
❤ Terimakasih sudah mampir membaca ❤
.................................
"Ehm... kamu beneran nggak pa-pa kan? Apa perlu kita ke rumah sakit?" Tanya Khoiruddin dengan penuh kekhawatiran.
"Nggak kok. Aku nggak pa-pa, cuma terkejut aja tadi." Jawab Maira
"Ohhh... alhamdulillah. Ehm gimana kalo aku antar pulang. Takut nanti kamu kenapa - kenapa lagi kayak tadi." Tawar Khoiruddin
"Ehh... aduh kok jadi gini sih." Gumam Maira
Maira bingung mau menjawab apa. Di sisi lain pria ini sudah dua kali menolongnya dan di sisi lain ia juga baru kenal atau bisa dikatakan hanya bertemu sesaat saja jadi ia harus berjaga – jaga terhadap orang yang baru dikenalnya. Lagipula kost - nya juga deket dari tempat itu.
Khoiruddin yang mengerti akan hal itu pun berkata.
"hem... Nggak papa kok kalo nggak mau. " ucapnya dengan lesu.
Maira yang melihat perubahan ekspresi wajah dari Khoiruddin merasa tidak enak, dan akhirnya ia pun menyetujui ajakan dari Khoiruddin.
" hem baiklah kalo begitu. Aku mau" ucapnya dengan malu - malu.
"benarkah? " tanya Khoiruddin memastikan. Maira hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya. Khoiruddin yang melihat itu tersenyum bahagia dan tanpa sengaja menarik tangan Maira.
Maira yang ditarik tangannya hanya diam saja dan jantungnya berdegup kencang. Mungkin karena ini adalah kali pertama ia bersentuhan dengan lawan jenis.
Saat sudah sampai di tempat parkir. Khoiruddin yang baru saja tersadar dengan apa yang ia lakukan, segera melepas tangan Maira dan mengucapkan maaf.
" maaf, aku tidak sengaja. " ucapnya dengan melepas tangannya dari tangan Maira dan tersenyum malu.
" hem tidak apa - apa. " ucap Maira dengan tertunduk malu.
Setelah mengeluarkan motornya dari barisan motor lainnya. Ia segera menaiki motornya dan menyalakan mesinnya.
" ayo naik. " ucapnya dengan senyum, membuat Maira terpesona.
" hem iya. " Maira pun menaiki motornya dan dirasa sudah siap. Khoiruddin segera melajukan motornya.
" ehmm dimana alamatnya?" tanya Khoiruddin.
"sebenarnya di depan gang itu. Hihihi" ucap Maira dengan sedikit tertawa.
Ciitttt...
Khoiruddin yang mendengar itu mengerem motornya secara mendadak dan membuat Maira yang duduk di belakangnya menabrak punggungnya.
"auuww... " keluh Maira karena hidungnya menabrak punggung Khoiruddin cukup keras. Dan ia juga memegangi hidungnya yang berubah menjadi merah membuat ia merasa malu.
" aww maafkan aku. Aku tidak sengaja. " ucap Khoiruddin menyesal.
__ADS_1
" ahh iya tidak apa - apa. " ucapnya dengan memegangi dan mengelus hidungnya yang merah karena tabrakan tadi.
Khoiruddin segera menepikan motornya dan memeriksa hidung maira.
" sini, coba aku lihat. " ucap Khoiruddin dengan nada khawatir.
" ahhh bener kok tidak apa - apa. " ucap Maira menolak.
" tidak. Aku lihat dulu sebentar. " ucap Khoiruddin kekeh.
" baik - baik. Tapi jangan tertawa ya. " ucap Maira sedikit galak.
" hem iya. "
Namun saat dibuka ia begitu terkejut karena ia melihat hidung Maira berwarna merah. Hingga ia menjadi panik dan membawanya ke klinik terdekat.
Saat sampai di klinik, ia segera mendaftar dan mengantri. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya namanya dipanggil.
" jadi ada keluhan apa pak? " tanya dokter wanita itu yang bernama Rita tertulis di name tag - nya.
" ehm hidung temen saya merah karena tadi tidak sengaja terbentur dengan keras. " ucap Khoiruddin singkat.
" mari saya periksa. " ucap Dokter Rita kepada Maira. Setelah di periksa dokter Rita berkata.
" ini tidak apa - apa. Hanya benturan kecil karena kulitnya berwarna putih sehingga sangat sensitif jika terbentur sedikit saja. Ini ada salep bisa di tebus di apotek. " ucap Dokter Rita dengan memberikan kertas bertuliskan resep obat.
" ehm baik dok terimakasih. " setelah itu mereka berdua pergi dan menebus salepnya di apotek.
"emm... mas kok pake diperiksa segala sih. Ini gak papa kok beneran. Tapi makasih ya sebelumnya karena udah meriksain. " ucapnya dengan tersenyum bahagia.
" tidak masalah. Kalo tidak diperiksakan takutnya malah parah. Dan iya ini salepnya. " ucapnya sambil memberikan kantong plastik berisi salep.
" makasih ya mas. " ucapnya menunduk malu.
Kruyukkkk....
" ya ampun nggak liat kondisi banget sih. " gumam Khoiruddin terdengar oleh Maira. Maira yang mendengar itu hanya menahan tawanya saja.
" ehmm maaf ya aku lapar. Karena tadi belum makan. Bagaimana kalo kita cari makan dulu? " tanya Khoiruddin dengan ragu.
" ehmm boleh deh nanti saya yang traktir. " ucap Maira
"tidak usah. Nanti biar saya saja yang bayar ya. " Ucap khoiruddin.
" ndak mas. Saya saja yang bayar sebagi ucapan terimakasih. " ucap Maira kekeh
Karena sudah merasa sangat lapar. Dengan terpaksa Khoiruddin menyetujui.
Saat dijalan...
__ADS_1
"ini kita mau makan dimana? " tanya Khoiruddin.
" ehm cari yang deket aja. " jawab Maira sedikit berteriak karena angin malam yang lumayan kencang.
" okee.. " ucap Khoiruddin dengan semangat.
Skip..
Mereka telah menemukan tempat makan lesehan dan segera mampir dan memesan makanan masing - masing. Di tengah kegiatan menunggu pesanan mereka berbincang - bincang ringan.
" ehmm... Ngomong - ngmong kita dari awal bertemu belum berkenalan ya. " ucap Khoiruddin kikuk.
Maira yang mendengar itu pun tersenyum dan akan mengatakan..
" hem iya ya. Kenalin aku... "
" permisi es tehnya mas, mbak. " ucap seseorang yang mengantarkan minuman. Khoiruddin yang sudah terlanjur penasaran mendengus kesal karena terganggu.
" terimakasih mas. " ucap maira. setelah pelayan itu pergi. Maira melanjutkan kalimatnya.
"jadi namaku Maira Ayu. Bisa dipanggil Maira. " ucapnya dengan tersenyum membuat Khoiruddin semakin terpesona.
" ehm Maira nama yang cantik sama seperti orangnya." Ucap Khoiruddin membuat pipi Maira bersemu merah.
"Ihh apa sih mas." Respon Maira yang terlihat salah tingkah
"hahaha udah nggak usah malu. Aku minta maaf, oh ya nama aku Khoiruddin. Panggil aja Khoir. " ucapnya dengan bangga.
"ehm ngomong - ngomong terimakasih ya waktu itu kamu udah ngelunasi hutang aku." ucap Maira tulus
"ehm tidak masalah. Aku juga ikhlas kok bantuin kamu. " ucap khoiruddin dengan tersenyum misterius.
********
Jangan Lupa
.
Like 👍
.
dan
.
komen 🌼
.
__ADS_1
Terimakasih 🙏