
Selamat Membaca
....
Hari ini Maira dan Khoiruddin telah selesai beberes. Rencananya mereka akan kembali ke kota, karena mereka harus bekerja.
"Pak, Maira balik dulu ya. Jaga diri baik - baik." Ucap Maira sambil mencium tangan Pak Surya.
"Iya nak, kamu juga hati - hati kalo bekerja." Ucap Pak Surya
"Saya juga pamit pak." Ucap Khoiruddin
"Iya nak, hati - hati di jalan. Jangan ngebut dan tolong jaga Maira." Ucap Pak Surya.
"Siap pak. Pasti akan saya jaga." Ucap Khoiruddin
"Dek... Mbak balik dulu. Kamu hati - hati di rumah dan jaga bapak. Mbak titip bapak sama kamu." Ucap Maira
"Iya mbak." Ucap Anisa
Setelah berpamitan, mobil melaju meninggalkan karangan luas penuh kenangan bagi Maira itu.
"Huftt..." Maira menghembuskan napas kasar
"Kenapa dek?" Tanya Khoiruddin
"Nggak papa mas. Cuma berat aja gitu kalo ninggalin bapak sama adek. Tapi yah mau gimana lagi." Ucap Maira
"Cupp... sudah jangan sedih gitu. Mas nggak suka dek." Ucap Khoiruddin
"Hehe iya mas. Mai nggak sedih kok." Ucap Maira
__ADS_1
"Mana buktinya?" Tanya Khoiruddin
"Nih buktinya." Ucap Maira sambil tersenyum lebar menampakkan barisan giginya yang putih dan rapi.
Melihat itu Khoiruddin ikut tersenyum. Dan sesekali mengacak - acak rambut Maira. Sedangkan Maira terlihat cemberut karena kesal rambutnya jadi berantakan.
"Ishh... Mas lihat jadi berantakan nih." Ucap Maira kesal namun dengan nada yang terdengar manja
"Ahahaha... tapi mas suka." Ucap Khoiruddin
.....
Sudah jauh jalan yang mereka tempuh. Karena lelah Khoiruddin menghentikan mobilnya di tempat istirahat yang ada di tol. Mereka keluar dari mobil dan masuk ke salah satu resto yang ada disana.
"Mau makan apa?" Tanya Khoiruddin
"Samain aja sama mas." Ucap Maira
setelah menyelesaikan kegiatan makan. Mereka pergi ke masjid untuk melaksanakan salat. Setelah itu mereka masih berada di tempat peristirahatan untuk istirahat sebentar.
"Dek." Panggil Khoiruddin
"Iya mas, ada apa?" Tanya Maira
"Karena mas sudah mendapat restu dari bapak. Mas akan bilang sama ayah untuk segera melamar kamu." Ucap Khoiruddin
Maira membelalakan matanya karena terkejut. Dia tidak menyangka akan secepat ini Khoiruddin membahasnya.
"Apa mas yakin? Mas yakin menjadikan Maira sebagai pasangan hidup mas? Mai hanya perempuan biasa yang tidak begitu mengerti tentang agama. Apa mas yakin?" Tanya Maira
"Mas yakin dek. Mengenai agama yang kamu bicarakan. Mas yang akan mengajarimu nanti. Jadi jangan khawatir akan hal itu." Ucap Khoiruddin
__ADS_1
Maira menatap manik indah mata Khoiruddin. Ia mencoba mencari kesungguhan di dalam sana. Dan memang Khoiruddin mengatakannya dengan sungguh - sungguh. Hingga akhirnya Maira yang mengakhiri kontak mata mereka.
"Hem... ekhem... Baiklah mas. Maira terima dan siap untuk jadi istri mas kapan pun itu." Ucap Maira
"Benarkah?" Tanya Khoiruddin
Maira hanya menjawab dengan anggukan.
Hal itu membuat hati Khoiruddin berbunga - bunga hingga hampir saja membuatnya berteriak seandainya ia lupa bahwa ia berada di keramaian.
sedangkan Maira ia hanya tertunduk malu dengan pipinya yang sudah merah merona itu.
.....
Waktu semakin berlalu. Dan mobil Khoiruddin sudah berhenti di depan kost Maira. Khoiruddin ikut turun dan membantu membawakan koper Maira.
"Taruh disitu saja mas." Ucap Maira
Khoiruddin dengan patuh meletakkan dimana Maira katakan tadi.
"Makasih mas, apa mau minum dulu?" Tawaran Maira
"Ekhem... mungkin lain kali saja. Ini juga sudah malam, tidak enak nanti dilihat orang." Ucap Khoiruddin
" Baiklah mas. Mas hati - hati di jalan ya. Jangan ngebut." Ucap Maira
"Siap... hehehe Assalamualaikum." Ucap Khoiruddin
" Wa'alaikumsalam." Ucap Maira
Bersambung...
__ADS_1