Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Pulang Kampung


__ADS_3

# Selamat Membaca #


Tepat hari ini. Maira harus pulang ke kampung halamannya untuk menepati janjinya kepada bapaknya.


Saat ini ia tengah menata semua keperluannya ke dalam tas yang ukurannya lumayan besar. Ditengah kesibukannya ada panggilan telepon yang membuat Maira menghentikan kegiatannya. Setelah melihat nama si penelepon. Maira langsung menggesernya ke tombol hijau.


" halo mas... "


" halo sayang. Assalamualaikum. "


" Wa'alaikumsalam mas. Ada apa? "


" Nggak ada, mas cuma kangen sama kamu. "


" isshh apaan sih mas. gombal mulu kerjaannya. " Ucap Maira dengan senyum malu dan pipi merah.


" issh siapa yang gombal emang bener kok aku kangen banget sama kamu. "


" aisshh sudahlah. kalo tidak ada yang penting aku tutup dulu telponnya."


" ehh jangan dong sayang. Emang kamu lagi ngapain sih?"


" aku lagi nata baju. Emang mas nggak nata baju mas. kok keliatan santai banget. " tanya Maira.


" nata sayang udah malahan. "


" ohh ya udah kalo gitu. Aku tutup ya Assalamualaikum. "


tuut..


Maira mematikan sambungan telpon sepihak. Setelah itu ia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.


****

__ADS_1


Di lain tempat...


Khoiruddin memandangi layar ponselnya.


" Wa'alaikumsalam." gumamnya.


Beberapa menit kemudian dia tersenyum sendiri membayangkan hal yang ia anggap lucu entah apa itu hanya dia yang tahu.


Hingga ia tidak menyadari ayahnya sudah dari tadi memperhatikan tingkah anaknya. Pak Soleh mengetuk pintu kamar Khoiruddin, membuat Khoiruddin tersadar dan menoleh ke sumber bunyi.


" eh ayah, ada apa Yah? " Tanya Khoiruddin yang sudah memperbaiki posisinya yang tadi tidur tengkurap menjadi duduk.


" harusnya ayah yang tanya. ngapain kamu senyum - senyum sendiri kayak orang apa yah.. hem" Ucap Pak Soleh menggoda anaknya.


" ihh ayah nggak ada apa - apa kok. Ya cuma itu.. " Ucap Khoiruddin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" apa? hah.. hahahha" Pak Soleh tertawa melihat tingkah anaknya yang menurutnya lucu.


ia jadi teringat dengannya saat ia masih muda. Sama persis seperti putranya sekarang.


" Sudah yah. Insyaallah tidak ada yang ketinggalan. " Ucap Khoiruddin.


" Berapa lama kamu disana? " Tanya Pak Soleh


" ehmm... mungkin 1 minggu yah. Kenapa? "


" ohh tidak. Hanya saja ayah kesepian kalo kamu lama perginya. " Ucap Pak Soleh dengan tatapan sendunya.


" ishh ayah. Jangan buat Khoir melow dong. Khoir nggak lama kok. Khoir janji kalo nanti udah dapat restu dari ayahnya, Khoir akan bawa Maira kesini nanti ayah dan Maira berkenalan setelah itu Khoir akan lamar Maira yah. " Ucap Khoiruddin.


" iya. Ayah doakan semoga ayahnya Maira suka sama kamu dan merestui hubungan kamu dan Maira. ".Ucap Pak Soleh sambil menepuk pelan pundak Khoiruddin.


" aamiin.. "

__ADS_1


Khoiruddin melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 2 siang. Sudah waktunya untuk menjemput Maira.


" Ini sudah jam 2 yah. kalo gitu Khoir berangkat dulu. " Ucap Khoiruddin kepada ayahnya.


" iya nak. " Ucap Pak Soleh.


mereka berdua keluar dari kamar Khoiruddin dan menuju halaman. Saat di pintu depan Khoiruddin salim dulu ke ayahnya.


" Khoir berangkat dulu yah. " Ucap Khoiruddin sambil mencium punggung tangan ayahnya.


" iya. Hati - hati di jalan. Kabari ayah kalo sudah sampai. " Ucap Pak Soleh


" siap ayah. " Ucap Khoiruddin.


setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan perlahan - lahan meninggalkan halaman rumahnya. Ia menuju rumah Maira, sesampainya disana. Ia segera turun dan mengetuk pintu.


tok.. tok.. tok..


" assalamualaikum "


" Wa'alaikumsalam. eh mas Khoir."


" gimana sayang udah siap? " Tanya Khoiruddin


" udah mas. tuh " Ucapnya sambil menunjuk tas yang ada di bawah lantai tersebut.


" sini biar mas yang masukin. kamu masuk aja dulu. " Ucap Khoiruddin dan langsung mengambil dua tas dan segera memasukkannya ke dalam mobil.


Setelah semua siap. Khoiruddin langsung menjalankan mobilnya menuju ke kota K. Kurang lebih 4,5 jam perjalanan mobil yang dikendarai oleh Khoiruddin telah sampai di tujuan. Setelah Maira memberitahukan lokasi rumahnya. Khoiruddin mematikan mesinnya dan keluar dari mobilnya.


" assalamualaikum ." Ucap Maira


" Wa'alaikumsalam... eh kak Mai. " Ucap adik Maira yang bernama Anisa.

__ADS_1


Ia tersenyum malu melihat seorang pria yang datang bersama kakaknya. Hingga ia lupa untuk menyuruh mereka masuk ke dalam.


#bersambung#


__ADS_2