Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Kelahiran Sang Buah Hati


__ADS_3

Selamat Membaca


...


Terlihat kaki orang - orang yang berlari karena panik menyusuri lorong rumah sakit. Pagi ini sebelum Khoiruddin menaiki mobilnya. Terdengar suara rintihan dari Maira.


Sontak saja, Khoiruddin langsung berbalik arah, melihat ke istrinya yang terlihat kesakitan. Khoiruddin lalu menuntun istrinya untuk masuk ke dalam dan mendudukkannya di sofa yang ada di ruang tamu.


Maira juga berusaha dengan mengatur pernapasannya. Namun yang ada sakitnya semakin menjadi - jadi. Karena bingung, Khoiruddin meninggalkan Maira untuk pergi ke rumah Pak Surya.


"Pak! Pak! Maira Pak." Teriak Khoiruddin


"Ada nak? Kenapa teriak - teriak begitu?" Tanya Pak Surya yang tiba - tiba muncul dari balik dinding.


"Maira pak. Maira... Maira kesakitan." Ucap Khoiruddin


"Apa! Apa sudah waktunya melahirkan?" Tanya Pak Surya


"Belum pak. Menurut HPL harusnya masih seminggu lagi." Ucap Khoiruddin

__ADS_1


"Ya sudah, ayo! Segera kita bawa ke rumah sakit." Ucap Pak Surya


Mereka segera menghampiri Maira yang tengah merintih kesakitan di ruang tamu. Dengan cepat Khoiruddin menuntun Maira ke mobil, namun sebelum itu. Ia berkata untuk mengambilkan tas yang sudah ia persiapkan untuk melahirkan nanti.


"Mas. Perlengkapannya ada di tas di lemari. Tolong ambilkan!" Ucap Maira sambil meringis sakit


"Udah! Biar bapak saja Din. Kamu bawa Maira ke mobil!" Ucap Pak Surya


"Iya pak. Ayo Dek." Ucap Khoiruddin dan segera menuntun Maira ke mobil.


Setelah semua masuk. Khoiruddin segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. Di rumah sakit Maira segera ditangani. Kini di ruang ICU tengah berjuang Maira dan calon buah hatinya. Sedangkan Khoiruddin menunggu dengan gelisah di depan pintu yang bertuliskan ICU itu.


Pak Surya yang pernah mengalami hal yang sama, berusaha menenangkan Khoiruddin. "Sudah nak. Sini duduk sebelah bapak!" Ucap Pak Surya


Ia juga merasa gugup dan takut. Ia mengerti menghilangkan pikiran buruk disituasi yang seperti ini memang tidak mudah. Namun jangan sampai pikiran buruk ini akan mendatangkan petaka. Kita harus siap dengan segala konsekuensi dari apa yang telah kita perbuat.


Hampir satu jam lamanya. Akhirnya seorang bidan keluar dan memberi kabar bahwa anaknya telah lahir kepada Khoiruddin dan berjenis kelamin laki - laki. Khoiruddin mengucap rasa syukur karena telah dikaruniai seorang putra.


"Lalu bagaimana dengan istri saya?" Tanya Khoiruddin

__ADS_1


"Istri anda baik - baik saja. Kini masih proses pembersihan. Kalau bapak mau menjenguknya, silakan." Ucap Bidan tersebut


"Baik terimakasih Bu." Ucap Khoiruddin


"Sama - sama." Ucap Bidan tersebut lalu pergi dari hadapan Khoiruddin maupun Pak Surya


Setelah kepergian bidan tadi. Khoiruddin langsung masuk ke dalam dan melihat Maira telah selesai dibersihkan dan duduk bersandar dengan bayi kecil didekapannya. Dimana mulut bayi itu sibuk dengan menyesap ****** ibunya.


Khoiruddin menangis karena terharu. Ia mengngkat pelan bayi itu dan mendekapnya hangat. Suara tangis dari bayi itu pun terdengar keras, membuat semua orang tersenyum bahagia. Dengan nada bergetar, Khoiruddin mengumandangkan azan di telinga bayi itu.


Perlahan - lahan bayi itu mulai tenang. Hingga ikamah selesai dikumandangkan, bayi itu terlihat lebih tenang. Khoiruddin mengecup sayang keningnya dan mengembalikkan kepada ibunya.


"Ganteng sekali cucu eyang. ckckck, sudah dikasih nama?" Tanya Pak Surya


"Belum pak. Mai nunggu mas Khoir. Dia nanti yang memberi nama." Ucap Maira


"Bagaimana nak?" Tanya Pak Surya kepada Khoiruddin


"Sudah pak. Bismillahirrahmanirrahim saya beri nama engkau putraku Gafar Aridudin yang artinya seseorang yang bijaksana dan soleh juga suka memaafkan orang lain." Ucap Khoiruddin "Muachh" Kecupan diberikan kepadanya.

__ADS_1


"Wahh bagus sekali. Berarti panggilannya Gafar. Iiiya.. Far ini eyang." Ucap Pak Surya


Bersambung...


__ADS_2