Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Merestui


__ADS_3

Selamat Membaca


.....


" hemm... menarik. Jadi jawaban atas permintaanmu itu adalah..."


....


" hem.. bisa kamu tanyakan kepada orangnya sendiri. Bapak sangat menghargai apa yang kamu lakukan, tapi bapak tidak bisa memutuskannya. Semua Mairalah yang memutuskan karena nantinya Mairalah yang menjalani pernikahan ini." Ucap Pak Surya.


" jadi, bagaimana nak?" Tanya Pak Surya.


" ehm.. ehmm.. ii..ii..iya Maira mau pak." Ucap Maira dengan gugup.


Ia masih menundukkan kepalanya lantaran malu. Sedangkan Khoiruddin mengucap syukur bahagia.


" alhamdulillah Ya Allah terimakasih. " Ucap Khoiruddin.


Semua orang yang berada di ruang tamu berekspresi bahagia, namun tidak dengan satu orang.


....


Hari sudah malam. Khoiruddin untuk sementara akan menginap di rumah Maira. Tentu Pak Surya telah melapor ke RT setempat bahwa dirumahnya sedang ada tamu.


Setelah salat isya' suasana desa sudah sangat sepi. Banyak rumah warga yang sudah menunjukkan kalau penghuninya telah terlelap. Begitu juga dengan keadaan di rumah Maira. Semua orang telah bersiap - siap untuk tidur.


Rumah dari Maira memiliki setidaknya 6 kamar, 1 untuk Pak Surya, 1 untuk Maira, dan 1 lagi untuk Anisa. Sedangkan Khoiruddin akan tidur di ruang tamu biasanya digunakan saat ada saudara dari jauh yang datang dan menginap.

__ADS_1


....


Ayam telah berkokok, suara adzan pun menggema memanggil para manusia untuk melaksanakan kewajibannya terhadap Tuhannya.


Semua orang telah siap akan melaksanakan salat. Namun Pak Surya tiba - tiba memanggil Khoiruddin dan memintanya untuk menjadi imam.


" Nak Khoir.. ku dengar kau bekerja di sebuah pesantren, jadi bagaimana kalau kamu saja yang menjadi imam." Ucap Pak Surya.


" Ehh tapi.."


" sudah tidak apa - apa. Keburu pagi nanti." Ucap Pak Surya.


" baik pak." Ucap Khoiruddin.


" Allahu akbar."


Saat Khoiruddin membaca surah al - fatihah entah mengapa hati Maira terenyuh dan tanpa bisa ditahan air mata pun lolos mengalir membasahi pipinya.


Setelah bersalaman dengan Pak Surya. Khoiruddin kemudian mengangkat kedua tangannya tinggi - tinggi. Ia mengucapkan doa dan di amini oleh orang - orang yang duduk di belakangnya.


Setelah selesai salat. Maira memutuskan untuk memasak. Namun tidak ada bahan makanan sama sekali di kulkas.


" Pak. Kenapa kulkasnya kosong begini? " Tanya Maira.


" ohh itu karena bapak lupa belum belanja. Uang juga ga ada nak." Ucap Pak Surya.


" oohh.. Ya udah biar Maira belanja dulu ke pasar." Ucap Maira.

__ADS_1


" Iya minta antar calon suamimu itu." Ucap Pak Surya menggoda putrinya.


" ihh apa sih Pak.." Ucap Maira malu dan langsung berlari menuju kamarnya. Ia mengambil jaket juga dompetnya, setelah itu ia keluar dan memanggil Khoiruddin.


" yang.. bisa antar aku ke pasar tolong." Ucap Maira.


" tentu sayang. Bentar aku ambil kunci dulu. " Ucap Khoiruddin.


Setelah menemukan kuncinya Khoiruddin segera masuk dan menjalankan mobilnya ke pasar yang Maira maksud.


" disini?" Tanya Khoiruddin


" iya" Jawab Maira


" Kamu tunggu disini aja. Disana nanti rame dan biasanya berdesakan." Ucap Maira


" nggak mau ah bosan nanti. Aku ikut aja boleh. " Ucap Khoiruddin


" Ya sudah deh. Tapi jangan mengeluh ya." Ucap Maira.


" siap bos." Ucap Khoiruddin.


Dan ternyata di dalam pasar, Khoiruddin menyesali keputusannya untuk ikut Maira. Ia sering ditabrak juga keinjak kakinya berulang kali. Namun ia hanya bisa diam dan menahan karena melihat suasana pasar yang begitu ramai.


....


Akhirnya setelah begitu lama, Maira selesai membeli bahan - bahan yang ia butuhkan. Ia membeli banyak untuk stok 1 minggu ke depan.

__ADS_1


Setelah semua sudah masuk ke mobil. Khoiruddin langsung tancap gas menuju ke kediaman Maira.


#Bersambung


__ADS_2