
Selamat Membaca
...
"Kemarilah anak kecil! Jangan takut! Aku hanya ingin memakanmu! HAHAHAHA..." tawa monster itu membuat siapa saja yang mendengarnya merinding.
Begitupun dengan anak ini. Walau bulu kuduknya berdiri, ia tetap memaksa kakinya untuk berlari. Hingga ia tidak melihat, ada kayu besar di depannya. Dan...
Brakk...
Dia terjatuh...
Dan hap... monster itu berhasil menangkapnya.
"Arghh... argh... tolong!! Tolong!! Lepaskan aku setan jelek!!!" Ucap anak itu
"Hahaha... sekarang kau tidak bisa lari lagi dariku. Bersiaplah anak kecil! Aku akan memakanmu sekarang juga!" Ucap monster itu yang tidak lain adalah setan berwujud hitam besar bermata lebar merah menyala. Dengan lidah yang menjulur panjang.
Setan itu membuka mulutnya lebar - lebar. Dan mengangkat anak itu tepat di atas mulutnya.
"Hah!! Hah!!! TIDAK!!!" Teriak anak itu
Huffttt... hufftt...
Anak itu terbangun dari tidurnya. Napasnya tersengal - sengal serta keringat yang bercucuran menunjukan betapa nyatanya efek mimpi buruk itu.
"Ada apa yank. Mimpi buruk?" Ucap seorang pria dengan suara serak khas bangun tidur.
__ADS_1
Ia terbangun karena teriakan istrinya.
"Aku... aku tadi mimpi dikejar - kejar sama setan. Dia mau makan aku mas. Huhuhu..." isaknya
"Sini... mas peluk..." ucap pria itu
Wanita itu memeluk suaminya erat. Di dekapannya ia masih menangis sesegukan. Entahlah, ia memang bisa melihat makhluk - makhluk seperti itu. Namun kali ini mimpinya seperti nyata.
Setelah reda menangis. Ia melepas pelukannya pada suaminya. Dan suaminya memberikan kecupan singkat di dahi istrinya.
Senyum mengembang di bibir wanita itu. Namun, senyum itu menghilang. Tatkala melihat sosok yang ada di pojok ruangan. Sosok itu persis seperti yang ada dalam mimpinya.
"Mas! Itu..." ucap wanita itu sambil menunjuk ke arah di mana sosok itu berdiri dengan matanya
Pria itu mengikuti arah mata istrinya. Benar saja, ia melihat sosok yang mengerikan tengah berdiri di hadapan mereka dengan tatapan nyalangnya.
"Aku? Aku ke sini untuk mengambilnya." Jawab sosok itu sambil menunjuk ke arah gadis itu yang tak lain adalah Siti.
Pria itu sontak menatap tajam ke arah istrinya. "Kau melakukan apa hingga diikuti seperti ini." Tanya pria itu
"Aku tidak melakukan apapun. Aku bahkan baru saja tahu ada dia di sini." Jawab Siti
"Hei! Kau dengar bukan? Istriku tidak pernah membuat perjanjian denganmu. Lantas untuk apa kau ke mari?" Tanya suami Siti
"Memang bukan dia yang membuat perjanjian denganku. Tapi orang lain. Orang itulah yang memberikan Siti untuk diriku." Jawab sosok itu
"Siapa orang itu?" Tanya suami Siti
__ADS_1
"Aku tidak bisa memberitahumu. Urusanku di sini hanyalah mengambil jiwanya. Hahaha..." ucap sosok itu
"Aku tak mengizinkannya. Jika kau berani lawan aku dulu. Jika kau kalah kau harus pergi dari sini dan jangan kembali lagi. Dan jika aku kalah. Hufftt... ambil saja jiwaku." Tawar suami Siti
"Aku terima tantanganmu." Jawab sosok itu
Pertarungan sengit pun terjadi antara keduanya. Sedangkan Siti yang kebingungan, mulai menelepon gurunya satu persatu. Terlihat suami Siti sudah mulai melemah.
Namun entah dari mana. Ia merasa ada bantuan energi dari jarak jauh. Ya, itu semua guru - guru yang ditelepon oleh Siti berusaha membantu suami Siti dari rumah mereka masing - masing.
Berkat bantuan dari guru - guru. Setan itu kalah dan langsung pergi dari sana begitu saja. Sedangkan suami Siti langsung tergeletak begitu saja.
"Mas..."
...
Kembali lagi ke rumah Anisa...
Maira dan Khoiruddin berusaha menenangkan Anisa yang kini selalu berteriak. Entah karena lelah atau apa. Anisa tumbang begitu saja.
Khoiruddin segera mengangkat tubuh Anisa dan meletakkannya ke atas kasur. Sedangkan Maira segera membawa air hangat juga handuk kecil untuk mengompres kepala Anisa. Ia juga mengoleskan minyak kayu putih di beberapa anggot tubuh Anisa.
Tak berselang lama, Anisa terbangun dari pingsannya. Namun, justru membuat Maira dan Khoiruddin saling menatap kebingungan. Anisa memang sudah siuman. Tapi tatapan matanya seperti kosong tak bernyawa.
"Arrrrggghhhh..." teriak Anisa tiba - tiba
Dan setelah itu ia kembali tak sadarkan diri lagi. Sontak saja, Khoiruddin dan Maira kembali panik. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memanggil dokter.
__ADS_1
Bersambung...