
❤ Selamat Membaca ❤
...
Pagi harinya seperti biasa, Maira melakukan aktivitasnya dengan semangat.
Ia saat ini sedang berada di depan teras kost-nya menunggu lelaki pujaannya datang. Selama menunggu ia sibuk bermain dengan ponselnya, hingga ia tersadar dengan suara klakson.
tin tin..
Maira menoleh dan tersenyum pada pengendara motor tersebut.
"selamat pagi mas, udah sarapan? " ucap Maira.
" pagi juga sayang. Alhamdulillah sudah. " jawab Khoiruddin.
" ya udah yuk, kita berangkat. " ajak Khoiruddin.
" ehm " Maira langsung naik ke sepeda motor Khoiruddin. ia duduk dibelakang.
" ehm.. yank pegangan dong, nanti jatuh loh. aku ngebut nih. " ucap Khoiruddin
" isshh. Jangan ngebut aku takut. Biasa aja kalo naik motor. " Ucap Maira
" Nggak bisa sayang udah kebiasaan. " jawab Khoiruddin.
Maira memilih mengalah, ia memegang jaket milik Khoiruddin.
" Begini loh yank biar lebih aman. " Ucap Khoiruddin dengan menarik tangan Maira supaya melingkar di perutnya.
Maira hanya diam diperlakukan seperti itu. Namun pipinya kini berubah menjadi merah seperti tomat.
" hem. Kalo gitu kita berangkat, bismillahirrohmanirrohim" dan melajulah kendaraan bermotor dua itu ke jalan raya.
__ADS_1
*****
15 menit kemudian sepeda motor Khoiruddin berhenti di depan cafe tempat sang kekasih pujaan hatinya bekerja.
Maira turun dengan hati - hati dan melepas helmnya. Setelah itu ia merapikan sedikit rambutnya yang berantakan.
" Sudah gak usah berlebihan. Kamu udah cantik kok. " Gombal Khoiruddin.
plakk..
"auww sakit tanganku yank. " ucap Khoiruddin dengan nada manja
" biarin. Kamunya sih. " Ucap Maira dengan muka yang cemberut.
" emang aku kenapa? Aku kan nggak salah. Kamu emang cantik kok. " Jawab Khoiruddin.
" issh kamu ini. Masih pagi juga. " Ucap Maira dengan nada kesal.
" ehem ehem" suara seseorang yang ada di samping mereka menghentikan kegiatan jahilnya Khoiruddin.
" pacarannya dilanjut nanti aja, sekarang bos sudah datang dan nyuruh kita semua untuk kumpul. " ucapannya seketika membuat bola mata Maira membulat.
" loh yank kok tambah ngelamun. Sana cepet masuk. Semangat kerjanya ya sayang. Aku juga harus berangkat kuliah. " Ucap Khoiruddin menyadarkan Maira.
" hem ya mas. Semangat kuliahnya. "
" dah"
Maira hanya melambaikan tangannya melihat kepergian kekasihnya.
" ishh ayok masuk. Kita sudah ditunggu ama bos. "
" kok tumben sih San. Bos kesini emang ada apa? "tanya Maira dengan perasaan was - was.
__ADS_1
" aku juga nggak tahu Mai. Mangkanya kita harus cepet datang ke sana. " ucap Santi dengan menarik pergelangan tangan Maira.
****
sesampainya di ruangan yang penuh dengan karyawan dan karyawati yang menundukkan kepalanya juga seseorang yang berdiri menghadap mereka yang sedang membicarakan sesuatu. Hingga seseorang itu menghentikan ucapannya karena melihat Santi dan Maira yang baru saja datang.
" darimana saja kalian? " suaranya yang terdengar berat membuat siapa saja merasa segan dengannya.
" kami baru saja sampai pak. " Ucap Santi dengan kepala tertunduk. Jawaban Santi membuat orang itu mendelik tidak suka dan berkata.
" Dengar sini semua. Mulai kemarin lusa cafe ini telah menjadi milik saya, karena saya telah membelinya dari Pak Hartono selaku pemilik sebelumnya. Mungkin untuk Pak Hartono tidak memiliki peraturan yang memadai jadi disini saya akan merevisi ulang peraturan yang ada. Bisa kalian baca di ruang ganti karyawan. " Ucapnya.
" Ingat disitu ada poin - poin jika melakukan suatu pelanggaran. Kalian mengerti? " teriaknya
" mengerti pak" ucap semua karyawan.
" baik kalo begitu kalian kembali bekerja dan untuk kalian berdua, saya maafkan untuk hari ini. untuk besoknya saya tidak akan menjaminnya. " Setelah itu ia pergi ke ruangannya.
sepeninggalnya orang itu, para karyawan yang ada disana seketika menghela napas lega.
" hufftt, akhirnya bisa nafas. hufft... hufft" ucap Seorang karyawan
" iya huft. "
" husst udah yok kita kerja. nanti diomelin lagi. " ucap Karyawan lainnya memperingatkan.
"yaudah yuk Mai kita ganti baju." Ucap Santi
" iya. "
setelah ganti baju keduanya bekerja seperti biasa.
#bersambung
__ADS_1