Ketegaran Istri Pertama

Ketegaran Istri Pertama
Lamaran


__ADS_3

Selamat Membaca


....


Di kediaman Maira. Ruang tamunya kini disulap menjadi tempat penuh bunga - bunga nan cantik. Di dalam kamar Maira tengah di dandani oleh seorang MUA.


Pukul 10 tepat mobil iringan Khoiruddin telah memenuhi karangan Maira. Satu persatu anggota keluarga keluar dengan membawa seserahan.


Satu persatu mereka masuk ke dalam rumah. Beruntungnya ruangan itu cukup untuk menampung seluruh tamu yang datang.


Acara pun dimulai. Maira dipanggil untuk keluar. Saat Maira muncul, terlihat wajahnya yang ayu membuat semua orang tersenyum. Begitu juga dengan Khoiruddin, ia bahkan menatap lama wajah calon istrinya itu.


"Nak." Seru Pak Soleh


"..."


"Nak." Ucap Pak Soleh sambil menepuk pelan lengan Khoiruddin


Khoiruddin pun tersadar dan berpaling dari Maira dengan wajah menunduk. Semua orang tersenyum melihat tingkah laku Khoiruddin. Begitu juga dengan Maira.


"Baiklah... sebelum acaranya dimulai mari kita semua berdoa untuk kelancaran acara dan juga sebagai ucap syukur kita kepada Tuhan. Karena telah memberikan kita rezeki dan juga keselamatan bagi kita semua. Berdoa dipersilakan." Ucap Pak Surya


Semua orang berdoa dengan posisi mereka masing - masing. Ada yang mengangkat tangannya. Ada yang hanya menundukkan kepalanya. Ada juga yang tidak berdoa.


"Selesai." Ucap Pak Surya


"Baiklah... bismillahirrahmanirrahiim. Saya Soleh sebagai perwakilan dari anak saya Khoiruddin. Ingin melamar putri bapak yaitu nak Maira untuk dijadikan pendamping dalam hidupnya. Apakah bapak menerima lamaran kami?" Ucap Pak Soleh


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang sudah hadir di sini. Terkhususnya Pak Soleh dan nak Khoir yang sudah memiliki niatan baik tersebut. Sebenarnya buat saya. Saya akan terima lamaran tersebut. Namun jawaban tersebut akan saya berikan kepada anak saya." Ucap Pak Surya

__ADS_1


"Baik... Nak, sekali lagi saya tanya kepadamu. Bersediakah engkau menjadi istri dari anakku? Dan bersediakah engkau menemaninya di segala duka dan suka?" Tanya Pak Soleh


"Ekhem... Bismillahirrahmanirrahiim. Saya bersedia Yah." Jawab Maira


"Alhamdulillah." Ucap semua orang yang ada disana.


"Baik, jika sudah sepakat. Alangkah baiknya bila kita segera menikahkan mereka. Bagaimana menurut Pak Surya?" Ucap Pak Soleh


"Saya pun berpikir demikian Pak Soleh. Jadi saya tidak akan khawatir lagi dengan Maira karena dia sudah ada yang menjaganya." Ucap Pak Surya


"Begini pak. Saya sudah mempersiapkan semuanya. Sebetulnya saya sudah mempersiapkan pernikahan mereka yang akan diadakan minggu depan. Bagaimana Pak?" Ucap Pak Soleh


"Loh... kok mendadak sekali pak. Lalu apa yang harus kami bantu?" Ucap Pak Surya


"Bapak tidak usah membantu apa - apa. Itu semua biar menjadi urusan kami. Kalian hanya tinggal menikmati acaranya." Ucap Pak Soleh


"Sudah pak terima saja lagipula memang ini kemauan saya. Saya sudah bilang sama ayah, kalau nanti saya nikah semua biaya saya yang akan menanggung." Ucap khoiruddin


"Baik kalo begitu. Saya percayakan kepadamu." Ucap Pak Surya


Karena sudah disepakati acara sudah menuju akhir. Sebelum mereka pulang, mereka terlebih dahulu dijamu makan siang oleh Pak Surya. Maira langsung bangkit dari tempat duduk dan membantu untuk membawakan makanan ke depan.


Khoiruddin terlihat kecewa karena ia masih ingin melihat lebih lama lagi wajah ayu calon istrinya itu. Akhirnya ia pamit untuk ke kemar mandi.


"Pak. Khoir pinjam kamar mandinya sebentar." Ucap Khoiruddin


"Ohh ya silakan. Kalo kamu lupa bisa tanya Maira dia di belakang." Ucap Pak Surya


Khoiruddin langsung ke belakang. Namun ia tidak pergi ke kamar mandi melainkan pergi ke arah dapur.

__ADS_1


"Mai..." Panggil Khoiruddin


"Ehh... Iya mas, ada apa?" Tanya Maira


"Nggak, mas cuma kangen sama kamu." Ucap Khoiruddin


"Ihh apaan sih mas. Udah sana kamu mau apa hem?" Tanya Maira


"Serius dek. Mas kangen. Mas nggak sabar buat malam pertama kita." Ucap Khoiruddin dan langsung berlalu dari sana


Maira yang mendengar ucapan Khoiruddin. Ia tersenyum malu membuat wajahnya memerah. Dari arah belakang muncul Anisa.


"Mbak kenapa kok senyum - senyum sendiri gitu?" Tanya Anisa


"Nggak ada apa - apa. Cuma mbak lagi seneng aja soalnya acaranya tadi berjalan lancar." Ucap Maira


"Ehm... oohh." Ucap Anisa dengan wajah yang tidak suka.


"Kamu kenapa dek kok kayak nggek seneng gitu?" Tanya Maira


"Nggak ada apa - apa kok. Oh ya mbak makanannya ditungguin." Ucap Anisa


"Oh iya. Ya ampun lupa." Ucap Maira


"hufftt... Ya iya lah lupa. Siapa coba yang nggak seneng di lamar sama mas Khoir. Seandainya yang ketemu duluan sama mas Khoir itu aku, pasti mas Khoir lebih bahagia hihi." Ucap Anisa


"NISAA!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2