Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 71


__ADS_3

...Dan beruntung juga, mendengar kamu masih tinggal di tempat sama, walaupun di rumah yang berbeda. Dulu aku berfikir, kita pasti bisa bersama lagi. Alhamdulillah doaku diijabah. Ucapnya dalam hati....


"Om, tante kami disini." Ucap Dewi.


"Iya." Jawab suamiku.


^^^Sementara aku hanya terdiam seribu bahasa. Mas Aldo lalu memelukku erat.^^^


..."Jangan dengarkan mereka yang tidak suka, namun dengarkan suara hatimu dan hatiku yang selalu mencintaimu." Ucapnya lirih....


"Iya by." Ucapku.


...Melihat mereka bahagia, sudah membuatku senang. Saat sedang melirik kanan kiri, netra ini tanpa sengaja melihat Boni jalan sama cewek....


"By, itu bukannya Boni ya ?" Tanyaku seraya menunjuk arah Boni berjalan.


^^^"Iya ay. Dia minggu depan rencananya mau melamar cewek itu." Ucapnya seraya menatapku.^^^


"Oh." Ucapku.


^^^Cup^^^


"Ish, hubby." Ucapku seraya cemberut.


Namun langsung di kecup lagi bi*irku.


..."Hubby." Panggilku....


"Hehe, senang bisa goda istriku." Ucapnya.


Saat ingin menjawab, tiba-tiba ada tamu tak diundang datang.


..."Widih, enak ya saling tertawa disini." Ucapnya....


"By, pindah yuk." Ajakku.


^^^"Iya sayangku." Ucapnya seraya menciumku dihadapan Haris.^^^


...Alhamdulillah rasa traumaku mulai memudar seiring berjalan waktu. Haris bebas, dari jerat hukum. Aku tak tahu karena apa, dia bisa bebas. Yang jelas sekarang kami enggan mau menanggapi ucapannya. Kerja sama antar kantor mas Aldo pun sudah di batalkan sejak tahu, dia yang hampir merenggut kesucianku....


"Sialan aku ditinggalkan." Ucap Haris.


"Ay." Panggil suamiku.


^^^"Ya by." Ucapku seraya membalas pelukannya.^^^


"Idih najis, ada cewek masalah disini." Ucap pengunjung mall itu dengan keras dan sinis.


Membuat sebagian pengunjung menatapku dengan benci dan jijik. Mas Aldo langsung membawaku keluar dari sana. Namun suara Dewi mengejutkan kami.


"Hai mbak cantik, jangan merasa dirimu paling suci dan baik dan juga tak memiliki najis. Bersyukurlah, aibku masih ditutup ALLAH. Apa yang kau sampaikan kelak akan menimpamu." Ucapnya dengan tegas dan keras. Membuat para pengunjung menunduk dan berlalu.


Begitupun dengan yang menghinaku tadi. Kami saling menatap dan tersenyum.


"Makasih cantik." Ucapku pada Dewi.


"Sama-sama tan." Ucapnya lalu memelukku erat.


^^^Kami pun pindah ke supermarket, belanja keperluan dapur, pampres Rafa dan cemilan. Sesampai di sana, mas Aldo mengikuti kami dari belakang. Dia memperhatikan aku terus tanpa berkedip, sementara aku nampak cuek dan asik belanja bersama ponakan dan anak-anak.^^^


...Sedangkan dirumah, mbak Devi marah besar melihat acara tv yang dia tonton selalu kalah. Namanya juga sinetron tahu sendiri lah ya hehehe.. kak Randra yang sudah hafal tabiat istrinya hanya menggelengkan kepala seraya mencium pipi Rafa. Kamu persis ayahmu. Ucap kak Randra lirih....


^^^Kembali lagi di supermarket, Ardi dan Icha nampak banyak membeli cemilan untuk di tempat pesantren lusa. Sementara Dewi, asik chatingan sama teman dunia mayanya. Dan aku menunggu antrian pembayaran. Di depan, terlihat mas Aldo menghampiri kami.^^^


"Udah selesai ?" Tanyanya lembut kepadaku.


"Udah mas." Ucapku lirih seraya menahan sakit.


..."Yah, baju ibu basah." Ucap Ardi....


Mas Aldo langsung menatapku dan bajuku.


"Di tolong bayar ini ya." Ucapnya seraya membawaku keluar.


"Wi titip belanja dan anak-anak yang. " Ucap suamiku lagi.


"Iya om." Ucapnya seraya memasukkan gawainya di dalam tas.


Sesampai di kamar mandi, mas Aldo melepas jaketnya dan membuka bajuku serta braku.


"Sabar ay." Ucapnya.


..."Sakit mas." Ucapku seraya menangis....

__ADS_1


"Shht, tahan ya." Ucapnya lalu meminumnya.


Sementara tangan satunya memijat pu**ngku. Sekitar 20 menit, rasa sakit itu sirna. Dan lagi-lagi mas Aldo bersendawa. Kami pun tersenyum bersama.


"Sudah tidak sakitkan ?" Tanyanya.


"Alhamdulillah mas enggak." Ucapku.


"Syukurlah." Ucapnya seraya menutup tubuhku dengan jaketnya.


^^^"Makasih mas." Ucapku.^^^


"Sama-sama." Ucapnya seraya menci** bib*rku.


Setelah selesai kami lalu keluar bersama, dan tak lupa membungkus baju dan braku yang basah.


"Wis, habis ngapain ini ?" Tanya orang asing itu.


"Habis meras asi." Ucapku jujur.


Meras asi ? Tanyanya lirih.


...Kami langsung keluar dari toilet itu. Sepanjang perjalanan masih Aldo tersenyum seraya merangkul bahuku. Banyak pasang netra yang menatapku kami, hingga aku lebih memilih menundukkan wajahku. Sementara mas Aldo langsung membopongku....


"Hubby." Panggilku sedikit tinggi, karena terkejut.


..."Iya ay." Ucapnya seraya melangkah....


^^^Sesampai di lift, barulah dia menurunkan aku dan memelukku. Membuat orang yang disebelah kami, menatap keheranan. Namun mas Aldo nampak cuek, berbeda dengan aku yang menahan malu. Pintu lift pun terbuka.^^^


Ting.


"Ay besok kamu ikut ke kantor ya." Ucapnya.


"Terus Rafa ?" Tanyaku lembut.


..."Rafa dititipkan dulu sama mbak Dita." Ucapnya....


"Kasian mas, dia masih butuh asi." Ucapku.


"Ya sudah." Ucapnya seraya berlalu.


^^^"Ya ALLAH, tunggu mas." Ucapku.^^^


"Ya." Ucapnya seraya menghentikan langkahnya.


"Enggak." Ucapnya dingin.


"Mas." Panggilku lembut seraya masuk ke dalam mobil.


"Lho anak-anak sama Dewi kemana ?" Tanyaku.


"Mereka sudah di jemput pake mobilnya Kevin." Ucapnya datar.


^^^"Oh." Ucapku.^^^


...Saat akan duduk, aku menatap wajah suamiku. Ck, masih marah. Harus pakai cara apa ya ? Ucap dan tanyaku dalam hati....


"By." Panggilku.


"Hmm." Ucapnya.


"Ayahnya Ardi." Panggilku lagi.


^^^Spontan dia mengerem mendadak, dan meminggirkan mobilnya lalu menghentikannya. Dia lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.^^^


"Masih marah ?" Tanyaku lembut seraya pindah tempat ke belakang.


"Kamu mau kemana? " Tanya suamiku.


"Aku ngantuk, mau pindah tempat." Ucapku.


"Jangan." Ucapnya.


"By, aku ngantuk." Ucapku.


..."Tidurlah di sini saja, aku janji tidak akan membentak kamu." Ucapnya....


^^^Aku pun hanya menurut. Dan membuka sedikit rit di jaket mas Aldo yang aku kenakan. Lalu mencoba memejamkan mata, sementara mas Aldo langsung menancapkan gas mobilnya.^^^


...Astagfirullah macet. Ucapnya seraya melihatku dengan wajah cemberut, namun langsung tersenyum saat melihatku sudah tertidur dengan nyenyak....


Tak berselang lama, kami sampai rumah, dia lalu membopongku dan menidurkan aku di kamar.

__ADS_1


"Tumben ?" Tanya kak Randra.


"Macet." Ucapnya.


"Oh." Ucap kak Randra.


^^^Dia lalu memanggil istrinya, dan mereka pamit pulang. Sepeninggal mereka mas Aldo lalu mengunci semua pintu dan masuk kamar. Selesai bersihkan diri, wudhu dan sholat, mas Aldo langsung ganti baju.^^^


Pagi pun tiba, aku dan anak-anak sudah di teras depan. Sementara mas Aldo sudah berangkat ke kantor lagi. Karena sudah sebulan lebih tidak masuk ke kantor. Setibanya di kantor, ada seseorang yang masuk tanpa mengetuk.


"Gung, aku mau bicara." Ucapnya.


"Halo panggil satpam, suruh keruanganku." Ucapnya.


Tak berselang lama, 2 satpam datang, dan meminta maaf pada bosnya.


"Maaf bos, kami teledor." Ucapnya.


"Bawa dia keluar, dan jangan boleh masuk." Ucapnya penuh penekanan.


"Siap bos." Ucapnya.


..."Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri. Baru gini saja sudah sombong." Ucapnya seraya keluar. ...


Sepeninggal mereka, gawainya bunyi. Pesan masuk.


"Jangan sombong dulu kamu, ingat anak-anak dan istrimu dirumah. Aku akan kesana." Ucapnya.


Sial, aku lebih baik cek cctv dulu. Ucapnya.


^^^Di rumah, setelah bergemuruh dengan si kecil, aku dan ketiga anakku masuk ke dalam. Entah kenapa rasanya tidak enak, pak satpam pun menyarankan aku untuk kedalam jangan keluar kamar. Simbok pun menyarankan demikian, akhirnya aku hanya menurut.^^^


Hingga anak-anak sudah terlelap, aku masih terjaga. Aku lalu cek gawaiku, lalu mengirim pesan ke suamiku.


"Assalamualaikum by, sedang apa ?" Tulis pesanku.


"Lagi kerja ay." Jawabnya.


..."By, kamu baik-baik saja kan ?" Tanyaku....


"Alhamdulillah baik sayang." Ucapnya.


"Alhamdulillah, by perasaanku daritadi tidak enak." Tulisku di pesan itu.


"Tunggu di rumah ya. Bentar lagi aku pulang." Jawabnya.


^^^Sesampai di parkiran mobil, suamiku langsung membuka mobilnya dan tak lupa sebelum menghidupkan mesin, dia melihat cctv. Dan alhamdulillah tidak ada apa-apa. Dia lalu melajukan mobilnya. ^^^


...Sesampai di rumah, mas Aldo langsung menuju kamar kami. Syukurlah mereka tidak apa-apa. Ucapnya lirih seraya mencari keberadaanku. ...


"Mbok lihat istriku enggak ?" Tanya suamiku.


"Enggak tuan, daritadi enggak keluar kamar. Setelah berkata perasaannya tidak enak." Ucapnya.


"Makasih mbok." Ucapnya seraya pergi.


"Ya tuan." Ucapnya.


"Sayang, Dita." Panggil suamiku.


^^^Semua tempat sudah mas Aldo cari, namun tidak juga menemukan aku. Dalam hati aku berdoa, semoga aku bisa selamat. Karena kini aku di masukkan ke dalam almari oleh Haris, dia terus mencumbu* aku. ^^^


TUHAN tolong hamba. Ucapku dalam hati, seraya berlinang air mata. Membuat Haris makin menjadi.


Mas tolong aku, aku mohon mas. Ucapku dalam hati. Tiba-tiba Rafa nangis keras, cup sayang. Ucap mas Aldo. Sementara aku disini sekuat tenaga mendorong almari pakaian. Membuat Haris naik pitam, dan merobek bajuku.


"Dasar perempuan bawa masalah, rasakan sekarang akibatnya." Ucapnya seraya mengambil pisau kecil di sakunya.


Mas Aldo langsung memanggil simbok, karena tidak bisa menenangkan Rafa, kini Rafa ditenangkan oleh simbok. Namun masih belum tenang juga, sementara mas Aldo langsung liat cctv.


...Matanya membola, saat melihat aku dimasukkan ke dalam almari baju dan dicumb**inya. ...


"Pria predator kau ini ya." Ucap suamiku seraya menutupi tubuhku yang sudah tanpa apa-apa.


^^^"Makanya jangan sombong." Ucapnya seraya berbisik di telinga suamiku. ^^^


"Makasih sobat, tubuh istrimu begitu-." Ucapnya terhenti.


"Tidak." Teriakku kencang seraya menghampiri dia dan menendangnya keras.


"Awh." Ucapnya.


Sementara mas Aldo langsung menenangkan aku. Dan tak lupa dia melaporkan ke pihak berwajib.

__ADS_1


"Tenang ay. Aku lebih percaya kamu, jangan takut." Ucapnya seraya memeluk tubuhku.


Tak berselang lama, polisi datang


__ADS_2