Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Meminta Restu


__ADS_3

# ****Selamat Membaca**** #


Maira dan Khoiruddin saling menatap dan kembali menatap Anisa yang menurut mereka aneh. Hingga suara seorang lelaki paruh baya menyuruh mereka masuk. Membuat Anisa sadar dan tersenyum kikuk.


" Maira! masuk nak! Bapak kangen banget sama kamu. " Ucap Pak Surya dan merentangkan tangannya untuk menyambut putrinya.


Maira yang melihat itu. Menyambutnya dengan senang hati dan segera memeluk bapaknya itu sambil berkata.


" Maira juga kangen sama bapak." Ucapnya dengan suara serak karena menahan tangisnya.


" sudah - sudah kok jadi nangis putri bapak hem. Nanti cantiknya ilang loh. " Ucap Pak Surya sambil menghapus air mata putrinya.


Hingga pandangannya beralih ke luar. Pak Surya mengerutkan dahinya pertanda bingung.


'siapa dia' batin Pak Surya


" laki - laki itu siapa nak? " Tanya Pak Surya menatap tajam Maira.


Maira yang ditatap seperti itu oleh bapaknya hanya diam. Entah kenapa lidahnya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan bapaknya.


" siapa? " Tanya Pak Surya dengan nada yang sedikit keras.


" ehm.. itu.. dia dia" Ucap Maira tergagap.


karena merasa kasihan Khoiruddin berinisiatif untuk memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


" Saya Khoiruddin Pak. Saya teman dekatnya Maira. " Ucap Khoiruddin dengan nada yang sopan.


" Khoiruddin? teman dekat? " gumam Pak Surya.


" benar itu Mai" tanya Pak Surya.


" i.. ii.. iiya pak. " Ucap Maira.


" ohh begitu..." Ucap Pak Surya sambil manggut - manggut.


Lalu secara tidak sengaja Pak Surya melihat mobil terparkir di depan rumahnya, tepatnya di halamannya. Pak Surya baru teringat akan hal itu.


"Kamu pasti yang mengantar Maira ke sini ya? Kalo begitu kamu pasti capek juga. Mari - mari silakan duduk. " Ucap Pak Surya dengan nada yang lebih halus.


Di ruang tamu, setelah Maira masuk ke dalam kamarnya. Pak Surya menyuruh Anisa untuk membuatkan minuman.


" Sa! tolong buatkan minuman sama bawa beberapa camilan ke sini! " Ucap Pak Surya.


" ehh tidak usah repot - repot pak. " Ucap Khoiruddin tak enak hati.


" sudah nggak repot kok. Nisa buatkan nak cepat! " Ucap Pak Surya


" iya pak. " Ucap Anisa dan ia berlalu menuju dapur untuk menyiapkan teh dan mengambil beberapa camilan.


Selama kurang lebih 30 menit semua sudah siap. Anisa membawa semua dalam nampan dan membawanya ke ruang tamu.

__ADS_1


" ini mas tehnya, diminum dulu. " Ucap Anisa dengan nada bicara yang dibuat sehalus mungkin.


" terimakasih, maaf merepotkan " Ucap Khoiruddin.


" iya sama - sama" Ucap Anisa.


tidak berselang lama. Maira keluar dari kamarnya, kini Maira tampak lebih fresh dari sebelumnya. Dan ikut bergabung di ruang tamu. Dirasa semua sudah berkumpul. Khoiruddin ingin mengutarakan niatnya datang kemari.


" ehem.. jadi gini pak. ehem.. ehem.. sebelumnya saya mohon maaf. Mungkin ini terlalu cepat. Saya datang kesini dengan maksud meminta restu dari bapak agar hubungan saya dengan anak bapak Maira bisa kami lanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi. " Ucap Khoiruddin.


" serius maksudnya? " Tanya Pak Surya dengan mengerutkan alisnya tanda belum mengerti.


" maksud saya. Ehem.. saya berniat untuk segera melamar Maira dan menjadikan putri bapak Maira untuk menjadi istri saya pak. " Ucap Khoiruddin


dan setelah itu ia melihat Maira menundukkan kepalanya sambil meremas kedua tangannya. Terlihat jelas kegugupan dalam gesturnya.


hening...


" ekhem.. Jadi nak Khoir ini datang kesini dengan sekalian membawa maksud tertentu. Dan kamu menyimpulkan maksud tersebut baik." Ucap Pak Surya


"..."


" hemm... menarik. Jadi jawaban atas permintaanmu itu adalah... "


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2