Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Kedatangan Pak Soleh


__ADS_3

Selamat Membaca


...


"Sit! Siti! SIT! SITI!" panggil Arum


"Apa?" jawab Siti dengan ketus


"Isshhh... tungguin dong! Jangan jalan terus!!" Dumel Arum


Siti menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah Arum dengan tatapan datarnya. "Ada apa?" Ucap Siti


"Emang bener ya? Kabar tentang itu," Ucap Arum


"Itu apa? Nggak ngerti aku," ucap Siti


"Ituloh. Yang di mana Abi Khoir itu nggak cinta sama istrinya." Ucap Arum menjelaskan "Apa iya karena Abi tahu kalo istri keduanya itu pake pelet. Atau jangan - jangan. Istri keduanya itu makein pelet ke Abi Khoir supaya tidak cinta lagi sama istri pertamanya." Tebak Arum


"Ya aku nggak tahulah! Ini apa juga? Pake nebak - nebak segala." Ucap Siti dengan nada kesal. "Dari pada mikirin itu, lebih baik ngapalin ayatlah. Yuk!" Ajak Siti


"Tapi Sit, bisa jadi kan?" Ucap Arum


"Hemm..." Jawab Siti malas


Siti pun meneruskan langkahnya menuju masjid. Yang diikuti oleh Arum yang masih terus menyerocos membahas soal pelet itu.


...


Di lain tempat,


Kediaman Maira kedatangan seorang tamu. Maira bahkan memperlakukan secara istimewa tamu tersebut.


"Udah kamu panggil?" Tanya Maira pada anaknya Gafar

__ADS_1


"Udah Mi, mungkin masih jalan." Jawab Gafar


"Ooo ya udah." Jawab Maira


Maira membawa nampan yang berisikan minuman dan jajanan. Yang akan ia bawa ke depan, sebagai suguhan untuk tamu.


"Silakan Yah," Ucap Maira


"Barakallah, terima kasih nduk." Ucap Pak Soleh


"Ayah ke sini naik apa tadi?" Tanya Maira


"Ayah ke sini naik motor tadi. Jalanan lumayan macet ya kalo di daerah A. Untung Ayah jago naik sepeda motor. Jadinya sat - set - sat - set. Terus nyampe," Jawab Pak Soleh


"Ooo emang sih kalo di daerah situ." Ucap Maira


"Cucu Ayah ke mana? Si Zahra juga ke mana? Nggak kangen apa sama kakeknya? Kemarin cuma ketemu pas hari raya." Tanya Pak Soleh


"Lagi main Yah, biasa kalo udah pulang sekolah. Bawaanya pengin langsung main. Bahkan pernah sampe nggak ganti baju dulu." Jawab Maira


"Iya kek." Ucap Gafar. Setelah itu, ia beranjak dari tempat duduknya dan segera keluar.


Namun, saat akan keluar. Masuklah Khoiruddin dengan Zahra berada di gendongannya. Gafar pun mengurungkan niatnya. Ia kembali ke tempat duduknya.


"Assalamualaikum!" Ucap Zahra dan Khoiruddin


"Wa'alaikum salam." Jawab semua orang


"Kakek!!!" Panggil Zahra dengan keras dan berlari ke arah Pak Soleh.


Pak Soleh pun membalas dengan merentangkan kedua tangannya.


Haapp

__ADS_1


"Aduh... cucu kakek udah besar. Sekarang tambah berat ya." Ucap Pak Soleh


"Hihihi..."


"Tadi katanya main? Kok udah pulang? Baru aja kakek suruh kakakmu ini untuk manggil kamu." Ucap Pak Soleh


"Tadi Zahra main sama temen - temen di sana. Terusss... Abi panggil Zahra supaya pulang. Tadi Zahra nggak mau, tapi Abi tadi bilang mau beliin Zahra es krim. Nih... es krimnya." Jawab Zahra


"Wahh... hahaha... Lihatlah mulutmu ini! Penuh dengan es krim. Bersihkan dulu hem," Ucap Pak Soleh


Zahra mengangguk cepat. Diserahkannya Zahra kepada Maira. Dan Maira segera membawanya ke belakang untuk dibersihkan. Sehingga hanya tersisa para lelaki di ruang tamu itu.


"Yah!" Panggil Khoiruddin dengan tangan meminta.


Pak Soleh memberikan tangannya dan Khoiruddin mencium tangan yang sudah keriput itu.


"Ayah berangkat ke sini jam berapa?" Tanya Khoiruddin


"Ya... sekitar 1. Ba'da zuhur ayah langsung ke sini." Jawab Pak Soleh


"Ooo... naik motor tadi?" Tanya Khoiruddin


"Iya lah. Mau naik apa?" Jawab Pak Soleh


"Naik bis. Biasanya naik bis." Ucap Khoiruddin


"Ya itu dulu. Sekarang ada sendiri. Ngapain naik itu? Lebih cepet nyampek juga." Ucap Pak Soleh


Anak dan ayah itu terus mengobrol. Sedangkan, Gafar hanya diam saja.


"Bagaimana?" Tanya Pak Soleh


Sedangkan, Khoiruddin hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2