Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 67


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini usia kandunganku memasuki 9 bulan. Aku sama suamiku dilarang ke kantor, dan dia pun juga jarang ke kantor. Dia lebih memilih menjagaku di rumah. Saat ini kami sedang di meja kerja, seraya memeriksa file.


...^^^5 menit kemudian, aku merasakan mulai yang hebat. Awalnya bisa ku tahan, namun lama-lama makin sering. Aku meletakkan file itu, lalu beranjak berdiri. ^^^...


"Permisi pak, saya izin keluar sebentar." Ucapku.


"Hmm." Ucapnya sedikit melirik ke arahku.


^^^Dan langsung mengikuti aku dari belakang. Keringatku bercucuran dan air ketuban dan darah bercucuran di lantai. Menyadari itu, mas Aldo dan mbok Jumi langsung membantuku.^^^


"Ay, tahan ya." Ucapnya seraya mengelus kepalaku.


Sementara mbok Jumi, sudah meletakkan perlengkapan bayi dan perlengkapan koper Kami dengan tersusun rapi.


...Pak Lukman, langsung membuka pintu gerbang dan mengeluarkan mobil kami. Sementara mas Aldo membopongku, sesampai di mobil, kami langsung berangkat ke RS....


Awh...teriakku seraya menggenggam pegangan mobil.


Mas Aldo nampak tenang, karena sudah berpengalaman dan tahu jalan pintas. Tak berselang lama, kami pun sampai di RS, dan aku pun langsung ditangani Rasti.


"Istrimu sudah bukaan 10 Gung." Ucapnya.


"Ya." Ucapnya seraya berdoa.


"Mas sakit." Ucapku.


"Doa terus ay. " Ucapnya seraya mengelus lembut rambutku.


"Ayo Ta, kepala anakmu sudah terlihat." Ucapnya.

__ADS_1


Aku mengejan dengan hati-hati. Namun belum juga berhasil. Lagi aku mengejan kembali, belum juga berhasil. Dan ketiga kalinya, baru berhasil.


Oe...Oe. ..Oe. .


"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.


"Makasih sayang, hadiahnya sangat istimewa." Ucapnya seraya menci**mku.


"Sama-sama mas." Ucapku.


^^^Selesai dibersihkan dan di mandikan, suamiku mengazani dan mengqomati anak kami. Tak lupa juga mengabari sanak keluarga kami. Hingga tepat bakda asar, kak Devi datang dengan membawa banyak balon.^^^


"Ya ALLAH kak, ini RS bukan pasar." Ucap suamiku.


..."Udah tahu." Ucapnya seraya mendekati tempat tidur anak kami....


"Masyaallah, gendutnya." Ucapnya seraya tertawa.


"4,5 kilo mbak." Ucapku seraya tersenyum.


"Gendutnya. Namanya siapa ? Tanyanya lagi.


Aku menatap suamiku, dan suamiku tersenyum ke arahku lalu duduk di sampingku.


"Namanya Rafka Ghanim Ghifan Pabeya." Ucapnya.


"Panjang banget." Ucapnya seraya tertawa.


"Ya kak." Ucap suamiku.

__ADS_1


Tak berselang lama, seluruh keluarga berdatangan. Banyak yang berebut menggendong mereka. Hingga tepat azan maghrib, mereka pamitan pulang.


"Sayang, aku sholat dulu ya." Ucapnya seraya menidurkan Rafka.


"Iya mas." Ucapku.


...Sepeninggal suamiku, aku mengambil putraku kembali. Ku amati wajah dan kulitnya, 100% persis mas Aldo. Kupandangi dia, lalu ku bacakan doa pendek dengan lirih. Tepat di telinganya. ...


Setelah selesai, barulah aku pangku dia. Tiba-tiba terdengar pintu terbuka, rupanya Rasti datang.


"Malam bucan." Sapa Rasti.


"Malam juga dokcan." Ucapku.


"Ish gembul banget ya. Bikin gemes." Ucapnya seraya mencium pipi gembul putraku.


"Maaf ya mbul, ibunya mau dokter periksa dulu." Ucap Rasti.


^^^Saat tengah memeriksa, nampak mas Aldo sudah datang. Kami pun saling pandang dan tersenyum. Lalu dia mengambil Rafka dari pangkuanku. ^^^


Selesai memeriksa, Rasti pun menjelaskan.


"Alhamdulillah Ta, semuanya baik dan besok subuh kalian boleh pulang." Ucapnya.


"Alhamdulillah." Ucap kami bersama.


...Sepeninggal Rasti, kami langsung makan bersama. Dan tak lupa juga, mas Aldo menutup pintu ruang rawat. Selesai makan, kami pun membersihkan tempat nakas dan tak lupa juga gosok gigi. Sementara mas Aldo, langsung wudu dan sholat. ...


Selesai sholat,mas Aldo menghampiri aku. Dan kami pun saling berbicara.

__ADS_1


"Makasih mas, sudah mau sabar merawat kami." Ucapku.


"Sudah kewajibanku ay." Ucapnya.


__ADS_2