
❤ Selamat Membaca ❤
Pukul 21.00 Khoiruddin telah sampai di depan cafe tempat pujaan hatinya bekerja. Ia mengeluarkan benda yang berbentuk persegi panjang itu dari saku jaketnya.
Ia mulai mengetik pesan untuk seseorang dan terkirim.
5 menit
7 menit
15 menit
20 menit
30 menit
" kok gak dibaca ya? Apa Mai lembur hari ini? Siang tadi juga nggak ngasih aku kabar sama sekali? " Ucap Khoiruddin sambil memperhatikan layar ponselnya.
" arggh kok lama sih. Aku telpon aja kali yah. "
tutt.. tuutt. tuutt..
Khoiruddin melihat layar ponselnya dan terdapat tulisan berdering.
" kok nggak di angkat sih. Angkat dong Mai. " Ucapnya dengan cemas
Khoiruddin mencoba menelpon lagi dan hasilnya sama. Hingga yang ketiga kalinya ia membatalkannya karena melihat Maira sudah keluar dari cafe tersebut dengan tergesa - gesa menghampirinya.
" Mas sudah lama yah nunggu? Aduh maafin Mai tadi soalnya masih disuruh ngebersihin cucian di dapur. " Ucap Maira menjelaskan.
" iya kok tumben? biasanya kan bukan kamu? " Tanya Khoiruddin.
" iya sebenarnya begitu. Tapi karena Karen ada kepentingan mendadak jadi harus aku yang bersihin. hufftt" Ucap Maira
" terus kenapa aku chat nggak kamu bales? aku telpon juga? Tadi siang juga? biasanya kamu selalu ngasih kabar aku. " Tanya Khoiruddin.
" itu karena bos cafe ini udah ganti. hufft" ucap Maira
__ADS_1
" maksud kamu? " tanya Khoiruddin
" udahlah yuk kita cari tempat buat ngobrol. " Ajak Maira.
" hem yaudah deh. "
Khoiruddin melajukan motornya dan sampailah mereka di Taman Kota. Disana masih sangat ramai dengan muda mudi yang sedang kasmaran.
Maira dan Khoiruddin duduk di bangku taman tersebut.
" jadi, maksud tadi apa?" Tanya Khoiruddin
" Iya jadi bosnya tu udah ganti. Dengan gantinya bos ganti juga peraturan. Jadi aku nggak bisa ngasih kabar kamu lagi. hufft" Ucap Maira.
" ohh gitu. aku kira ada apa. "
" Kamu tau aku capek banget. Hari ini cafe rame banget. Aku jadi harus ngerjain apa yang harusnya bukan aku kerjain. Para senior bisanya cuma merintah kalo aku nggak mau pasti diancam. "
" yang sabar Yang. Namanya juga dunia kerja. " Ucap Khoiruddin.
" Iya Yang. "
" iya"
" yaudah tunggu ya. "
5 menit Khoiruddin pergi membeli minum. Akhirnya kembali juga.
" nih buat kamu. " ucap Khoiruddin sambil memberikan minuman kepada Maira.
" Terimakasih mas. " Ucapnya sambil tersenyum.
glekk.. glek. glek..
" ahh alhamdulillah segarnya. "
" oh ya yank kamu udah makan? " Tanya Khoiruddin.
__ADS_1
" belum yank. " ucap Maira
" yaudah yuk kita cari warung buat makan. " Ajak Khoiruddin.
" iya yuk. "
setelah lama berjalan akhirnya mereka menemukan warung kecil bertenda. Mereka berhenti disana dan duduk di bangku tersebut.
" kamu pesen apa yank?" Tanya Khoiruddin.
" samain ama kamu aja yank. " Jawab Maira
" bang pesen nasi ayamnya dua sama es tehnya dua. " Ucap Khoiruddin
" siap mas. " jawab penjual tersebut.
" yank. Pembangunan pondoknya sudah hampir jadi. Nanti kalo udah jadi aku mau ngajar juga disana. Gimana menurutmu yank?"
" yah bagus dong mas. aku dukung itu jika itu baik. " ucap Maira
Khoiruddin yang mendengar itu mengacak - acak rambut Maira.
" ihh mas berantakan kan jadinya." Ucapnya dengan wajah yang cemberut.
" yah dibenahin aja lagi." Ucap Khoiruddin
" ini mas minumannya. " Sambil menaruh gelas yang berisi cairan berwarna merah ke orenan didepan mereka.
" ini nasi ayamnya. " sambil menaruh piring yang berisikan nasi dan ayam tak lupa juga lalapan. Diberikan lagi wadah kecil yang berisi air biasa dan juga sambel.
Maira dan Khoiruddin makan dengan lahap. Setelah selesai Khoiruddin membayar makanannya.
" udah makannya. Terus sekarang mau kemana lagi? " tanya Khoiruddin.
" pulang aja mas. Badanku pegel semua. " Ucap Maira.
" oke. "
__ADS_1
Seperti biasa Khoiruddin mengantar Maira dan setelah itu ia pulang ke rumahnya.
#bersambung