Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Di balik pintu


__ADS_3

Selamat Membaca


...


Khoiruddin masuk dengan tergesa gesa. Terlihat Maira dan kedua buah hatinya menangis duduk di kursi tunggu. Khoiruddin segera menghampiri dan memeluk mereka dengan erat. Maira berkata kepada Khoiruddin bahwa ada administrasi yang belum diselesaikan. Dan Khoiruddin langsung paham maksud Maira dan segera pergi ke bagian administrasi untuk menyelesaikan kekurangannya.


Tepat pada pukul 3 sore jenazah Pak Surya sudah di makamkan di tempat pemakaman umum. Semua orang sudah pulang meinggalkan Maira dan Khoiruddin di sana. Maira masih enggan untuk beranjak dari sana, apalagi dengan kabar peenikahan suaminya dengan adiknya. Mengingat itu ia semkain terisak dan memeluk erat batu nisan yang tertulis nama bapaknya.


"Umi... pulang yuk! Jangan begini terus! Kasihan nanti bapak di sana sedih ngeliat anaknya sedih ya." Ucap Khoiruddin


Namun tidak ada balasan dari Maira, dan Maira juga sedang tudak ingin mendengarkan nasihat dari siapapun. "Umi... sudah ya. Kita pulang! Kasihan anak - anak di rumah nungguin uminya..." Jelas Khoiruddin


"Anak - anak?" Maira teringat akan hal itu. Ia langsung berdiri dan menghapus air matanya. "Ayo pulang!" Ucapnya kemudian dan meninggalkan Khoiruddin di belakangnya.


Khoiruddin langsung mengejar istrinya. Mereka memasuki mobil dan Khoiruddin segera melajukan mobilnya. Suasana dalam mobil itu begitu hening. Teringin rasanya Khoiruddin memulai pembicaraan, namun ia takut salah. Akhirnya mereka berdua hanya diam sampai mobil tiba di pekarangan rumah.


Maira segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Pemandangan yang ia lihat sungguh menusuk tajam di dalam hatinya. Anak - anaknya itu sedang tertawa bersama dengan Anisa, adiknya yang telah menusuknya dari belakang.


"Assalamualaikum." Ucap Maira

__ADS_1


"Wa'alaikum salam." Jawab Anisa dan kedua bocah itu


Sontak saja, Gafar dan Syifa langsung berlari menghampiri ibunya. Dan Maira langsung memeluk mereka dengan erat.


"Assalamualaikum." Ucap Khoiruddin dari belakang


"Wa'alaikum salam." Jawab semua orang


Anisa segera menghampiri Khoiruddin dan secara reflek tangannya menggantung di udara seakan - akan meminta tangan Khoiruddin untuk menyalaminya. Namun Khoiruddin tidak membalas tangan itu. Menyadari hal itu, Anisa hanya tersenyum kecut dan menarik kembali tangannya.


Maira yang sedari tadi diam melihat sandiwara di antara keduanya. Akhirnya memutuskan untuk membawa kedua anaknya pergi ke kamar atas, karena hatinya panas melihat pemandangan tadi.


"iya." Jawab Khoiruddin


"Eh.. eh.. eh.. mas. Gimana kali kita makan dulu. Aku udah masak buat kamu tadi." Ucap Anisa dengan menyentuh bahu Khoiruddin dan berlanjut meraba wajahnya.


"Ayolah mas... mas kan cuma bilang kalo kita tak bisa berhubungan badan. Tapi ini cuma makan aja, nggak masalah juga, kan aku juga istri kamu mas . Lagi pula mas kan tinggalnya sama mbak Maira. Jadi dibujuk nanti juga bisa." Ucap Anisa


"Benar juga. Ya sudah kita makan dulu." Ucap Khoiruddin

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk makan. Sedangkan di dalam kamar, Maira masih memikirkan tindakan adiknya itu. Ia tidak habis pikir, kenapa adiknya seolah - olah sengaja melakukan itu dan tega menyakitinya.


....


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Maira sedang sibuk menina bobokan kedua anaknya. Karena masih marah dengan suaminya, Maira memutuskan untuk tidur bersama kedua anaknya di kamar anaknya.


...


Hari sudah pagi. Dan Maira terbangun dari tidurnya. Ia terkejut ketika melihat jam. "Astagfirullah... aku kesiangan." Ucapnya


Ia segera beranjak dari sana dan membangunkan kedua anaknya untuk salat subuh. Setelah salat subuh, Maira akan memasak di dapur. Sedangkan kedua anaknya biasanya kembali tidur.


Saat melewati kamarnya, Maira iseng membuka pintunya. Ia ingin melihat apa yang suaminya lakukan semalam, karena dirinya marah kepadanya. Namun pintunya dikunci, Maira kemudian mengambil kunci cadangan dan membukanya. Berhasil! Pintu terbuka dan...


Bersambung...


Episode selanjutnya :


Terlihat mata Maira berkaca - kaca melihat pemandangan di depannya. Terlihat suaminya dalam keadaan....

__ADS_1


Beri author dukungan dengan like dan komen biar tambah semangat uploadnya terima kasih🙂


__ADS_2