
Selamat Membaca
...
Suara azan sudah menggema di setiap musala dan juga masjid. Khoiruddin dan Maira segera bangun dan melaksanakan salat subuh. Setelah salat subuh Maira langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Namun ia terkejut saat melihat adiknya ada di rumahnya. Ia bertanya kepada adiknya kenapa dia bisa disini sepagi ini.
"Aku tadi malem emang mbak suruh nginep disini kan? Soalnya hujannya masih deras. Masak mbak lupa?". Jawab Anisa
Maira menepuk jidatnya. "Aduh mbak lupa." Ucapnya. "Ya udah kalo gitu bantuin mbak nata ini di meja makan ya." Ucap Maira lagi. "Iya." Jawab Anisa
Setelah semua rapi tertata. Maira memanggil suaminya untuk sarapan. Di meja makan hanya ada pemandangan kemesraan antara Maira dan Khoiruddin. Hal itu membuat panas sepasang mata yang duduk disana.
Setelah selesai sarapan. Khoiruddin bersiap untuk berangkat kerja. Namun sebelum berangkat Anisa berkata.
__ADS_1
"Mas aku numpang ya? Sekalian kan lewat sana hehe." Ucapnya pada Khoiruddin.
"Iya gak papa ya kan mas?" Ucap Maira namun hanya helaan napas berat yang terdengar dari Khoiruddin. "Udah sana kamu naik aja. Nanti juga diturunin kok." Ucap Maira
Tanpa ba bi bu Anisa langsung menuruti perkataan dari mbaknya dan duduk dengan tenang di samping kursi kemudi. "Dadahh." Ucap Maira sambil melambaikan tangannya. Dan mobil pun berjalan meninggalkan karangan rumah Maira.
Sesampai di depan rumah Pak Surya. Khoiruddin menghentikan laju mobilnya. Pintu rumahnya sudah terbuka namun terlihat sepi. 'Mungkin bapak sedang di belakang' batin khoiruddin
Sebelum turun dari mobil. Anisa mengucapkan terima kasih dan melakukan hal yang diluar dugaan Khoiruddin.
muachh... kecupan singkat Anisa di pipi Khoiruddin yang secara tiba - tiba membuat Khoiruddin diam tak berkutik. Jujur dia merasa kaget akan hal itu. Ia juga tak menyangka adik iparnya berani berbuat hal seperti itu.
Mobil telah hilang dari pandangan dan Anisa masih berdiri disana dengan sesekali tersenyum. Lalu tiba - tiba ia ditarik dan dibawa masuk oleh bapaknya sendiri, yaitu Pak Surya.
"Ishhh ada apa sih Pak? Kok narik - narik tangan Nisa. Sakit tau nggak pak." Ucap Anisa
__ADS_1
"Ada apa.. ada apa.. kamu ini ya sudah bapak bilangin waktu itu. Jangan ganggu mas iparmu. Dia itu suami mbakmu Nis. Sadar jangan jadi adik yang merebut suami kakaknya. Kayak nggak ada laki - laki lain aja kamu ini." Ucap Bapak
"Apa sih pak. Nisa juga nggak ngerebut kok. Lagipula siapa yang mau ngerebut mas Khoir dari mbak Mai. Nisa mau kok jadi yang kedua." Ucap Anisa
"Astagfirullah... istigfar nak.. istigfar.. Setan apa yang sudah merasukimu." Ucap Pak Surya
"Apa sih... bapak kok lebay gitu. Anisa itu sadar pak. sadar kalo Nisa jatuh cinta sama mas Khoir yang tampan dan gagah itu ehmm." Ucap Anisa
"NISA! sudah nak. Lupakan Khoiruddin masih ada yang lain yang lebih tampan dari Khouruddin nak." Ucap Pak Surya
"Nggak mau pak. Nisa maunya mas Khoir. Lagipula Nisa udah lihat seberapa gagahnya mas Khoir tadi malam." Ucap Anisa
Sontak Pak Surya melotot tajam hingga bola matanya memperlihatkan uratnya. Hal itu membuat Anisa menjadi takut, untuk menghindari kemarahan bapaknya. Nisa langsung berlari masuk ke kamarnya.
"Nisa katakan pada bapak! Apa saja yang kalian lakukan semalam?" Tanya Pak Surya menggebu - gebu
__ADS_1
Namun Nisa tidak mau membuka pintu dan tidak menjawab pertanyaan dari bapaknya. Ia memilih untuk tidur karena tadi malam ia baru tidur sejenak.
Bersambung...