Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
AJAKAN


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>


Keesokan paginya seperti biasa, Khoiruddin datang menjemput dan mengantar Maira ke tempatnya bekerja.


" makasih sayang sudah mengantar." ucapnya sambil mengembalikan helmnya kepada Khoiruddin.


" sama - sama sayang. kalo gitu aku langsung aja yah. Soalnya ada urusan, kamu juga yang semangat kerjanya. " ucap Khoiruddin menyemangati.


"iya mas. Kamu hati - hati ya di jalan. " ucap Maira


" hem. " Khoiruddin segera melajukan sepeda motornya menuju ke suatu tempat.


Maira disana menatap Khoiruddin sampai menghilang dari pandangan. Setelah itu ia masuk ke dalam cafe dan mulai bekerja seperti biasanya.


*****


Saat Maira sedang duduk santai. Terdengar dering telpon dari sakunya. Ia merogohnya dan segera memencet tombol hijau di layarnya.


" halo pak. Assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam. nak apa kabar? "


"Maira baik Pak. Bapak dan adik bagaimana?"


"Bapak dan adikmu baik - baik saja. Mai bulan depan adikmu lulus sekolah. Kamu pulang ya nanti kita rayain kecil - kecilan. "


" hem..."


"ayolah nak inikan sekali seumur hidup. "


" hufftt... baiklah Pak nanti Mai usahain. "


" nah gitu dong. ya sudah kalo gitu bapak tutup dulu telponnya. kamu semangat kerjanya. "


"iya pak. "


"assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam* "


tutt..


" bulan depan aku harus pulang kampung. hem apa aku ajak saja ya mas Khoir sekalian aku kenalin dia ke bapak. semoga aja mereka cocok. " gumam Maira.


setelah itu Maira kembali bekerja karena saat ini sudah jam makan siang. jadi cafenya sangat ramai.


*****

__ADS_1


Dilain tempat...


Khoiruddin telah sampai di lokasi yang akan dibangun sebuah tempat untuk belajar soal agama dan ilmu pengetahuan. Bisa disebut dengan istilah pondok pesantren.


"hai din baru sampai? " tanya Septian sambil berjabat tangan.


" hehe iya. biasa nganterin Maira dulu." ucapnya


" dimana Lukman?" tanya Khoiruddin kepada Septiyan.


" Biasa masih cari cemilan tuh anak. " ucap Septiyan. "oh iya bro 3 bulan lagi semua ini selesai. Jadi 4 bulan lagi bisalah kita resmikan dan kita juga bisa menerima pendaftaran siswa baru. " ucap Septiyan panjang lebar.


"boleh - boleh. Nanti biar Lukman aja yang bikin brosurnya. " ucap Khoiruddin.


" Aku kenapa? " tanya Lukman dengan wajah penasarannya dan menenteng kantong plastik di tangan kanannya.


" ini nanti kalo udah selesai. kamu buat brosurnya buat penerimaan murid baru. " ucap Khoiruddin


" ohh itu mah gampang. Emang kapan? " tanyanya


" 3 bulan lagi pembangunan selesai. Dan sekitar 4 sampai 5 bulan tempat ini sudah siap untuk digunakan. " Ucap Septiyan menjelaskan.


"ohh. " Lukman hanya ber oh ria saja menanggapinya.


" oh ya yuk. masuk kita lihat dalamnya." ucap Septiyan.


"yuk. " ucap Lukman dan Khoiruddin hanya menganggukan kepalanya.


" jadi, ini nanti kantor guru. Dan ini nanti kita jadikan kelas. Kemudian kalo kita lurus ke belakang nanti akan ada kamar tidur untuk para santri nanti. Dan ini untuk dapur. dan bla bla bla. " Septiyan menjelaskan secara detail dan kedua temannya mendengarkannya dengan saksama.


"ya jadi itu tadi. kurang lebih beberapa kelas dan ruangan yang akan digunakan." ucap Septiyan.


" hem bagus. Goodjob brother. " ucap Lukman menepuk bahu Septiyan pelan.


" hem aku juga suka. " ucap Khoiruddin.


Setelah itu mereka bersitirahat untuk makan siang dan salat duhur.


*****


Sore harinya..


" guys aku balik dulu ya. Aku harus jemput Maira, kasian nanti kalo dia nungguin. " pamit Khoiruddin


" ciyee yang punya pacar. Takut pacarnya diambil orang kalo dia nggak datang dulu. " ucap Lukman.


pletakk...


"auww.. kenapa sih?" ucap Lukman.

__ADS_1


" kamu sih ada - ada saja. Yang namanya cewek kalo nggak diajagain ya bisa diambil orang. " ucap Septiyan membela.


" yehh lebay kali itu namanya. " ejek Lukman.


" ya enggak lah man. itu namanya kasih sayang eaa. kamunya aja sih yang nggak punya pacar, jadi nggak ngerasain sih gimana rasanya. " ucao Septiyan.


" ya iya. Aku jomblo dan aku nggak lebih berpengalaman ketimbang kalean - kalean. " ucap Lukman


" nah gitu dong. " ucao Septiyan.


Khoiruddin hanya tertawa kecil melihat perdebatan kedua temannya itu. Ia segera berangkat menuju tempat cafe Maira bekerja.


*****


" makasih mas udah nganterin aku pulang dengan selamat. " ucap Maira


" sama - sama sayang. "


" ehm.. mas. " ucap Maira ragu


" iya ada apa? "


" ehmm.. mas bulan depan adik aku lulus. Bapak nyuruh aku pulang. Ehmm mas mau ikut nggak, sekalian aku mau ngenalin mas sama bapak. " ucapnya dengan kepala menunduk.


Khoiruddin yang mendengar itu jantungnya langsung berdegup kencang.


" kamu serius mau ngenalin aku sama bapak kamu?" tanya Khoiruddin.


"iya mas. "


" berarti kamu siap dong kalo aku halalin. " ucapan Khoiruddin barusan membuat pipi Maira merona.


" ihh mmasss. nggak usah mulai deh. "


"aku serius sayang. Oke deh aku mau ikut. "


"serius? "


"iya serius."


" yee nanti aku omongin ke bapak. "


"terserah kamunya aja. kalo gitu aku pulang dulu ya. Udah malam nanti kepergok warga bisa - bisa malam pertama kita. "


"ihh... masss. "


"iya ya aku pulang dah. "


"dah hati - hati"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🙏 Terimakasih sudah membaca 🙏


__ADS_2