
Selamat membaca
...
"Tapi... apakah Anisa mau menikah dengan saya?" Pertanyaan dari Omar sontak membuat mata Anisa membulat sempurna.
Ia kemudian mengangkat kepalanya dan mencoba mencari jawaban dari sekelilingnya. Namun ia malah melihat semua orang tersenyum ke arahnya, kecuali Omar karena ia menunggu jawaban dari Anisa.
"Jadi bagaimana nak? Kamu maukan nikah sama Omar?" Tanya Pak Bram
Anisa yang masih bingung dengan kejadian barusan, hanya diam tanpa menjawab sepatah - kata pun. Mengerti dengan kebingungan putrinya, Pak Surya menjelaskan maksud kedatangan dari keluarga Pak Bram ke rumahnya.
"Jadi gini nak. Ini Pak Bram, masih ingatkan kamu sama beliau?" Tanya Pak Surya. Namun Anisa tidak mengingat sedikit pun tentang pria yang berada di hadapannya itu. "Beliau yang sering memberimu uang saku saat kamu masih kecil. Juga beliau yang sering membawamu jalan - jalan ke mall saat kecil, bahkan tanpa kakakmu." Ucapan Pak Surya membuat Anisa ingat akan hal itu. "oh, jadi pria itu." batin Anisa
"Beliau kemari bersama keluarganya, berniat untuk melamar kamu dan menjadikan kamu sebagai bagian dari keluarga mereka. Yaitu menjadi istri Omar." Ucap Pak Surya dan diam sejenak.
"Nak Omar ini seorang pengusaha kuliner yang sudah memiliki 15 cabang di negeri ini. Walau usianya masih 32 tahun, tapi ia sudah bisa sesukses ini. Nah karena usianya yang sudah sangat cukup untuk menikah. Oleh karena itu, nak Omar datang kemari untuk meminta kamu dari bapak. Jadi bagaimana jawaban kamu?" Ucap Pak Surya lagi
'apa usianya 32 tahun! om - om dong... masak iya sih aku yang baru 19 tahun harus nikah sama om - om. ihh enggak banget deh. Tapi tadi cafenya 15 cabang. Haduh gimana dong. Ditolak rugi, nggak ditolak masak iya aku nikah sama om - om' gejolak hati Anisa
Karena mendapati Anisa diam saja. Maira mendekati adiknya. Anisa tersadar saat Maira menyentuh bahunya. "Bagaimana? Apa jawabanmu? Kami semua menunggu itu." Ucap Maira
Namun Anisa malah semakin menunduk dan diam. "Kalo kamu masih ragu. Gak pa-pa ungkapin aja. Kami semua nggak akan marah kok." Ucap Maira
Anisa melihat wajah kakaknya yang terlihat meyakinkan itu. Namun saat melihat Omar, ia bisa melihat bagaimana cemasnya menunggu jawaban darinya.
"Maaf tapi..." Ucap Anisa
__ADS_1
Omar langsung mengangkat kepalanya dan melihat Anisa dengan penuh tanda tanya. "Maaf bukannya saya menolak. Tapi apakah ini tidak terlalu cepat. Saya dan Omar juga baru bertemu. Bisakah kalian memberi kami waktu untuk mengenal satu sama lain terlebih dahulu." Ucap Anisa
"Huufftt..." Omar bernapas lega. "Boleh. Tapi waktunya hanya 1 minggu karena 2 minggu lagi kita akan bertunangan dan bulan depannya kita menikah." Ucap Omar.
Anisa membulatkan matanya. Bagaimana bisa jawaban yang ia berikan disalah artikan oleh om - om itu. Ya walaupun lumayan tampan. Namun karena gengsi ia tidak mau mengakui itu.
"Baiklah. Bapak juga setuju." Ucap Pak Surya
"Baiklah nak. Karena bapakmu setuju. Mulai sekarang kamu adalah anggota keluarga kami. Jangan sungkan jika butuh apa - apa. hem." Ucap Pak Bram
"Tapi.. tapi.." Ucapan Anisa tidak terdengar karena mereka sibuk dengan urusan masing - masing. Sebal karena tidak didengar, Anisa akhirnya hanya bisa menekuk wajahnya dan pasrah terhadap apa yang akan ia jalani.
Saat di belakang...
"Aduhh..." Ucap Anisa namun langsung dibekap oleh Omar agar tidak terdengar keluar.
"sshh.. aku hanya ingin melihatmu dari dekat saja." Ucap Omar.
__ADS_1
Anisa yang takut berusaha untuk melepaskan diri dadi Omar, namun tidak berhasil karena tenaga Omar yang lebih besar daripada Anisa.
"Kau tahu *baby*. Mengapa aku memilihmu?" Ucap Omar yang dibalas gelengan kepala oleh Anisa
"Karena kau cantik sekali. Aku jatuh cinta padamu saat pandangan pertama." Ucap Omar. "Dan ini." Ucapnya lagi sambil mengusap bibir ranum Anisa dengan jempolnya.
Banyak ungkapan yang dikatakan oleh Omar. Hingga tanpa sadar membuat Anisa sedikit terbuai. Sedikit demi sedikit. Wajah mereka mendekat dan bibir mereka bersentuhan. Pelan namun pasti suara kecupan terdengar ke telinga mereka. Dan itu membuat mereka semakin menjadi - jadi.
klekkk... (Pintu terbuka)
Orang itu menatap datar ke arah mereka berdua dan...
Bersambung...
__ADS_1
like👍🏻 dan favoritenya ❤ jangan lupa. Terima kasih telah membaca😊