Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Salah Siti?


__ADS_3

Selamat Membaca


...


Sesampainya di rumah. Khoiruddin langsung masuk ke dalam dengan berteriak.


"MAI! MAIRA! DI MANA KAMU? KURANG AJ*R! SELAMA INI KAMU BERMAIN SIHIR TERNYATA." Ucap Khoiruddin


"Astagfirullah hal adzim bi. Abi kenapa? Datang - datang teriak - teriak begitu. Malu bi didengar tetangga." Ucap Syifa yang berusaha menenangkan abinya.


"Di mana umimu? Abi ada urusan sama umimu." Ucap Khoiruddin


"Umi sedang jeluar beli es krim di antar sama Mas Gafar. Tadi Zahra nangis minta es krim." Jawab Syifa


"Hah!! Minggir!" Ucap Khoiruddin


Dengan kasar ia mendorong Syifa hingga kepalanya terbentur oleh pinggiran sofa yang keras.


"Aduh..." ringisnya


Namun Khoiruddin malah tak acuh dengan Syifa. Ia masuk ke dalam kamar Maira dan mengobrak - abrik semua barang yang ada di sana.


"MANA? MANA BENDA - BENDA HARAM ITU? MANA? TUNJUKAN PADA ABI ATAU ABI BAKAR RUMAH INI!" Ucap Khoiruddin


"Benda apa abi? Syifa tidak mengerti. Hikss..." jawab Syifa


"Abi tidak percaya. Pasti ada di sekitar sini. Coba di dapur." Gumam Khoiruddin


Ia langsung menuju dapur dan mengobrak - abrik semua. Piring - piring pecah semua, meja dan kursi sudah terbalik dan tidak berada di posisi semula.

__ADS_1


Syifa hanya bisa menangis dan memilih keluar menunggu uminya kembali pulang di teras. Sedangkan para warga banyak berdatangan karena suara kegaduhan yang dibuat oleh Khoiruddin.


"Ada apa itu nak?" Tanya salah seorang warga


"Abi mak... abi pulang - pulang marah - marah... huhuhu..." jawab Syifa


Pyarr...


Suara pecahan yang terdengar begitu jelas dari arah dalam. Sementara Syifa ditenangkan oleh para warga.


"Astagfirullah hal adzim. Din! Istigfar Din!" Ucap seorang warga yang notabenenya adalah ibu - ibu.


"MANA BENDA ITU? DI MANA? AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI UMIMU ITU SYIFAAA..." ucap Khoiruddin


"Astagfirullah... Ya Allah... istigfar Dinnn... kasihan anakmu ketakutan!" Ucap ibu itu


Bukannya tenang. Khoiruddin justru semakin kesetanan. Ia bahkan melempar kursi kecil yang ada di ruang tamu ke arah luar. Bahkan hampir mengenai warga yang ada di sana.


...


Sementara itu, Syifa langsung berlari memeluk uminya ketika uminya baru saja sampai. Maira membalas pelukan Syifa.


"Ada apa ini pak? Buk?" Tanya Maira


"Abi mi! Abi pulang marah - marah... Syifa takut mi..." jelas Syifa sambil menangis


"Kenapa?" Tanya Gafar


"Nggak tahu mas..." jawab Syifa

__ADS_1


Gafar ingin masuk ke dalam. Namun Maira menahannya.


"Plisss mi! Gafar pengin tahu alasannya. Kalo Gafar nggak ke sana, Abi nggak akan berhenti. Percaya sama Gafar." Ucap Gafar


Namun tiba - tiba. Khoiruddin berlari ke arah Maira dan menjambak jilbabnya, hingga membuat Maira tercekik.


"DI MANA KAMU SEMBUNYIKAN BENDA HARAM ITU HAH! DASAR ISTRI TIDAK TAHU DIUNTUNG! KURANG BAIK APA AKU SAMA KAMU HAH!" Ucap Khoiruddin


Sedangkan Maira meringis kesakitan. Gafar dengan sekuat tenaga berusaha membantu uminya.


...


Akhirnya, jambakan Khoiruddin pun terlepas. Dengan cepat beberapa warga memegangi badan Khoiruddin. Agar tidak berbuat lebih jauh lagi.


"Sekarang jawab pertanyaan Gafar! KENAPA ABI TIBA - TIBA JAMBAK UMI?" Ucap Gafar


"Asalkan kamu tahu. Umimu ini seorang yang syirik. Ia menggunakan sihir di rumahnya. Abi ingin membakar rumah ini. Karena rumah ini penuh dengan kesyirikan." Ucap Khoiruddin


"Apa!? Siapa yang mengatakan hal yang sebejat ini padamu?" Tanya Gafar tak percaya


"Siti! Siti anak indigo itu. Penglihatannya tak mungkin melesat, abi tahu itu. Dan ia tak pernah berbohong." Jawab Khoiruddin


"Siti! Awas kamu Siti!" Gumam Gafar


Gafar menaiki motornya. Ia mengendarai dengan kecepatan tinggi. Hanya dalam singkat ia sampai di depan kelas Siti. Tanpa mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Ia langsung masuk ke dalam.


"Siti! Kenapa kamu mengatakan hal - hal yang tidak - tidak mengenai umi pada abi. Apa kamu tidak kasihan pada umi? Dia tidak pernah mendapat cinta dari suaminya. Dan gara - gara perkataanmu itu. Abi kini murka dengan kau menuduh umi sebagai seorang yang syirik!" Ucap Gafar menggebu - gebu


"Apa! Aku tidak mengucapkan demikian." Ucap Siti

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2