Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Pernikahan Anisa


__ADS_3

Selamat Membaca


...


Hari ini adalah hari yang sangat sibuk bagi keluarga Anisa dan juga Omar. Berbagai hiasan telah tertata dengan rapi. Membuat kesan indah bagi para pengunjung dan penjamu.


Hari ini adalah hari pernikahan Anisa. Satu minggu yang lalu. Dimana Khoiruddin memergoki adegan antara Anisa dan Omar, mereka segera dibawa ke ruang tamu. Di sana banyak pertanyaan yang diajukan untuk mereka berdua.


Saat Khoiruddin memberikan saksinya, terlihat raut wajah terkejut dari semua anggota keluarga yang ada di sana. Terutama Pak Surya, ia tidak menyangka putrinya akan melakukan hal yang tak senonoh seperti itu.


Saksi diberikan, pembelaan diri dari kedua pihak juga telah diberikan. Hingga akhirnya para keluarga mempercepat tanggal pernikahan mereka. Yang jatuh pada minggu ini.


Seharusnya minggu ini mereka bertunangan dan 2 minggu lagi mereka akan melakukan ijab kabul. Namun tidak demikian, pertunangan dilakukan sesaat setelah mereka berdua diadili karena perbuatan mereka minggu lalu.


...


Pukul 09.00 mempelai pria sudah datang. Di kamar, Anisa hanya tinggal riasan tahap akhir. Pukul 09.15 Pak Penghulu telah datang. Semua orang mempersiapkan kedua mempelai untuk melakukan ijab kabul.

__ADS_1


Kini telah bersalaman antara Pak Surya dan Omar. Walaupun merasa gugup, ia lebih pintar menutupinya. Hingga tidak ada yang menyangka bahwa ia merasa gugup.


"Baik. Kedua pihak sudah siap?" Tanya Pak Penghulu


"Siap." Ucap Pak Surya


"Bismillah siap." Ucap Omar


"Baik nak Omar. Sebelum saya ijab kabul dimulai, saya akan memberitahukan terlebih dahulu bagaimana tata cara pelaksanaannya." Ucap Pak Penghulu. Dijawab dengan anggukan kepala oleh Omar. "Nanti, Pak Surya terlebih dahulu yang mengucapkan ijabnya dan kamu nanti mengulangi perkataan dari Pak Surua sebagai kabulnya. Disini paham?" Ucap Pak penghulu


"Paham pak." Ucap Omar


"Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan anak saya Anisa dengan mahar seperangkat alat salat dan uang sebanyak 75 juta rupiah juga emas seberat 18 gram dibayar tunai." Ucap Pak Surya dan diakhiri dengan ayunan tangannya yang bertautan dengan tangan Omar.


"Saya terima nikah dan kawinnya Anisa binti Surya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Omar


"Bagaimana para saksi? Sah?" Ucap Pak Penghulu

__ADS_1


"SAH!" Ucap semua orang yang ada di sana


Tautan tangan keduanya pun lepas dan kini mereka semua mengangkat tangan mereka untuk merapalkan doa yang diwakili oleh Pak Penghulu.


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih." Penghulu merapalkan doa setelah akad nikah


Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


"Aamiin." Ucap semua orang mengakhiri acara berdoanya. Acara kemudian dilanjut dengan Anisa yang dipasangkan cincin pernikahannya oleh Omar dan juga sebaliknya. Kemudian Anisa mencium punggung tangan suaminya dan Omar mencium kening istrinya.


Semua orang yang berada di sana tersenyum bahagia melihat keduanya. Acara kemudian dilanjut dengan sungkeman kepada orang tua pasangan masing - masing. Dan setelah itu barulah para tamu dapat menyantap jamuan yang telah dipersiapkan.


Acara berakhir dengan ucapan memberi selamat bagi para tamu. Namun pasangan suami istri itu masih ada lagi, yaitu sesi foto - foto yang akan mereka pajang di dinding rumah mereka nanti. Juga sebagai pengabadian dari hari bersejarah mereka.


Lalu keesokan harinya. Dilanjut dengan acara temu manten yang diadakan di halaman rumah Pak Surya. Banyak yang datang untuk melihat acara kedua pengantin itu. Banyak juga yang mengajak mereka untuk berfoto bersama yang nantinya digunakan untuk story whats'up mereka.


Acara tersebut masih berlangsung sampai malam. Hanya saja saat malam pengantinnya sudah tidak duduk di kursi pelaminan, namun ikut menyambut para tamu yang datang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2