Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Hari Pertama Pasangan Halal


__ADS_3

Selamat Membaca


....


Khoiruddin dan Maira kini telah berpenampilan cantik khas jawa. Dengan kebaya paduan warna hitam dan hijau yang pas melekat pada tubuh kedua pengantin tersebut.


Acara temu manten berjalan dengan lancar. Hampir setengah hari mereka berdua menjadi tokoh ratu dan raja yang dipajang dan disaksikan oleh masyarakat sekitar. Juga beberapa keluarga besar dari Khoiruddin maupun Maira.


Acara pun selesai. Khoiruddin dan Maira kini telah berada di kamar Maira yang sudah disulap menjadi sangat cantik khas untuk pengantin.


Di kamar itu. Khoiruddin telah selesai melepas semua perhiasan pengantin, namun Maira masih ada beberapa perhiasan yang masih terpasang. Ada dua orang yang membantu Maira untuk melepaskan pernak - perniknya.


Karena dirasa lama. Khoiruddin memutuskan untuk mandi lebih dahulu karena gerah seharian harus menyalami para tamu juga untuk berswafoto dengan beberapa tamu yang meminta.


ceklek...


"Ahh.. segarnya." Ucap Khoiruddin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. "Eh.. adek udah selesai. Mandi dulu gih biar seger." Ucap Khoiruddin


"iya." Ucap Maira

__ADS_1


Maira bergegas mandi. Cukup lama Maira mandi karena sambil membersihkan make up juga untuk persiapan malam pertamanya. Ia melakukan usaha yang semaksimal mungkin untuk suaminya itu.


Sedangkan Khoiruddin di dalam kamar sibuk memainkan ponselnya. Ada banyak notifikasi ucapan selamat kepadanya. Satu persatu Khoiruddin balas dengan mengucapkan terimakasih.


Setelah cukup lama, Maira keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam kamarnya.


Ceklek...


Khoiruddin menoleh ke sumber suara. Dan melihat istrinya sudah mandi dengan wajah yang lebih segar dari biasanya. Juga lilitan handuk di atas kepalanya memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus.


Khoiruddin beranjak dari posisi terbaring menjadi duduk. Ia juga menaruh ponselnya ke atas meja di samping ranjang kasur.


Skip...


Hari telah malam. Maira dan juga Khoiruddin juga sudah selesai makan malam. Maira setelah selesai mencuci piring langsung masuk ke dalam kamar. Dia sedang melakukan suatu hal untuk suaminya.


Sedangkan Khoiruddin saat ini tengah berada di ruang tamu. Berbincang ringan dengan ayah dan mertuanya. Hingga jam menunjukkan waktu pukul 21.00 malam. Ayahnya berkata kepada Khoiruddin.


"Nak... sudah malam. Sana temui istrimu dan mulailah melaksanakan tugas sebagai seorang suami." Ucap Pak Soleh

__ADS_1


"Baik yah." Ucap Khoiruddin


Ia pun berlalu meninggalkan dua pria paruh baya itu yang masih sibuk berbincang yang topiknya mengenai politik masa lalu. Setelah sampai di depan pintu, Khoiruddin terdiam. Dirinya bingung haruskah ia mengetuk pintu atau langsung masuk saja.


Setelah berpikir beberapa saat. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk tanpa mengetuk pintu. Menurutnya akan terdengat aneh saat seorang suami mengetuk pintu terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kamar istrinya. Dan yang ke - 2 mereka juga sudah menyandang status suami istri.


Ceklek...


Setelah Khoiruddin masuk. Ia menutup kembali pintu kamarnya dan tidak lupa untuk menguncinya. Setelah ia berbalik, dahinya berkerut. Mengapa jadi begini? pikirnya.


Khoiruddin tidak salah dan itu hal yang lumrah. Karena kamar itu telah dirubah oleh Maira. Maira meredupkan lampu kamarnya dan juga kelambu yang tadi terbuka menjadi tertutup. Dimana Maira tengah menunggu suaminya di atas kasur itu dengan kepala di atas lutut.


Juga beberapa taburan bunga baik yang di lantai dan di atas kasur menambah suasana malam pengantin. Dengan perlahan Khoiruddin menghampiri ranjang kasurnya dan membuka kelambu.


Alangkah terkejutnya ia saat melihat istrinya bisa melakukan hal seromantis ini. Karena baginya Mairanya itu sangat polos. Khoiruddin mengecup penuh kasih puncak kepala istrinya. Dan bangunlah Maira membuat pandangan mereka bertemu dengan napas yang menderu satu sama lain.


Dan dengan perlahan dan bagaimana caranya. Khoiruddin dan Maira melakukan hubungan suami istri di malam itu juga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2