya. Sekitar 5 menit ia berjalan kaki, akhirnya ia sampai dan langsung masuk dan segera mengirim uang itu kepada bapaknya.
Dan setelah itu ia membeli beberapa barang yang ia butuhkan. Setelah selesai, ia pun segera membayar barang belanjaannya dan segera pulang. Saat di perjalanan ia hampir saja terserempet motor jikalau tidak ada seseorang yang menariknya ke pinggir.
“ awas..” ucapnya sambil menariknya ke pinggir.
__ADS_1
“ auuww..” ucapnya meringis kesakitan.
“ kamu tidak apa – apa?” tanyanya khawatir.
“ iya nggak apa – apa makasih ya.”
Degg…
“ kamu.” Ucap mereka bersamaan. Menyadari hal itu membuat mereka kembali terdiam dan sedikit canggung.
“ ehm ngomong – ngomong kamu tadi mau kemana sampe nggak merhatiin jalan?” ucap Khoiruddin membuka percakapan.
“ aku tadi habis dari minimarket dan ini mau pulang.”
“ ohh”
“ ehmm.. kamu sendiri darimana?” tanyanya dengan canggung.
“ habis dari beli martabak. Tadi ayah minta di belikan martabak.” ucapnya sambil memperlihatkan kantong plastiknya.
******
jangan lupa
.
like 👍
.
dan juga
.
komennya 🌹
.
Terimakasih 🙏
__ADS_1