
Selamat membaca 🌹🌹
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>
Sudah 3 bulan Khoiruddin dan Maira sering pergi bersama. Hal itu membuat keduanya semakin dekat. Dan menimbulkan benih - benih cinta di antara mereka.
Malam harinya...
Seperti biasa. Khoiruddin menjemput Maira dari cafe dan mengantarnya ke Kost - annya. Tapi jika malam minggu mereka akan berdua atau nge - date seperti layaknya orang berpacaran.
Malam ini kebetulan malam minggu. Khoiruddin berencana mengajaknya untuk makan malam di sebuah restoran yang suasana cukup romantis untuk tujuannya itu.
*****
Di parkiran restoran. Khoiruddin memberhentikan sepeda motornya. Ia melepas helmnya dan segera turun dari sepeda motornya setelah Maira.
"mas, kita ngapain kesini? " tanyanya setelah turun dari sepeda motor.
"kita? Tentu saja mau makan. Apa kamu nggak lapar? " ucapnya dengan senyuman yang selalu membuat hati Maira berdebar.
"hehehe iya sih aku lapar. " ucap Maira sambil terkekeh.
"mangkanya ayuk masuk." ucap Khoiruddin dengan menggandeng tangan Maira dengan mesra.
*****
__ADS_1
Saat ini Maira dan Khoiruddin duduk berhadapan. Meja mereka dihiasi lilin sehingga hanya menampakkan wajah mereka berdua. Alunan musik romantis diputar menjadikan kesan romantis.
Restoran yang dipilih Khoiruddin termasuk dalam kategori romantis. Karena suasana yang diperlihatkan sungguh sangat cocok untuk pasangan yang sedang dimabuk cinta. Di restoran ini, Banyak sekali pasangan muda - mudi yang berpacaran. Ada juga yang sudah berkeluarga. Mereka sedang merayakan hari spesial mereka.
Saat ini Khoiruddin menatap wajah manis Maira yang sedang menunduk malu karena ia sadar bahwa sedang ditatap olehnya. Khoiruddin tengah menetralkan detak jantungnya yang sudah seperti lari maraton saja.
'ohh ayolah ku mohon tenanglah. ' ucapnya dalam hati.
Pelan namun pasti. Jarinya berhasil menyentuh dan menggenggam tangan Maira dengan lembut. Maira yang merasakan tangannya di genggam, mengangkat kepalanya.
Deg.. Deg.. Deg..
Jantung keduanya berdegup sangat kencang. Saat mereka bersitatap.
'aduh kok deg degan gini sih biasanya juga enggak. ' batin Maira.
Setelah drama mereka melakukan adegan bertatap - tatapan selama kurang lebih 10 menit. Akhirnya Khoiruddin memulai pembicaraan yang sebenarnya.
"sebenarnya Mai. Aku... " ucap Khoiruddin berhenti karena Maira menarik tangannya secara tiba - tiba membuat ia terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu yang membuat perasaannya tidak karuan.
Tidak lama terdengar suara seseorang mengubah perasaan cemasnya.
"permisi tuan dan nona. Hidangan kalian sudah siap. " ucapnya sambil menaruh makanan itu satu - persatu dan sangat hati - hati di atas meja berbentuk lingkaran itu. Setelah selesai ia pun pamit.
"silakan tuan. " ucapnya dan setelah itu ia pergi.
__ADS_1
"terimakasih " ucap Khoiruddin sebelum pelayan itu pergi.
"hufftt... " Khoiruddin menarik napasnya berat.
Maira yang melihat itu, menjelaskannya.
"maaf mas. Tadi ada pelayan, maaf kalo kasar. " ucap Maira menyesal.
"tidak... Tidak pa-pa, aku hanya terkejut saja. " ucap Khoiruddin.
"memangnya mas tadi mau ngomong apa? " tanya Maira.
Khoiruddin menggenggam kembali tangan Maira dan mengucapkan.
"sebenarnya Mai aku su.. Suka sama kamu. Bahkan mungkin cinta. " Khoiruddin menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi Maira.
Deg..
'apa mungkin? ' batin Maira.
Melihat Maira diam saja, Khoiruddin melanjutkan ucapannya.
" aku sayang sama kamu Mai. Aku juga cinta sama kamu. Jadi... Maukah kamu jadi pacarku? " setelah mengucap itu ia memejamkan matanya. Takut akan jawaban yang akan diberikan oleh wanita dihadapannya ini.
" aku... "
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=>
Terimakasih sudah mampir membaca 🙏