Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 9


__ADS_3

"Namun aku kalah tenaga dengannya, hening di dalam mobil itu,hanya suara deca**n dari kami."


Tak berselang lama,mas Aldo menghentikan itu semua,dan menyalakan mobilnya.


Sesampai di rumah,aku lalu turun,dan meninggalkan mas Aldo.


Manis' ucapnya lirih. Seraya berdoa dalam hati,Ya ALLAH jadikan dia sebagai pendampingku. Aamiin.


Setelah itu,mengambil kunci motor,menjemput putriku. Mas Aldo hanya memandangku seraya tersenyum.


Aku hanya diam,dan melajukan motorku. Setelah itu,mas Aldo langsung turun dari mobilnya,seraya menungguku.


Tiba-tiba terdengar suara perempuan, "cari siapa mas ? Masnya mau beli sembako atau parfum atau mau nambah angin ? Tanya perempuan itu beruntun."


"Enggak semuanya buk,saya sedang menunggu calon istri saya' ucapnya seraya tersenyum."


"Calonnya siapa mas ? Tanya ibu itu. Anindita bu' ucap mas Aldo. Aduh mas,masnya kena pelet atau sudah terpengaruh ucapan perempuan itu ? Tanya ibu itu."

__ADS_1


"Mas Aldo enggan menanggapi,dia sudah tahu tentangku Dari dulu. Namun dia percaya,dengan bimbingan agama yang baik,dan niat yang kuat insyaa ALLAH,ALLAH akan memberi jalan terbaik."


"Karna tidak ada tanggapan dari masyarakat Aldo,ibu itu pulang dengan ucapan kasar."


Aku yang melihat itu,hanya mengernyitkan kening. Nah kamu,jangan harap kami mau bantu' ucap ibu itu. Seraya menunjukku.


Aku hanya menghembuskan nafasku dengan kasar,seraya istiqfar. Memang benar,salahku hanya ALLAH dan almarhumah ibuku saja,yang mampu mengampuni' ucapku dalam hati.


Sesampai di rumah,aku dan anakku masuk,melihat raut wajahku demikian mas Aldo memanggil putriku.


"Main ke tempat om' ajaknya lagi. Maaf om ibuku tidak mengizinkan' ucap anakku."


Aku yang melihat itu hanya terdiam,apa iya dia serius ? Apa ya dia tulus dengan putriku dan apakah iya, dia masih mencintaiku ? Tanyaku dalam hati.


"Ibu,aku boleh main enggak ? Tanya anakku. Boleh tapi ingat waktu dan tidak boleh bermain jauh' ucapku."


"Nah kan om,dengar sendiri kan' ucap anakku polos. Mas Aldo dan aku hanya saling pandang. Ya sudah kalau enggak boleh' ucap mas Aldo. Yang masih menatapku tanpa berkedip."

__ADS_1


"Udah dong om,liatin ibuku,ibuku enggak mungkin di lamar orang kok. Kan sudah ada om' ucapnya polos. Mendengar hal itu, mas Aldo langsung mengucapkan kata Aamiin ya ALLAH ya Rohman ya Rohim."


Sedangkan aku hanya diam,darimana anakku tahu ? Tanyaku dalam hati.


"Aku tahu sendiri kok bu,dari gawainya bapak' ucapnya. Disana ada video ibu dan Om Aldo,yang mengatakan mau menikah dengan ibu' ucapnya.


Deg...


"Jadi bapak' ucap kami terhenti. Karena jawaban anakku. Udahlah bu, terima saja,karena aku juga lelah di bully teman-teman. Icha tidak punya ayah,pasti anak haram' ucapnya."


"Astagfirullah, ucapku lalu memeluknya. Begitupun dengan mas Aldo,kamu bukan anak haram' ucap mas Aldo lagi. Sekarang kamu menjadi anakku' ucapnya."


"Tapi om' ucap anakku lagi. Besok biar om yang antar kamu' ucapnya. Hore beneran om ? Tanya putriku. Bener' ucapnya."


Merekapun saling berpelukan dan bercanda. Sedangkan aku hanya melihatnya saja. Aku yang ibu kandung hanya memarahinya,jarang memeluknya.


Tapi,aku juga tidak boleh buru-buru menjawab,aku takut gagal dan aku juga takut ketulusannya hanya sesaat' ucapku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2