
Selamat Membaca
....
Seminggu telah berlalu. Rumah Maira sudah di sulap menjadi sebuah karya yang indah. Dan karya itu yang akan mengabadikan momen pernikahan antara Maira dan Khoiruddin.
Di rumah, Maira kini tengah di dandani untuk persiapan ijab kabul. Begitu juga dengan Khoiruddin.
...
Singkat cerita kini mereka telah berada di dalam masjid. Khoiruddin tengah berhadapan dengan bapaknya Maira. Dia berulang kali meniup tangannya. Hal itu ia lakukan setiap kali ia merasa gugup.
Sedangkan Maira berada di barisan belakang dengan kerudung yang menutupi wajahnya. Ia juga sama gugupnya dengan Khoiruddin, hanya saja tidak terlalu nampak dikarenakan tertutup oleh kain tipis yang sedikit menutupi wajahnya. Juga kepalanya yang menunduk membuat ia seperti dalam keadaan tenang.
"Baiklah, bismillahirrahmannirrahim... dengan nak Khoir, apa sudah siap?" Tanya Penghulu
"Hufftt... siap pak." Ucap Khoiruddin
"Baik. Pak Surya dan nak Khoir silakan berjabat tangan." Ucap Penghulu
"Baik." Ucap Khoiruddin
Pak Surya mengulurkan tangannya dan Khoiruddin menerima uluran tangan dari Pak Surya. Khoiruddin berulang kali membuang napas kasar untuk mengurangi rasa kegugupannya.
__ADS_1
"Baiklah semua sudah siap? Nak Khoir sudah siap?" Tanya Penghulu
"Siap." Jawab Khoiruddin dengan menganggukan kepalanya
"Pak Surya sudah siap?" Tanya Penghulu
"Siap." Ucap Pak Surya
"Baik... sebelum dimulai. saya akan menjelaskan terlebih dahulu. Nanti Pak Surya akan mengatakan ijabnya dan nak Khoir nanti yang akan mengatakan kabulnya dengan mengulangi kata dari Pak Surya." Ucap Penghulu
"Baik Pak. Saya paham." Ucap Khoiruddin
"Baiklah silakan dimulai ijab kabulnya." Ucap Penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Maira Ayu binti Surya dengan mas kawin uang tunai 150 juta rupiah dan perhiasan emas seberat 38 gram dibayar tunai." Ucap Khoiruddin
"Bagaimana para saksi sah?" Tanya Penghulu
"SAHHH!" Ucap orang - orang yang ada disana walaupun bukan menjadi saksinya. wkwkwk..
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih." Penghulu merapalkan doa setelah akad nikah
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
__ADS_1
"Aamiin..." Dan di aminkan oleh semua orang
"Silakan nak Maira untuk mencium tangan suaminya." Ucap Penghulu
Maira hanya mengangguk kecil dan segera berdiri menghampiri suaminya. Maira meraih tangan suaminya dan mencium tangan suaminya dengan penuh cinta.
Sekarang giliran Khoiruddin. Dia membuka penutup kain tipis itu yang ia arahkan ke belakang. Dengan penuh kasih ia mencium dahi istrinya sebagai tanda cintanya.
Setelah itu Maira maupun Khoiruddin beralih untuk sungkeman kepada ayah mereka masing - masing secara bergantian.
"Nak... kini Maira ku serahkan kepadamu. Tolong kau jaga dia dan bahagiakan dia." Ucap Pak Surya
"Tentu pak." Ucap Khoiruddin.
"Nak... sekarang kau sudah bukan perjaka lagi. Ada istrimu yang menjadi tanggung jawabmu. Dan kelak akan ada lagi, yaitu anak - anakmu. Jadi kau harus membimbingnya dengan hati - hati. Jikalau istrimu berbuat salah tegurlah dengan cara yang halus, karena wanita diciptakan dengan kelembutannya. Sekali kau tepuk pastilah akan rusak. Jadi nasihat ayah. Bahagiakanlah istrimu karena ia juga putri dari seorang ayah. Ayah yakin kamu adalah anak yang amanah." Ucap Pak Soleh
"Nak kini kau telah menjadi istri. Jika suamimu dalam keadaan duka temanilah dan jika dalam keadaan suka berbahagialah dengannya. Kini kau harus terbiasa dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Entah nanti perubahan dari sikap kalian atau sebagainya. Ayah berpesan agar jangan langsung emosi. Harus dipikirkan dan diselesaikan dengan kepala dingin." Ucap Pak Soleh kepada Maira maupun Khoiruddin
"Siap yah." Ucap mereka berdua
Setelah itu mereka menandatangani surat pernikahan mereka. Dan dilanjut dengan pengambilan beberapa foto. Setelah selesai mereka kembali ke rumah Maira untuk resepsi temu manten di kediaman Maira.
Bersambung...
__ADS_1